Prabowo: “Saya Memiliki Ikatan Emosional dengan Yordania”
Prabowo sambut Raja Abdullah II, ungkap ikatan emosional. Menlu sebut sahabat lama, bahas fosfat hingga pertahanan.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Prabowo sambut Raja Abdullah II dengan pelukan hangat, kenang ikatan emosional sejak lama.
- Menlu Sugiono sebut hubungan keduanya lebih dari diplomasi, sahabat sejak masa muda.
- Catatan sejarah: Prabowo sempat menetap di Yordania pasca kerusuhan 1998, perkuat kedekatan personal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025).
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa senang atas kedatangan Raja Abdullah II.
“Selamat datang di Jakarta. Saya sangat senang bertemu Anda kembali setelah kunjungan saya ke Amman April lalu,” kata Prabowo.
Prabowo menyinggung kondisi di Timur Tengah yang penuh tantangan.
“Kita sedang berada di masa-masa sulit, di mana kami tahu Anda sedang menghadapi situasi yang sulit di kawasan Timur Tengah,” ujarnya.
Presiden menegaskan hubungan Indonesia–Yordania telah terjalin sejak 1951, atau 74 tahun lalu.
Ia menambahkan, secara pribadi memiliki kedekatan dengan Yordania karena pernah tinggal di sana hampir tiga dekade lalu.
“Seperti yang Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional dengan Yordania,” ucapnya.
Prabowo mengenang masa ketika Raja Hussein, ayah dari Raja Abdullah II, menyambutnya dengan ramah.
“Yang Mulia Raja Hussein menerima saya dengan penuh kasih. Saya selalu mengenang masa-masa saya di Yordania dengan penuh kasih,” pungkasnya.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II bukan sekadar diplomasi antarnegara, melainkan ikatan personal yang sudah terjalin sejak masa muda.
“Hubungan keduanya merupakan hubungan yang lebih dari sekedar hubungan bilateral dan diplomatik kedua negara, tetapi lebih dalam dari itu. Keduanya juga merupakan sahabat lama yang sejak masa mudanya sudah saling mengenal,” ujarnya.
Baca juga: Momen Langka: Prabowo Antar Raja Yordania Naik Buggy di Istana
Sugiono menambahkan, kerja sama militer Indonesia–Yordania telah berlangsung sejak Prabowo masih aktif di TNI.
“Dulu juga waktu bapak presiden masih aktif di tentara selalu melaksanakan kerja sama dan latihan-latihan militer dengan Kerajaan Yordania,” ucapnya.
Sahabat Lama, Kini Mitra Kenegaraan
Hubungan emosional Prabowo Subianto dengan Yordania, termasuk dengan Raja Abdullah II, telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.
Kedekatan itu berawal ketika keduanya sama-sama mengikuti pendidikan militer di Fort Benning, Amerika Serikat, pada tahun 1981. Fakta ini tercatat dalam riwayat pendidikan militer kedua tokoh sebagaimana dilaporkan sejumlah arsip resmi.
Hubungan personal tersebut semakin erat ketika Prabowo menetap cukup lama di Yordania pasca kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Soeharto. Pada periode akhir 1990-an hingga awal 2000-an, ia mendapat ruang dan dukungan dari keluarga Kerajaan Yordania, khususnya Raja Hussein, ayah dari Raja Abdullah II, sebagaimana disebutkan dalam catatan perjalanan politik Prabowo.
Ikatan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan kenegaraan setelah keduanya menjabat sebagai kepala negara. Raja Abdullah II naik takhta pada 1999, sementara Prabowo terpilih sebagai Presiden RI pada 2024. Pertemuan resmi mereka berlangsung di Istana Huseniah, Amman, pada 14 April 2025, sebagaimana dilaporkan media resmi Yordania, dan berlanjut dengan kunjungan balasan Raja Abdullah II ke Istana Merdeka, Jakarta, pada 14 November 2025.
Dalam momentum itu, Indonesia dan Yordania menegaskan kerja sama strategis, mulai dari pendidikan militer bagi perwira Indonesia hingga komitmen bersama mendorong perdamaian di Palestina dan Jalur Gaza, termasuk rencana pengiriman pasukan dalam misi perdamaian internasional, sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.
Pertemuan dan Agenda Strategis
Raja Abdullah II tiba di Indonesia melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dengan pengawalan jet tempur F-16, Jumat (14/11/2025). Presiden Prabowo menyambut langsung dengan pelukan hangat sebelum keduanya menuju Istana Merdeka.
Di sana, Raja Abdullah II disambut upacara kenegaraan dengan tembakan 21 meriam dan lagu kebangsaan kedua negara, lalu bersama Prabowo melakukan inspeksi pasukan, memperkenalkan delegasi, menandatangani buku tamu, berfoto bersama, dan melanjutkan pertemuan empat mata serta bilateral.
Agenda pembahasan mencakup isu Timur Tengah, kerja sama pertahanan, dan sektor ekonomi.
Menlu Sugiono menyebut Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu dengan Danantara pada Sabtu (15/11/2025) untuk membicarakan kerja sama ekonomi, termasuk investasi fosfat. Fosfat sendiri merupakan komoditas penting bagi industri pupuk Indonesia, sehingga kerja sama ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, kedua negara menegaskan komitmen memperkuat pelatihan militer bersama, sementara rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza masih dikaji bersama negara-negara dalam group of New York.
Makna Kunjungan
Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia menampilkan dua sisi diplomasi: protokol resmi yang ketat dan gestur personal yang hangat.
Dari penyambutan di Halim hingga pertemuan di Istana, hubungan Indonesia–Yordania ditunjukkan bukan hanya sebagai persahabatan, tetapi juga sebagai kemitraan strategis berorientasi pada perdamaian, stabilitas kawasan, dan kesejahteraan bersama.
Kedekatan personal Prabowo dan Raja Abdullah II, yang berakar sejak masa muda dan diperkuat pengalaman sejarah, memberi dimensi tambahan pada diplomasi formal.
Kerja sama kedua negara hadir bukan sekadar berbasis kepentingan, melainkan juga kepercayaan dan kedekatan emosional.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.