Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Didemo Gen Z, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Kabur dengan Pesawat Militer Prancis

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dilaporkan kabur dengan pesawat militer Prancis di tengah gelombang protes besar kaum muda Gen Z.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Didemo Gen Z, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Kabur dengan Pesawat Militer Prancis
Facebook
Foto dari Facebook Presiden Madagaskar Andry Rajoelina diambil pada Selasa (14/10/2025). Rajoelina dilaporkan melarikan diri dari negaranya menggunakan pesawat militer Prancis di tengah gelombang besar demonstrasi yang dipimpin kaum muda Generasi Z. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dilaporkan melarikan diri ke luar negeri menggunakan pesawat militer Prancis setelah gelombang protes besar yang dipimpin kaum muda Gen Z mengguncang ibu kota Antananarivo.
  • Sejumlah unit militer membelot dan bergabung dengan demonstran yang menuntut pengunduran dirinya atas krisis ekonomi dan korupsi.
  • Rajoelina mengaku bersembunyi di lokasi aman demi keselamatannya.
  • Sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan.

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Madagaskar Andry Rajoelina dilaporkan melarikan diri dari negaranya menggunakan pesawat militer Prancis di tengah gelombang besar demonstrasi yang dipimpin kaum muda Generasi Z.

Kabar kepergian Rajoelina dikonfirmasi oleh Siteny Randrianasoloniaiko, pemimpin oposisi di parlemen.

Ia mengatakan kepada Reuters bahwa presiden meninggalkan Madagaskar pada Minggu (12/10/2025) setelah sejumlah unit militer membelot dan bergabung dengan pengunjuk rasa.

“Kami menghubungi staf kepresidenan, dan mereka mengonfirmasi bahwa dia telah meninggalkan negara ini,” ujar Randrianasoloniaiko.

Dalam pidato yang disiarkan lewat Facebook pada Senin (13/10/2025) malam, Rajoelina mengaku telah berpindah ke lokasi yang aman demi keselamatannya.

Dia menegaskan tidak akan “membiarkan Madagaskar dihancurkan.”

Ia menolak mengungkap lokasi keberadaannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut CNN International, pria berusia 51 tahun itu semestinya menyampaikan pidato di televisi nasional.

Akan tetapi acara dibatalkan setelah “sekelompok angkatan bersenjata mengancam akan mengambil alih media milik negara.”

Sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters bahwa Rajoelina diterbangkan menggunakan pesawat Casa milik Angkatan Darat Prancis dari Bandara Sainte Marie pada Minggu pagi.

“Lima menit setelah pesawat tiba, sebuah helikopter mendarat dan menjemput penumpang—Rajoelina di antaranya,” kata sumber tersebut.

Radio RFI Prancis melaporkan bahwa keberangkatan itu diduga melibatkan kesepakatan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, meski Macron menolak mengonfirmasi laporan tersebut.

“Saya tidak akan mengonfirmasi apa pun hari ini,” ujar Macron di Mesir, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Baca juga: Waktu Terbaik Mengunjungi Madagaskar: Musim Kemarau, Musim Hujan, dan Aktivitas Menarik

Macron menambahkan bahwa “Prancis memahami keluhan kaum muda, tetapi tatanan konstitusional harus dijaga.”

Gelombang Protes Gen Z Guncang Ibu Kota

Protes di Madagaskar pecah sejak 25 September akibat kelangkaan air dan listrik, sebelum berkembang menjadi kemarahan atas korupsi, kemiskinan, dan buruknya layanan publik.

Demonstrasi yang dipimpin oleh generasi muda—sebagian besar berusia di bawah 25 tahun—menuntut pengunduran diri presiden yang dinilai gagal memperbaiki ekonomi.

“Selama 16 tahun, pemerintah hanya memperkaya diri sendiri sementara rakyat tetap miskin,” kata Adrianarivony Fanomegantsoa (22) kepada Reuters.

Data PBB mencatat sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan sejak protes dimulai.

Kemarahan publik semakin meningkat setelah unit elite CAPSAT, yang dahulu membantu Rajoelina merebut kekuasaan lewat kudeta 2009, menyatakan membelot dan menolak menembaki warga sipil.

CAPSAT bahkan mengumumkan telah mengambil alih kendali militer dan menunjuk panglima baru.

Krisis Politik Semakin Dalam

Kehilangan dukungan militer membuat posisi Rajoelina kian rapuh.

Senat Madagaskar kemudian memberhentikan presidennya yang pro-pemerintah dan menunjuk Jean André Ndremanjary sebagai pemimpin sementara.

Menurut konstitusi, bila presiden berhalangan, posisi kepala negara akan diambil alih oleh ketua senat hingga pemilihan baru digelar.

Ribuan warga kembali turun ke jalan di ibu kota Antananarivo, meneriakkan “Presiden harus mundur sekarang!” dan melambaikan bendera nasional.

“Kami ingin presiden meminta maaf dan mundur agar pemilu bisa diselenggarakan,” kata Finaritra Manitra Andrianamelasoa (24) kepada AFP.

Gelombang protes Gen Z di Madagaskar ini mengikuti tren global serupa di Nepal dan Maroko, di mana kemarahan kaum muda terhadap elite politik menyebabkan pergantian kekuasaan mendadak.

Negara Termiskin dengan Penduduk Termuda

Madagaskar, dengan populasi sekitar 30 juta jiwa, memiliki usia rata-rata di bawah 20 tahun dan tiga perempat penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Menurut Bank Dunia, PDB per kapita negara itu turun 45 persen sejak kemerdekaan pada 1960.

Baca juga: Gelar Pertemuan Pejabat Tinggi di Madagaskar, AIS Forum Perkenalkan Dua Inisiatif Baru

Meskipun dikenal sebagai penghasil utama vanili dunia, ketimpangan ekonomi dan korupsi membuat sektor lain seperti nikel, kobalt, tekstil, dan perikanan tak mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Menjelang kepergiannya, Reuters melaporkan bahwa Rajoelina sempat menandatangani pengampunan untuk beberapa tahanan, termasuk dua warga Prancis yang dihukum atas dugaan upaya kudeta pada 2021.

Profil Andry Nirina Rajoelina

Andry Nirina Rajoelina lahir pada 30 Mei 1974 di Antsirabe, Madagaskar.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal luas sebagai pengusaha muda sukses dan tokoh media, pernah bekerja sebagai disk jockey serta mendirikan perusahaan percetakan digital dan stasiun radio serta televisi bernama VIVA.

Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Antananarivo pada 12 Desember 2007 dengan perolehan suara lebih dari 63 persen.

Dalam masa kepemimpinannya, Rajoelina sering berselisih dengan Presiden Marc Ravalomanana, terutama terkait kebebasan pers dan kebijakan pemerintah pusat yang dianggap mengekang otoritas lokal.

Ketegangan antara keduanya memuncak pada Januari 2009, ketika Rajoelina menuduh pemerintahan Ravalomanana gagal menjalankan tugas dan secara terbuka menyatakan mengambil alih kekuasaan.

Pemerintah pusat kemudian memberhentikannya sebagai wali kota, namun ia menolak keputusan itu dan memimpin gelombang demonstrasi besar yang berujung pada krisis politik nasional.

Militer Madagaskar akhirnya mengambil alih pemerintahan dan menyerahkan kekuasaan kepada Rajoelina pada 17 Maret 2009.

Ia kemudian memimpin negara sebagai Ketua Otoritas Transisi Tertinggi (HAT) hingga 2014, menjadikannya pemimpin termuda dalam sejarah Madagaskar pada usia 34 tahun.

Setelah masa transisi berakhir, Rajoelina sempat mundur sementara dari politik sebelum kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018.

Ia memenangkan pemilihan tersebut dan resmi menjabat sebagai Presiden Madagaskar pada 19 Januari 2019.

Baca juga: Rusuh di Stadion Madagaskar saat Pembukaan Indian Ocean Island Games, 12 Orang Tewas Terinjak-injak

Masa pemerintahannya tidak lepas dari kontroversi.

Salah satu yang paling menonjol adalah tuduhan bahwa ia memiliki kewarganegaraan ganda Prancis-Madagaskar, yang menimbulkan perdebatan hukum dan politik di dalam negeri.

Meski demikian, Rajoelina tetap menjadi sosok berpengaruh di Madagaskar, dikenal dengan gaya kepemimpinan populis serta ambisinya untuk memodernisasi ekonomi dan infrastruktur negara.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas