Putin Berseragam Militer, Pantau Latihan Gabungan Rusia-Belarusia
Presiden Rusia Vladimir Putin memantau latihan militer gabungan Rusia-Belarusia pada hari Selasa, dengan memanfaatkan pelajaran dari perang Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memantau pelatihan militer gabungan antara Rusia dan Belarusia pada Selasa (16/9/2025).
Putin tiba di tempat latihan Mulino di wilayah Nizhny Novgorod mengenakan seragam militer karena ia juga merupakan panglima tertinggi tentara Rusia.
Dalam sambutannya di hadapan para peserta, Presiden mengatakan tujuan latihan ini adalah untuk melatih pertahanan Negara Kesatuan, sebutan bagi persekutuan antara Rusia dan Belarusia, dari segala bentuk agresi.
"Tujuan latihan ini adalah untuk melatih semua elemen yang diperlukan demi perlindungan kedaulatan, integritas wilayah, dan pertahanan tanpa syarat terhadap segala agresi terhadap Negara Kesatuan," ujar Putin, Selasa.
Latihan ini diberi nama Zapad 2025 dan berlangsung pada 12-16 September 2025, serta tersebar di beberapa lokasi di Belarusia dan Rusia.
Pada hari terakhir latihan tersebut, Putin mengunjungi pos komando di Mulino, Rusia barat laut, tempat ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov.
Putin mengatakan latihan itu dirancang untuk menangkal serangan dengan memanfaatkan pelajaran dari perang Rusia-Ukraina.
"Para perencana latihan tersebut menggabungkan pelajaran yang dipetik dari operasi militer khusus di Ukraina," lanjutnya, lapor TASS.
Latihan tersebut melibatkan 100.000 tentara, 10.000 perangkat keras militer, termasuk 333 pesawat, dan sekitar 250 kapal angkatan laut, termasuk kapal permukaan, kapal selam, dan kapal pendukung, terlibat dalam latihan tersebut.
Kerjasama antarnegara
Dalam kunjungannya, Putin mengatakan 25 delegasi asing berpartisipasi dalam latihan tersebut, dengan 16 mengirimkan perwakilan untuk mengamati dan enam mengirimkan kontingen militer untuk berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.302: AS Setujui Paket Bantuan Senjata Pertama Era Trump untuk Ukraina
Selama kunjungannya tersebut, Putin pertama-tama memeriksa pameran persenjataan dan peralatan militer khusus dan kemudian mengamati fase utama latihan.
Di akhir latihan, Putin muncul di hadapan perwakilan korps militer-diplomatik mengenakan pakaian kamuflase, ditemani oleh Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua atas partisipasinya. Saya harap ini bermanfaat bagi Anda secara profesional. Dalam hal membangun kepercayaan yang tinggi antara kedua negara, ini jelas bermanfaat," ujar Putin kepada hadirin, lapor Anadolu Agency.
Ia juga menyampaikan harapan agar acara ini dapat mempererat kerja sama antarnegara.
"Anda melihat bagaimana tentara Rusia bekerja berdasarkan pengalaman menggunakan angkatan bersenjatanya dalam konflik bersenjata kontemporer," ujarnya.
"Dan sampaikan harapan terbaik saya kepada para pemimpin militer dan politik Anda," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia, Andrey Belousov, melaporkan kepada Putin, tugas latihan tersebut diselesaikan oleh kontingen Rusia-Belarusia, serta pasukan koalisi negara asing.
Beberapa negara Barat merasa terguncang oleh latihan tersebut, dengan komandan Pasukan Pertahanan Finlandia membandingkannya dengan latihan yang dilakukan beberapa bulan sebelum dimulainya perang Rusia-Ukraina pada 2022.
Polandia Tutup Perbatasan selama Latihan Militer Rusia-Belarusia
Ketika Rusia dan Belarusia menggelar latihan militer gabungan Zapad-2025 pada pertengahan September, pemerintah Polandia mengambil langkah tegas yaitu menutup perbatasan daratnya dengan Belarusia—keputusan yang diumumkan resmi dan diberlakukan "sampai pemberitahuan lebih lanjut".
Langkah itu diambil karena latihan militer yang berlangsung dekat perbatasan dianggap menimbulkan risiko keamanan bagi warga dan mobilitas lintas-perbatasan.
Negara anggota NATO itu mengatakan mereka akan membuka kembali lalu lintas hanya setelah kondisi keamanan dinilai aman.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Polandia saat meninjau perbatasan di Terespol, seperti dikutip dari laman Pemerintah Polandia.
Sebelumnya pada 9-10 September 2025, Polandia melaporkan adanya sejumlah drone yang diduga dari Rusia melanggar wilayah udaranya.
Drone-drone itu masuk ke Polandia dari arah Belarusia dan Ukraina.
Polandia dan negara anggota NATO mengirim jet tempur untuk mencegat dan menembak jatuh drone yang terbukti melanggar wilayah udaranya.
NATO juga mengerahkan sistem pertahanan udara darat dan radar serta meningkatkan sistem pengawasan, lapor Al Jazeera.
Sejak Rusia meluncurkan perang terhadap Ukraina, negara-negara Eropa merasa khawatir jika perang tersebut dapat meluas ke wilayahnya.
Perang Rusia-Ukraina
Perang Rusia–Ukraina berakar dari masalah lama sejak Uni Soviet bubar tahun 1991.
Sejak saat itu, hubungan kedua negara sering tidak harmonis karena persoalan perbatasan, perbedaan identitas, dan pilihan politik yang berbeda arah.
Ketegangan semakin parah setelah Revolusi Maidan 2014, ketika Presiden Ukraina yang dekat dengan Rusia, Viktor Yanukovych, digulingkan dan diganti pemerintah baru yang lebih mendukung Barat.
Tak lama kemudian, Rusia menguasai wilayah Krimea dan membantu kelompok separatis di Donetsk serta Luhansk, sehingga pecah perang di kawasan Donbas.
Kondisi semakin buruk pada Februari 2022, saat Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran.
Putin beralasan serangan itu untuk melawan militer Ukraina, menuduh pemerintah Kyiv dikuasai kelompok "neo-Nazi," dan mengklaim ingin melindungi warga keturunan Rusia di Donetsk dan Luhansk.
Selain itu, Rusia menolak keras rencana Ukraina masuk NATO, karena dianggap bisa mengancam keamanan di perbatasan Rusia.
Belarusia merupakan salah satu negara yang dekat dengan Rusia, serta Presidennya Alexander Lukashenko adalah sekutu dekat Putin.
Rusia juga menggunakan wilayah Belarusia untuk meluncurkan serangan ke Ukraina pada awal invasinya pada 24 Februari 2022.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.