Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Desak Vladimir Putin Akhiri Perang Ukraina

Trump desak Putin akhiri perang Ukraina, sebut antrean bensin di Rusia tanda ekonominya akan runtuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Donald Trump Desak Vladimir Putin Akhiri Perang Ukraina
YouTube CBS News
TRUMP PUTIN ZELENSKY - Tangkapan layar yang diambil pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan Presiden AS Donald Trump (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah), dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (14/10/2025), Trump mengatakan Putin harus mengakhiri perang di Ukraina. 
Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.330 dengan eskalasi dan tekanan baru di berbagai lini.
  • Menlu Polandia memperingatkan Rusia bisa menyerang jauh ke Eropa, sementara Zelensky mencabut kewarganegaraan Wali Kota Odesa dan tokoh pro-Kremlin.
  • Bantuan militer Eropa turun tajam, Rusia menyiapkan dua juta cadangan sukarelawan dan delapan wilayah Ukraina gelap akibat serangan.
  • Trump mendesak Putin akhiri perang, sedangkan Boeing kantongi kontrak rudal Rp43 triliun.

TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina kini telah memasuki hari ke-1.330 pada Rabu (15/10/2025).

Konflik tersebut bukanlah hal yang muncul tiba-tiba, melainkan hasil dari ketegangan panjang yang berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.

Sejak Ukraina memproklamasikan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow sering diwarnai perebutan pengaruh politik dan saling curiga.

Ketegangan mencapai titik baru pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.

Tak lama setelah itu, Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan memberikan dukungan terhadap kelompok separatis di wilayah Donbas.

Situasi memuncak pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik lokal menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menyampaikan kritik tajam terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rekomendasi Untuk Anda

“Begini, saya sangat kecewa karena Vladimir dan saya memiliki hubungan yang sangat baik, mungkin masih baik,” ujar Trump di Gedung Putih.

Perang ini kini dipandang bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi politik, dan arah masa depan tatanan dunia.

Dunia pun menyadari bahwa akar konflik masih sangat dalam, dan jalan menuju perdamaian tampaknya masih jauh dari harapan.

Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.330:

1. Menlu Polandia Peringatkan Rusia Bisa Serang Jauh ke Eropa

Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, memperingatkan Rusia bisa menyerang jauh ke wilayah Eropa.

Baca juga: Serangan Besar-besaran Rusia ke Jaringan Listrik Ukraina, Khawatir dengan Rudal Tomahawk AS?

Pernyataan itu disampaikan saat ia berada di London meresmikan pesawat tanpa awak Shahed-136 buatan Iran yang diterbangkan Rusia dan jatuh di Ukraina.

Sikorski mengatakan akan “tidak bertanggung jawab” bila Eropa tidak membangun pertahanan seperti “tembok pesawat tanpa awak” di sisi timur Eropa.

Ia juga berharap Amerika Serikat akan memasok rudal jarak jauh Tomahawk ke Ukraina untuk menyerang target di Rusia.

Selain itu, Sikorski mendesak Eropa untuk bersiap mendukung Ukraina selama tiga tahun ke depan.

“Ukraina merencanakan perang ini selama tiga tahun, yang merupakan hal bijaksana,” katanya.

“Kita perlu meyakinkan Putin bahwa kita siap tetap bertahan setidaknya selama tiga tahun itu,” tambahnya.

2. Zelensky Cabut Kewarganegaraan Wali Kota Odesa

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menangguhkan kewarganegaraan wali kota Odesa, Gennadiy Trukhanov.

Langkah itu diambil setelah dinas keamanan Ukraina (SBU) menuduh Trukhanov memiliki paspor Rusia.

SBU menyebut sang wali kota memiliki kewarganegaraan Rusia dan “memiliki paspor internasional yang sah dari negara agresor.”

Trukhanov, yang menjabat sejak 2014, membantah tuduhan tersebut dan menyebut pencabutan kewarganegaraan itu tidak sah.

“Mencabut kewarganegaraan saya secara efektif akan menggulingkan saya dari jabatan wali kota,” ujarnya dalam video di Telegram.

“Saya tidak pernah menerima paspor Rusia. Saya warga negara Ukraina,” tegasnya.

Ia menambahkan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai wali kota dan membawa kasus ini ke pengadilan.

3. Wali Kota Odesa dan Tokoh Pro-Kremlin Dicabut Kewarganegaraannya

Gennadiy Trukhanov, yang dulu dikenal berhaluan pro-Rusia, kini berubah sikap sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.

Ia secara terbuka mengecam Rusia dan fokus membela Odesa serta membantu tentara Ukraina.

Baca juga: Zelensky: Gencatan Senjata Gaza Bawa Harapan untuk Ukraina-Rusia

Odesa sendiri telah menjadi sasaran serangan berat dari pasukan Rusia.

Sumber pemerintah Ukraina mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa penari balet Sergei Polunin juga kehilangan kewarganegaraannya.

Polunin diketahui sebagai pendukung vokal Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selain itu, politisi pro-Kremlin Oleg Tsaryov — yang selamat dari upaya pembunuhan di Krimea pada 2023 — juga dicabut kewarganegaraannya.

Dikutip dari The Guardian, Tsaryov saat ini berada di bawah sanksi internasional dan menjadi buronan polisi Ukraina.

4. Bantuan Militer Eropa ke Ukraina Turun Tajam

Bantuan militer dari negara-negara Eropa untuk Ukraina dilaporkan menurun tajam pada musim panas tahun ini.

