Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Tahanan Palestina yang Dibebaskan Israel, Ada yang Dideportasi ke Mesir

Sebanyak 2.000 tahanan Palestina dibebaskan oleh Israel di Tepi Barat dan Gaza setelah perang berakhir. Ini sosok yang dibebaskan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Sosok Tahanan Palestina yang Dibebaskan Israel, Ada yang Dideportasi ke Mesir
YouTube Reuters
PEMBEBASAN TAHANAN PALESTINA - Momen tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel disambut ratusan orang di Tepi Barat pada Senin (13/10/2025). Inilah sosok tahanan Palestina yang dibebaskan oleh Israel dalam kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas. 
Ringkasan Berita:
  • Israel membebaskan tahanan Palestina sebanyak hampir 2.000 orang.
  • Mereka yang dibebaskan terdiri dari tahanan politik dan orang yang ditahan secara paksa.
  • Tahanan yang dibebaskan oleh Israel terbagi dalam dua kategori utama.

TRIBUNNEWS.COM - Israel telah membebaskan hampir 2.000 warga Palestina yang terdiri dari tahanan politik dan orang yang ditahan secara paksa sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran dengan Hamas.

Pembebasan besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan pelepasan 20 sandera Israel yang masih hidup dan penyerahan 28 jenazah sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut di Jalur Gaza.

Ribuan warga Palestina berkumpul di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, pada Senin (13/10/2025) untuk menyambut kembalinya para tawanan.

Mayoritas mereka yang dibebaskan adalah tahanan politik tingkat tinggi dan orang-orang yang ditahan Israel dalam dua tahun terakhir perang di Gaza.

Dikutip dari Al Jazeera, mereka yang dibebaskan oleh Israel terbagi dalam dua kategori utama.

Yang pertama adalah tahanan politik tingkat tinggi sebanyak 250 orang.

Kelompok ini terdiri dari narapidana yang menjalani hukuman seumur hidup atau hukuman penjara jangka panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya sembilan dari mereka yang berasal dari Jalur Gaza, sementara sisanya berasal dari Tepi Barat yang diduduki.

Berdasarkan afiliasi politik, 157 orang di antaranya merupakan anggota Fatah (partai yang menguasai Otoritas Palestina), 65 orang dari Hamas, dan sisanya berasal dari faksi politik yang lebih kecil.

Sebagai bagian dari kesepakatan, hanya 96 orang dari kelompok ini yang diizinkan kembali ke Tepi Barat dan Gaza.

Sementara itu, 154 orang lainnya dideportasi dari Palestina dan diasingkan ke negara pihak ketiga, yang belum diumumkan.

Baca juga: Israel Bebaskan Tawanan: Ribuan Tahanan Palestina Dipulangkan, 154 Orang Dideportasi ke Mesir

Kemudian kelompok kedua merupakan tahanan dari Gaza sebanyak 1.718 orang.

Mereka adalah warga Palestina yang, menurut PBB, "dihilangkan secara paksa" oleh Israel selama dua tahun terakhir perang di Gaza.

Kelompok ini mencakup warga sipil, termasuk paramedis, yang sebagian besar ditahan di kamp-kamp militer tanpa dakwaan.

Di antara mereka yang dibebaskan, terdapat lima anak di bawah usia 18 tahun dan dua wanita.

Kelompok hak asasi manusia internasional dan Palestina melaporkan bahwa para tahanan dari Gaza ini mengalami berbagai perlakuan buruk, termasuk pemukulan parah, kelalaian medis, kelaparan, dan penyiksaan di kamp-kamp penahanan.

Meskipun pembebasan tersebut membawa kegembiraan, prosesnya diwarnai dengan syarat-syarat ketat dan kontroversi.

Sekitar 154 tahanan politik tingkat tinggi tidak diizinkan kembali ke rumah mereka di Palestina, melainkan dideportasi dan diasingkan.

Badan berita Palestina, WAFA, melaporkan bahwa 154 orang tersebut telah dibawa ke Mesir, meskipun ini kemungkinan bukan tujuan akhir mereka.

Selain itu, pihak berwenang Israel mengeluarkan perintah yang melarang keluarga di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki untuk merayakan kembalinya orang yang mereka cintai atau mengibarkan bendera Palestina.

Israel juga memiliki sejarah menahan kembali warga Palestina yang baru dibebaskan dalam pertukaran sandera sebelumnya.

Pada November 2023, Israel membebaskan 240 tahanan dan menahan kembali sekitar 30 orang dari mereka hanya beberapa minggu kemudian.

Analis memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa mereka yang dibebaskan saat ini tidak akan ditangkap kembali.

Tokoh-tokoh penting Palestina, seperti pemimpin Fatah, Marwan Barghouti dan pemimpin Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Ahmed Saadat, tidak termasuk dalam daftar pembebasan.

Dokter terkemuka Hussam Abu Safia, yang diculik dari Rumah Sakit Kamel Adwan di Gaza utara pada Desember 2024, juga tidak dibebaskan meskipun laporan menyebutkan ia telah menjadi korban penyiksaan berat.

Baca juga: Tangis Bahagia Warga Palestina Sambut Tahanan yang Dibebaskan Israel, tapi Akui Masih Berduka

Momen Emosional Warnai Pemulangan Tahanan

Suasana haru dan sorak kegembiraan menyelimuti Jalur Gaza dan Tepi Barat pada Senin (13/10/2025), setelah Israel membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina.

Pelepasan massal ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata bersejarah yang juga menyaksikan kembalinya sandera Israel yang ditahan di Gaza.

Dalam pemandangan yang emosional, ribuan warga berkumpul untuk menyambut orang-orang terkasih yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, di balik jeruji besi Israel.

Pembebasan ini memicu kegembiraan besar di kalangan rakyat Palestina, di mana hampir setiap keluarga memiliki kerabat atau kenalan yang pernah ditahan oleh Israel.

Dikutip dari CNN, tahanan yang dibebaskan sering kali dianggap sebagai pejuang kemerdekaan oleh komunitas mereka.

Setelah pembebasan, para tahanan diangkut menggunakan bus menuju lokasi yang telah ditentukan.

Di Jalur Gaza, sebanyak 1.718 tahanan yang ditahan tanpa dakwaan dikembalikan ke Gaza dan disambut oleh kerumunan besar di Rumah Sakit Nasser, bagian selatan wilayah kantong tersebut.

Sementara sejumlah narapidana jangka panjang dibawa ke Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, dan disambut pelukan hangat dari keluarga dan teman-teman mereka.

Namun, terdapat 154 tahanan, sebagian besar dihukum karena pelanggaran kekerasan, dideportasi langsung ke Mesir dan tidak diizinkan kembali ke wilayah Palestina.

Rekaman yang beredar menunjukkan para tahanan yang baru dibebaskan mengepalkan tangan dan mengacungkan simbol "V" (kemenangan) saat turun dari bus, sebuah isyarat perlawanan yang kuat.

Otoritas Palestina sendiri mengerahkan pasukan keamanan dan petugas medis dalam jumlah besar di lokasi penyambutan.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas