Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.375: Delegasi Ukraina ke AS Bahas Rencana Akhiri Perang
Negosiator Ukraina akan mengunjungi AS akhir pekan ini untuk membahas rencana Washington guna mengakhiri perang Ukraina.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.375 dengan pertempuran yang masih berlanjut dan upaya diplomasi kembali digerakkan.
- Delegasi Ukraina dijadwalkan bertemu AS untuk membahas rencana perdamaian.
- Dua kapal tanker dari armada bayangan Rusia mengalami ledakan di Laut Hitam dekat Selat Bosphorus Turki pada Jumat (28/11/2025).
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina telah memasuki hari ke-1.375, pada Sabtu (29/11/2025).
Konflik panjang ini berawal dari ketegangan yang tersisa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina menyatakan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow tidak pernah sepenuhnya stabil, diselimuti perebutan pengaruh dan saling curiga di ranah politik maupun keamanan.
Puncak friksi muncul pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di kawasan Donbas.
Ketegangan tersebut berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.
Terkini, Para negosiator Ukraina akan mengunjungi AS akhir pekan ini untuk membahas rencana Washington guna mengakhiri perang Ukraina.
Konflik yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan perebutan wilayah kini berkembang menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi kekuatan global, serta taruhan masa depan tatanan keamanan internasional.
Sejumlah analis menilai akar permasalahan sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dan penuh rintangan.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.375
Baca juga: Belgia Kecam Rencana Uni Eropa Gunakan Rp 4 Ribu Triliun Aset Rusia yang Dibekukan Buat Ukraina
1. Serangan Drone Rusia Guncang Kyiv
Serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia menargetkan Kyiv pada Sabtu (29/11/2025) dini hari.
Satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka, kata pihak berwenang di ibu kota Ukraina.
"Pesawat nirawak musuh berada di atas kota, dengan pertahanan udara merespons," ujar Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, melalui Telegram, dikutip dari The Guardian.
"Ada beberapa target di pinggiran ibu kota," tambahnya.
Ia mengatakan korban tewas adalah seorang pria, sementara seorang anak termasuk di antara yang terluka.
Ledakan keras terdengar sekitar tengah malam.
Wali Kota Vitaly Klitschko memperingatkan warga untuk tetap berada di tempat perlindungan.
Beberapa bangunan tempat tinggal dan kendaraan dilaporkan rusak.
Empat dari korban luka telah dirawat di rumah sakit, kata Klitschko.
"Musuh sedang menyerang wilayah Kyiv dengan rudal dan pesawat nirawak," kata gubernur wilayah Kyiv, Mykola Kalashnyk.
"Daerah pemukiman dan rumah-rumah penduduk sedang diserang," ujarnya.
2. Kepala Staf Zelensky Andriy Yermak Mengundurkan Diri
Kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Andriy Yermak, mengundurkan diri setelah badan antikorupsi melakukan penggeledahan di apartemennya pada Jumat (27/11/2025).
Laporan mengenai penggeledahan itu disampaikan oleh Dan Sabbagh.
Pengunduran diri Yermak diumumkan Zelensky melalui video di media sosial pada Jumat (27/11/2025) sore.
Baca juga: Di Tengah Perang, Ukraina Dilanda Kasus Mega Korupsi, Rumah Kepala Staf Presiden Digeledah
Zelensky memuji kinerja Yermak namun menegaskan bahwa "tidak boleh ada alasan untuk terganggu oleh apa pun selain pertahanan Ukraina."
Ia menyampaikan bahwa Kyiv kini sangat bergantung pada dukungan AS dalam menghadapi tuntutan teritorial Rusia.
Presiden menyebut Yermak telah mengajukan pengunduran dirinya.
Pencarian penggantinya akan dimulai pada Sabtu (29/11/2025).
Kantor presiden Ukraina yang dipimpin Yermak juga akan "diatur ulang" sebagai bagian dari proses tersebut.
3. Delegasi Ukraina ke AS Bahas Rencana Akhiri Perang
Para negosiator Ukraina akan mengunjungi AS akhir pekan ini untuk membahas rencana Washington guna mengakhiri perang Ukraina.
Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat senior yang meminta anonimitas.
"Pembicaraan kemungkinan berlangsung di Florida," kata sumber tersebut.
Yermak sebelumnya dijadwalkan hadir sebelum ia diberhentikan dari jabatannya.
4. Ukraina Bantah Klaim Rusia Kuasai Kupiansk
Pasukan Ukraina mempertahankan posisi mereka di kota Kupiansk, Ukraina timur laut, meskipun Rusia mengklaim telah menguasai kota tersebut sepenuhnya.
"Pasukan kami terus melakukan aksi defensif, pencarian, dan serangan," tulis Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrskyi, di Telegram.
Ia menyampaikan hal itu setelah mengunjungi wilayah Kupiansk di Kharkiv pada Jumat (27/11/2025).
"Aksi-aksi ini dilakukan setiap hari sebagai bagian dari langkah-langkah komprehensif untuk menstabilkan situasi di Kupiansk," ujarnya.
Syrskyi mengatakan pasukan Ukraina "bertahan di garis pertahanan yang ditentukan dan meningkatkan tekanan tembakan untuk memblokir rute pasokan musuh."
5. Putri Jacob Zuma Mundur dari Parlemen Terkait Dugaan Rekrutmen ke Rusia
Putri mantan presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, Duduzile Zuma-Sambudla, mengundurkan diri sebagai anggota parlemen.
Ia dituduh menipu 17 pria Afrika Selatan agar pergi ke Rusia untuk bertempur di Ukraina.
Baca juga: Putin Mau Akhiri Perang jika Ukraina Serahkan Wilayah ke Rusia
Pria-pria tersebut mengaku berangkat untuk berlatih menjadi pengawal partai uMkhonto weSizwe (MK) milik Zuma.
Jurnalis Rachel Savage melaporkan bahwa Zuma-Sambudla, 43 tahun, secara sukarela mengundurkan diri sambil bekerja sama dalam penyelidikan polisi.
Ketua MK mengatakan ia juga berupaya memulangkan para pria tersebut dalam konferensi pers di Durban.
6. Rusia Tetapkan HRW “Tidak Diinginkan”, Organisasi Tetap Lanjutkan Investigasi
Human Rights Watch menyatakan tetap akan menyelidiki Rusia dan tindakan militernya di Ukraina.
Pernyataan itu disampaikan meskipun Moskow menetapkan HRW sebagai organisasi "tidak diinginkan" pada Jumat (27/11/2025) pagi.
Kepada Agence France-Presse, HRW mengatakan mereka "tidak terkejut" dengan penetapan tersebut.
Status itu secara efektif mengkriminalisasi aktivitas mereka di Rusia dan siapa pun yang bekerja sama dengan mereka.
HRW berjanji melanjutkan pekerjaan dari jarak jauh.
Organisasi tersebut tidak memiliki kantor di Rusia sejak 2022 setelah pemerintah menutup markas mereka di Moskow.
7. Dua Kapal Tanker Rusia Meledak di Laut Hitam
Dua kapal tanker dari armada bayangan Rusia mengalami ledakan di Laut Hitam dekat Selat Bosphorus Turki pada Jumat (27/11/2025).
Ledakan memicu kebakaran di kedua kapal dan operasi penyelamatan langsung dilakukan.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1372: Perundingan Damai Mandek, Trump Kirim Utusan ke Moskow
Menurut Kementerian Perhubungan Turki, kapal Kairos meledak dan terbakar saat berlayar dari Mesir menuju Rusia.
Direktorat Urusan Maritim Turki mengatakan kapal Virat juga dilaporkan tertabrak sekitar 35 mil laut dari pantai.
Kedua kapal tersebut masuk dalam daftar kapal yang dikenai sanksi internasional atas invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, menurut data LSEG.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.