Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Taiwan Siapkan Dana Perang Rp663 Triliun, Ancang-ancang Hadapi Potensi Invasi Tiongkok

Taiwan tambah anggaran militer raksasa hingga Rp663T untuk hadapi ancaman China. Ketegangan memuncak, dukungan AS ikut memperkuat barisan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Taiwan Siapkan Dana Perang Rp663 Triliun, Ancang-ancang Hadapi Potensi Invasi Tiongkok
Tangkapan Layar laman Kementerian Pertahanan Taiwan
MILITER TAIWAN - Anggaran pertahanan Taiwan melonjak Rp663T. Dana ini bagian dari modernisasi senjata dan kesiapan militer dipacu jelang 2027 untuk cegah invasi Tiongkok. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Taiwan meningkatkan anggaran pertahanan sebesar 40 miliar dolar AS untuk membeli senjata modern, memperkuat sistem keamanan, dan mempersiapkan kesiapan tempur maksimal pada 2027 sebagai antisipasi invasi Tiongkok.
  • Tambahan anggaran ini membuat belanja militer Taiwan mencapai 3,32 persen PDB pada 2026, tertinggi sejak 2009.
  • China merespons keras kebijakan tersebut, kembali menegaskan Taiwan bagian dari wilayahnya dan berkomitmen menghancurkan setiap bentuk campur tangan asing.

 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Taiwan mengumumkan rencana penambahan anggaran militer sebesar 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp633  triliun (kurs Rp16.670)

Keputusan ini diumumkan Presiden Taiwan Lai Ching-te pada Rabu (26/11/2025).

Dalam keterangan resmi yang dikutip dari Reuters, Presiden Lai Ching-te menjelaskan investasi besar sengaja dilakukan agar Taiwan bisa membeli lebih banyak senjata modern.

Serta memperkuat sistem keamanan, dan meningkatkan kemampuan tempur prajuritnya jika suatu hari terjadi serangan atau invasi dari Tiongkok.

Mengingat selama lebih dari tujuh dekade hubungan kedua negara terus memanas, akibat keputusan Taiwan memisahkan diri setelah perang saudara pada 1949 silam.

Taiwan menganggap dirinya telah berkembang sebagai negara demokratis, namun China tetap menganggap pulau itu wilayahnya.  

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, Beijing semakin aktif melakukan tekanan militer melalui patroli kapal perang dan penerbangan jet tempur di sekitar Taiwan.

Meningkatnya ancaman tersebut mendorong Presiden Lai Ching-te memperkuat kemampuan tempur dan mempercepat modernisasi senjata dengan target kesiapan maksimal pada 2027.

Kebijakan ini menjadi sinyal tegas bahwa Taiwan tidak ingin lengah dan memilih memperkuat pertahanan sebagai tameng utama jika konflik meluas.

Taiwan tidak ingin hanya bergantung pada bantuan negara lain jika terjadi konflik, sehingga persiapan mandiri dianggap sangat penting.

“Dana miliaran dolar itu diarahkan untuk “mempertahankan Taiwan yang demokratis,” tegas Lai.

“Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional,” imbuhnya.

Baca juga: Jepang Kerahkan Rudal ke Pulau Dekat Taiwan, Siaga Perang Lawan China

Anggaran Pertahanan Naik Tertinggi Sejak 2009

Data resmi menunjukkan bahwa tambahan dana pertahanan senilai 40 miliar dolar AS mendorong PDB Taiwan pada 2026 melesat tajam mencapai 3,32 persen.

Jadi anggaran pertahanan tertinggi sejak 2009. Presiden Lai bahkan menargetkan peningkatan hingga 5 persen PDB pada tahun 2030, yang menunjukkan skala keseriusan pembaruan militernya.

Menteri Pertahanan Wellington Koo menjelaskan bahwa dana sebesar 39,9 miliar dolar AS akan digunakan untuk akuisisi sistem persenjataan baru.

Adapun sebagian besar pengadaan ini akan datang dari Amerika Serikat, mengingat Washington masih menjadi mitra keamanan paling strategis bagi Taiwan.

Namun Presiden Lai menepis anggapan bahwa kebijakan peningkatan anggaran ini terkait dengan negosiasi tarif perdagangan dengan AS.

Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertahanan murni dilakukan atas dasar kebutuhan keamanan nasional, bukan karena tekanan atau timbal balik politik.

Hubungan Taiwan–Amerika Serikat sendiri disebut berada pada posisi yang sangat solid, terutama dengan meningkatnya dukungan terbuka Washington terhadap kemampuan pertahanan Taipei.

Sikap itu diperkuat oleh pernyataan Duta Besar AS de facto untuk Taiwan, Raymond Greene, yang menyebut langkah ini sebagai keputusan strategis yang tepat.

Greene menilai bahwa percepatan perolehan kemampuan asimetris, jenis pertahanan yang fokus pada strategi efisiensi untuk mengimbangi kekuatan musuh yang lebih besar menjadi elemen terpenting dalam meningkatkan daya cegah Taiwan terhadap ancaman invasi Tiongkok.

Dukungan ini sekaligus menegaskan bahwa peningkatan anggaran bukan hanya langkah domestik, melainkan bagian dari dinamika keamanan regional yang lebih luas di Asia Pasifik.

Beijing Siap Hancurkan Upaya Campur Tangan Asing

Merespon rencana penambahan anggaran militer yang dilakukan Taiwan, China menanggapi kebijakan tersebut dengan sikap keras.

Bagi Beijing, rencana modernisasi pertahanan Taipei dianggap sebagai ancaman terhadap konsep “satu China.

Dalam perkembangan terbaru, juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Peng Qingen, bahkan mengeluarkan pernyataan tegas yang mencerminkan kepercayaan diri Beijing terhadap kekuatan militernya.

Ia menegaskan bahwa China memiliki tekad dan kemampuan untuk mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai integritas wilayah nasional.

Baca juga: Taiwan Siaga Perang Lawan China, Kirim 11 Juta Buku Panduan ke Warga Berisi Langkah Darurat

Peng bahkan menyampaikan bahwa China akan menghancurkan semua bentuk campur tangan asing, sebuah pernyataan yang secara implisit menyasar negara-negara yang menjalin kerja sama strategis dengan Taiwan, khususnya Amerika Serikat dan Jepang.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa saat setelah Jepang mengumumkan rencana penempatan sistem rudal di wilayah pulau yang berdekatan dengan Taiwan.

Bagi Beijing, langkah itu dianggap sebagai bentuk keterlibatan pihak luar dalam isu yang mereka nilai sebagai persoalan internal.

China memandang setiap bantuan militer atau dukungan strategis terhadap Taipei sebagai bagian dari intervensi yang harus dilawan.

(Tribunnews.com/Namira)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas