Imbas Sanae Takaichi Jadi PM Jepang, Mata Uang Yen Justru Anjlok
Pelemahan ini diduga terjadi lantaran spekulasi dari investor yang memprediksi prospek suku bunga yang tidak jelas di bawah Sanae.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Mata uang Yen menunjukan pelemahan setelah Sanae Takaichi terpilih jadi PM Jepang
- Pelemahan dipicu spekulasi investor terkait arah suku bunga dan potensi belanja fiskal besar
- Sanae dikabarkan telah menunjuk Satsuki Katayama, mantan Menteri Revitalisasi Daerah, sebagai Menteri Keuangan.
TRIBUNNEWS.COM - Mata uang Yen menunjukkan pelemahan setelah Sanae Takaichi yang merupakan politisi konservatif garis keras dari Partai Demokrat Liberal (LDP) terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang pada Selasa (22/10/2025).
Dikutip dari Reuters, pelemahan ini diduga terjadi lantaran spekulasi dari investor yang memprediksi pemerintahan Sanae berpotensi menyebabkan prospek suku bunga yang tidak jelas dan peningkatan belanja fiskal.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, Sanae Takaichi yang juga menjadi pemimpin Partai LDP yang telah berkuasa lama di Jepang, resmi memenangkan pemungutan suara pemilihan Perdana Menteri di Majelis Rendah.
Kemenangan ini juga membuka jalan bagi pelantikan Sanae pada hari yang sama.
Langkah ini telah diprediksi oleh investor setelah ia mendapatkan dukungan dari partai oposisi sayap kanan, yakni Partai Nippon Ishin no Kai (NIK) pada hari Senin (21/10/2025)
Adapun mata uang Jepang tersebut, terakhir melemah 0,4 persen menjadi 151,38 per dolar AS atau senilai Rp 109,75 per Yen.
Fenomena ini dimaklumi oleh sejumlah pakar finansial seperti Hirofumi Suzuki yang menjabat Kepala Strategi FX di SMBC.
"Meskipun stimulus fiskal diprediksi akan dilakukan, langkah tersebut kemungkinan tidak akan ambisius mengingat kesulitan dalam pengelolaan kebijakan," ujar Hirofumi.
"Pelemahan tajam yen kemungkinan dapat dihindari, dengan tekanan pelemahan ringan terhadap yen diprediksi akan berlanjut," lanjutnya.
Sebelum pemilihan di majelis rendah, sejumlah media lokal juga melaporkan bahwa Takaichi telah menyelesaikan rencana untuk menunjuk Satsuki Katayama, mantan Menteri Revitalisasi Daerah, sebagai Menteri Keuangan.
Dalam wawancara dengan Reuters pada Maret lalu, Katayama menyatakan preferensinya terhadap yen yang lebih kuat.
Baca juga: Sejarah Baru Jepang: Sanae Takaichi, PM Perempuan Pertama dari Keluarga Sederhana
Penunjukannya dapat memberikan pasar alasan untuk mempertimbangkan kembali gagasan menekan yen terlalu rendah.
Meski demikian, dukungan Takaichi terhadap stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang lebih longgar membuat investor waspada serta mempersulit langkah Bank Sentral Jepang (BOJ) dalam menaikkan suku bunga.
"Dari perspektif politik... mungkin ada pertimbangan untuk menunda pengetatan moneter hingga pelonggaran fiskal mulai berjalan. BOJ dengan demikian terjepit antara dua pilihan yang sulit," kata Fred Neumann, Kepala Ekonom Asia HSBC.
Yen sendiri kesulitan melawan mata uang lainnya, dengan euro terakhir naik 0,33 persen menjadi 176,06 yen, sementara sterling naik 0,28 persen ke 202,55 yen.
Kisi-kisi Kabinet Sanae Takaichi
Setelah resmi menapak sebagai perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi juga memulai pertimbangan menyeluruh terhadap susunan kabinet barunya nanti.
Sebelumnya dalam pembentukan koalisi dengan NIK, LDP sempat meminta partai yang dipimpin oleh Hirofumi Yoshimura untuk menyampaikan daftar calon menteri Kabinetnya.
Namun demikian, NIK cenderung menolak tawaran dari LDP tersebut.
Sebagai gantinya, NIK mengajukan Takashi Endo yang merupakan ketua Komite Urusan Diet sebagai penasihat khusus perdana menteri.
Sementara itu, Sanae Takaichi juga telah memutuskan untuk mengangkat mantan Menteri Pertahanan Minoru Kihara sebagai Sekretaris Kabinet yang merupakan jabatan kunci dalam operasi pemerintahan.
Untuk mempererat persatuan dalam LDP, ia berencana mengangkat mantan Sekretaris Jenderal Toshimitsu Motegi, yang menjadi pesaingnya dalam bursa kepemimpinan partai, sebagai menteri luar negeri.
Ia juga berencana memberikan jabatan Kabinet kepada pesaing pemilihannya Shinjiro Koizumi, Menteri Pertanian saat ini, dan Yoshimasa Hayashi, Sekretaris Kabinet saat ini.
Selama bursa kepemimpinan partai, Takaichi menyatakan niatnya untuk mengangkat banyak anggota parlemen perempuan ke posisi Kabinet jika ia terpilih menjadi perdana menteri.
Perhatian kini tertuju pada apakah jumlah menteri perempuan dalam Kabinet akan melampaui rekor sebelumnya sebanyak lima orang.
Menurut beberapa sumber internal partai, Satsuki Katayama, mantan menteri revitalisasi daerah yang mendukung Takaichi dalam bursa kepemimpinan, dan Midori Matsushima, mantan menteri kehakiman, sedang dipertimbangkan untuk mendapat jabatan Kabinet.
Selain representasi kaum wanita, sorotan juga tertuju pada wacana pengangkatan anggota parlemen yang terlibat dalam skandal pendanaan politik LDP ke dalam kabinet Sanae Takaichi.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Perdana Menteri Fumio Kishida dan Shigeru Ishiba selama ini telah menghindari mengangkat anggota LDP yang bermasalah dalam Kabinet mereka.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.