Laporan Institut Kiel untuk Ekonomi Dunia pada Selasa menyebut, total bantuan militer yang dikirim atau dialokasikan sebesar €3,3 miliar (US$3,8 miliar) pada Juli dan Agustus 2025.

Angka itu setara dengan rata-rata €1,65 miliar atau Rp31,7 triliun per bulan, turun 57 persen dibandingkan rata-rata Januari–Juni yang mencapai €3,85 miliar atau Rp74,1 triliun per bulan.

Secara keseluruhan, bantuan militer dari seluruh dunia turun 43 persen dalam periode yang sama.

Penurunan itu terjadi meskipun Kanada baru saja mengumumkan paket bantuan besar pada akhir Agustus.

5. Rusia Siap Kerahkan Dua Juta Cadangan Sukarelawan

Parlemen Rusia tengah menyiapkan amandemen undang-undang untuk memungkinkan pengerahan hingga dua juta sukarelawan cadangan militer ke Ukraina.

Amandemen tersebut akan memungkinkan mobilisasi dilakukan bahkan di masa damai, bukan hanya saat darurat militer atau perang diumumkan.

Rusia sendiri menyebut invasinya ke Ukraina sebagai “operasi militer khusus,” bukan perang.

Media pemerintah dan kantor berita RBC melaporkan, rancangan amandemen membatasi masa penugasan sukarelawan cadangan maksimal dua bulan setiap kali dikerahkan.

6. Delapan Wilayah Ukraina Gelap Akibat Serangan Rusia

Pemadaman listrik terjadi di delapan wilayah Ukraina setelah infrastruktur energi rusak akibat serangan Rusia.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.329: Uni Eropa Danai Pengadilan untuk Adili Putin

Ukrenergo, operator sistem energi Ukraina, mengatakan pemadaman darurat dilakukan di Sumy, Kharkiv, Poltava, Dnipropetrovsk, Kirovograd, Kyiv, dan Cherkasy.

“Situasi dalam sistem energi masih sulit akibat serangan Rusia sebelumnya,” kata pernyataan resmi Ukrenergo, Selasa (14/10/2025).

Perusahaan listrik swasta DTEK kemudian mengumumkan pembatalan pemadaman terencana di Kyiv.

Namun kelebihan beban jaringan dan efek sisa serangan Rusia tetap memicu pemadaman di ibu kota dan memengaruhi tekanan air, menurut pejabat setempat.

7. Rusia Serang Konvoi Bantuan PBB di Kherson

Pasukan Rusia menyerang konvoi bantuan PBB di wilayah Kherson, Ukraina selatan, pada Selasa (14/10/2025).

Baik Kyiv maupun PBB membenarkan insiden tersebut, meski tidak ada korban jiwa.

Menurut PBB, empat kendaraan konvoi yang ditandai jelas diserang menggunakan drone dan artileri Rusia saat mengirim bantuan ke kota garis depan Bilozerka.

Otoritas regional melaporkan tiga orang tewas akibat artileri Rusia di kota Kherson.

Sementara satu warga sipil lainnya meninggal setelah drone kecil menyerang mobil di kota terdekat, Nikopol.

8. Rusia Akan Pulihkan Listrik ke PLTN Zaporizhzhia

Seorang pejabat Rusia mengatakan gencatan senjata lokal diperlukan untuk memulai pekerjaan pemulihan listrik eksternal ke PLTN Zaporizhzhia.

Pekerjaan pemulihan disebut akan dimulai akhir pekan ini di pembangkit yang kini dikuasai Rusia.

PLTN yang diduduki secara ilegal itu telah menggunakan generator diesel selama tiga minggu untuk menjalankan pompa pendingin bahan bakar nuklir.

Ukraina menuduh Moskow sengaja memutus sambungan listrik eksternal guna menghubungkan PLTN ke jaringan energi Rusia.

Seorang diplomat Rusia bulan ini membantah tuduhan bahwa Moskow berencana menghidupkan kembali reaktor tersebut.

9. Trump Desak Putin Akhiri Perang Ukraina

Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (14/10/2025), Trump mengatakan Putin harus mengakhiri perang di Ukraina.

“Begini, saya sangat kecewa karena Vladimir dan saya memiliki hubungan yang sangat baik, mungkin masih baik,” kata Trump.

“Dia harus benar-benar menyelesaikan perang ini,” lanjutnya.

Trump menambahkan bahwa antrean panjang bensin di Rusia menunjukkan tekanan ekonomi yang akan menyebabkan “ekonominya runtuh.”

10. Boeing Dapat Kontrak Rp43 Triliun untuk Produksi Rudal Patriot

Boeing mengumumkan telah mengamankan kontrak senilai sekitar US$2,7 miliar atau sekitar Rp43 triliun.

Baca juga: Trump Peringatkan Putin, AS Siap Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina jika Rusia Tak Mau Hentikan Perang

Dana itu digunakan untuk memproduksi lebih dari 3.000 unit sistem pencari rudal pencegat Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).

PAC-3 merupakan bagian dari sistem pertahanan udara canggih buatan Lockheed Martin dengan total kontrak US$9,8 miliar atau Rp151,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp15.500 per dolar).

Patriot menjadi salah satu sistem utama yang dipasok negara-negara Barat untuk membantu Ukraina menghadapi serangan rudal Rusia.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas