Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Buka Jalan Perdamaian: Yakin Konflik Rusia–Ukraina Segera Berakhir

Trump optimis perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera berakhir karena kedua negara tersebut menunjukkan fleksibilitas dalam negosiasi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trump Buka Jalan Perdamaian: Yakin Konflik Rusia–Ukraina Segera Berakhir
Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump
DONALD TRUMP - Tangkap Layar Truth Social/@realDonaldTrump . Presiden Trump optimis perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera berakhir karena kedua negara tersebut menunjukkan fleksibilitas dalam negosiasi 
Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa konflik Rusia–Ukraina bisa segera berakhir, menilai kedua pihak mulai kelelahan secara militer dan ekonomi sehingga membuka peluang dialog damai.
  • Trump menegaskan Rusia–Ukraina diplomasi jadi fokus utama AS
  • Meski disambut positif oleh Ukraina, pejabat Uni Eropa dan NATO tetap waspada terhadap potensi kesepakatan yang bisa menguntungkan Rusia dan menegaskan perdamaian tidak boleh mengorbankan kedaulatan Ukraina.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa perang antara Rusia dan Ukraina dapat segera berakhir.

Optimisme itu ia sampaikan usai melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Jumat (17/10/2025).

Dalam keterangan resminya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk membuka jalan diplomasi baru yang dapat mempertemukan kepentingan kedua belah pihak.

Ia menyebut adanya “peluang besar untuk mengakhiri perang dengan cepat” jika Rusia dan Ukraina menunjukkan fleksibilitas dalam negosiasi yang akan datang.

“Saya pikir kita punya kesempatan nyata untuk mengakhiri perang ini dengan cepat, jika semua pihak mau membuka ruang kompromi,” ujar Trump di hadapan wartawan di Washington, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan itu dilontarkan bukan tanpa alasan, pasalnya Trump menilai situasi di medan perang telah berubah signifikan, dengan kedua pihak mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan militer dan ekonomi.

Di antaranya Rusia menghadapi sanksi global yang berkepanjangan, sementara Ukraina mengalami krisis energi dan sumber daya akibat perang yang melelahkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kondisi tersebut membuka peluang bagi dialog damai yang lebih realistis.

Selain alasan di atas, perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump diyakini lebih menekankan diplomasi daripada pengiriman bantuan militer. Langkah ini menciptakan ruang baru bagi negosiasi tanpa eskalasi senjata.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa langkah diplomasi ini harus ditempuh dengan hati-hati.

Ia bahkan menolak memberi komitmen langsung terhadap permintaan Ukraina untuk mendapatkan rudal jarak jauh Tomahawk, dengan alasan senjata tersebut dapat memicu eskalasi baru di kawasan.

“Tomahawk adalah senjata kuat, tapi juga berisiko besar. Kami tidak ingin langkah menuju perdamaian justru menimbulkan ketegangan baru,” kata Trump.

Baca juga: Zelensky Desak Kiriman Rudal AS, Trump Malah Serukan Damai, Rusia Kuasai 3 Desa Baru

Diplomasi Langsung Jadi Kunci

Pernyataan Trump muncul bersamaan dengan rencananya mengadakan pertemuan puncak dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Hungaria dalam beberapa minggu ke depan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan kesepakatan gencatan senjata dan peta jalan menuju perdamaian.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat kini memainkan peran sebagai jembatan komunikasi antara Moskow dan Kyiv. Ia menyebut, Washington berupaya memastikan agar negosiasi dilakukan secara setara tanpa tekanan politik berlebihan terhadap salah satu pihak.

“Jika kedua negara duduk bersama dengan itikad baik, saya pikir kita bisa mencapai sesuatu yang nyata sesuatu yang bisa menghentikan pertumpahan darah,” ujar Trump.

Sinyal Positif dari Zelensky

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik inisiatif Trump.

Ia menyebut langkah diplomatik ini sebagai momentum penting bagi negaranya yang telah menderita akibat invasi Rusia sejak Februari 2022.

“Kami percaya ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri perang. Dengan bantuan Amerika Serikat, kami yakin jalan menuju perdamaian bisa dibuka,” kata Zelensky.

Zelensky juga menegaskan bahwa Ukraina siap terlibat dalam perundingan multi-format, baik bilateral, trilateral, maupun yang difasilitasi organisasi internasional seperti PBB atau OSCE.

Namun pejabat tinggi Uni Eropa (UE) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kompromi politik dalam upaya perdamaian Rusia–Ukraina yang dinilai bisa menguntungkan Moskow.

Menurut para diplomat Eropa, setiap langkah menuju gencatan senjata harus menjamin kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Mereka menilai ada risiko bahwa negosiasi cepat tanpa dasar hukum dan politik yang kuat bisa membuat Rusia mempertahankan wilayah yang telah direbut sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

“Kami mendukung setiap langkah menuju perdamaian, tapi bukan dengan mengorbankan kedaulatan Ukraina,” ujar seorang diplomat Uni Eropa yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari Reuters.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas