Jenazah Staf KBRI Peru yang Ditembak Mati Akan Dibalsem Sebelum Dipulangkan ke Indonesia
Jenazah Zetro Leonardo Purba, staf KBRI di Lima, ibukota Peru, akan dibalsem sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Editor:
Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM - Jenazah Zetro Leonardo Purba, staf KBRI Peru di Lima, ibukota Peru, yang tewas diduga ditembak pembunuh bayaran Senin 1 September 2025 awal pekan lalu, akan dibalsem sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Jenazah Zetro telah menjalani otopsi dan sudah dipindahkan ke laboratorium kamar jenazah di Alfonso Ugarte Avenue di Callao, dan akan disemayamkan hingga Rabu, 10 September 2025 berdasar konfirmasi jurnalis RPP, media online di Peru dikutip Tribunnews, Jumat, 5 September 2025.
RPP melaporkan, prosedur sebelum pemulangan jenazah Zetro Leonardo Purba ke Indonesia dapat memakan waktu antara tiga dan lima hari.
Pembunuhan brutal terhadap staf KBRI Peru yang baru lima bulan bertugas ini sedang diselidiki intensif oleh otoritas terkait di Perlu, dengan beberapa hipotesis sedang dipertimbangkan.
Zetro Leonardo Purba ditembak mati tiga kali menggunakan senjata api oleh orang tak dikenal di depan pintu gedung tempat tinggalnya di distrik Lince.
Saat itu Zetro sedang baru saja pulang dari tempatnya bekerja dengan menaiki sepeda. Pelaku kemudian kabur berboncengan menggunakan sepeda motor.
Kamera CCTV merekam pembunuhan brutal tersebut, yang terjadi pukul 19.55 pada Senin malam itu. Rekaman video juga menunjukkan Zetro tiba di rumah dengan sepedanya sebelum detik-detik penembakan terhadapnya terjadi.
Di trotoar, Zetro dicegat oleh algojonya, yang dengan kejam menembaknya hingga tewas.
Pembunuh bayaran itu kemudian naik sepeda motor di mana komplotannya telah menunggu. Rekaman video menangkap tersangka ketiga, yang mungkin terlibat dalam kejahatan tersebut.
Zetro sebelumnya bertugas sebagai staf KBRI di Australia,
Kepolisian Peru Buru Geng Kriminal
Sejumlah media di Peru seperti El Comercio mendapatkan informasi dari sumber terpercaya yang menduga itu adalah pembunuhan dengan motif balas dendam.
Polisi juga mempertimbangkan adanya motif balas dendam itu, menurut Komandan Kepolisian Nasional Peru (PNP) Distrik Lince David Guivar.
Polisi sampai pada hipotesis utama yaitu kemungkinan keterlibatan geng yang ditakuti di distrik komersial Risso, yang terletak hanya beberapa meter dari lokasi serangan.
Baca juga: Jenazah Zetro Leoardo Purba Staf KBRI Peru yang Ditembak Mati Masih di Kamar Mayat Callao
DIPLOMAT RI - Foto Zetro Leonardo Purba, seorang diplomat RI. Zetro tewas ditembak Senin malam, (1/9/2025), di Kota Lima, Peru, (Instagram KJRI Melbourne)
Menurut laporan Latina, polisi mendalami geng-geng terkait perdagangan manusia dan germo yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Ini akan menjadi salah satu jalur investigasi utama yang sedang dikerjakan oleh PNP," demikian laporan Latina Noticias.
Baca juga: Kejaksaan Agung Peru Selidiki Kematian Diplomat KBRI Lima, Korek Keterangan Istri Almarhum
Informasi yang sama disampaikan media terkemuka di Peru, Infobae. Salah satu media internasional di Amerika latin ini mengatakan geng kriminal yang diincar polisi adalah geng "One Family " yang dipimpin oleh Dany Zapata alias "El Chino".
Kelompok ini diyakini sebagai salah satu yang paling aktif dalam mengendalikan bisnis prostitusi dan narkoba di Lince dan distrik-distrik sekitarnya.
Sumber-sumber investigasi mengindikasikan bahwa dari ponsel diplomat RI Zetro yang meninggal ditemukan nomor-nomor telepon perempuan Venezuela dan Kolombia.
Meski rekan kerja Zetro di Kedubes Indonesia di Peru menepis adanya ancaman. Ia juga menekankan bahwa Zetro tidak bisa berbahasa Spanyol.
"Saya bekerja dengannya di Kedutaan Besar Indonesia. Dia baru tiba di Lima bersama keluarganya April lalu. Dia tidak punya masalah apa pun."
"Dia bahkan tidak bisa bahasa Spanyol, bagaimana mungkin dia punya masalah dengan siapa pun?" ujarnya kepada RPP.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.