Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibu dan Bayinya Sembunyi di Selokan Hindari Tembakan Tentara Thailand

Serangan militer Thailand selama dua hari di wilayah perbatasan telah menewaskan tujuh warga sipil Kamboja dan melukai 20 orang  lainnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Ibu dan Bayinya Sembunyi di Selokan Hindari Tembakan Tentara Thailand
Foto tangkapan layar
BERLINDUNG DI SELOKAN - Sambil menggendong bayinya, seorang ibu di perbatasan Kamboja-Thailand berlindung di selokan dari perang kedua negara. /Video Khmer Times 
Ringkasan Berita:
  • Pasukan militer Thailand dan Kamboja terlibat bentrok di perbatasan kedua negara
  • Serangan tersebut melibatkan tank dan menewaskan 4 orang warga sipil Kamboja serta memaksa puluhan ribu orang mengungsi, menurut media Kamboja Khmer Times
  • Sementara media Bangkok Post melansir jet tempur F-16 Thailand menggempur sebuah kasino di perbatasan Kamboja'

TRIBUNNEWS.COM, THAILAND -  Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja mengatakan serangan militer Thailand selama dua hari di wilayah perbatasan telah menewaskan tujuh warga sipil Kamboja dan melukai 20 orang  lainnya.

Letnan Jenderal Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional, mengatakan laporan awal dari otoritas provinsi setempat mengonfirmasi bahwa pasukan Thailand melepaskan tembakan ke wilayah sipil sejak Senin kemarin hingga pagi ini, Selasa (12/8/2025).

Thailand juga mengerahkan jet tempur F-16 dan tank ke perbatasan dua negara.

Media Khmer Times,  serangan tersebut terjadi pagi tadi dan  mengakibatkan tujuh korban tewas dan 20 orang luka-luka.

"Itu tindakan tidak manusiawi dan brutal yang menargetkan penduduk sipil," demikian Maly Socheata.

Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja menyebut serangan militer Thailand tersebut merupakan "pelanggaran nyata" terhadap perjanjian gencatan senjata dan deklarasi perdamaian bersama yang ditandatangani antara Kamboja dan Thailand pada 26 Oktober 2025 lalu.

Dalam deklarasi itu disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN.

Roket Kamboja Gempur Thailand

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Bangkok Post menulis roket Kamboja, pesawat tanpa awak bunuh diri, dan peluru artileri menghantam tiga provinsi timur laut Thailand pada Selasa pagi, menurut laporan Wilayah Angkatan Darat ke-2.

Roket Kamboja ditembakkan dari peluncur roket ganda BM-21, dimulai sekitar pukul 4.50 pagi.

Selasa pagi, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand  mengatakan Kamboja terus-menerus memprovokasi dengan menembakkan senjata dan menanam ranjau darat.

Thailand tidak dapat lagi menoleransi provokasi terus-menerus ini dan harus merespons.

"Operasi militer Thailand akan terus berlanjut hingga Kamboja menunjukkan keinginannya akan perdamaian," kata Laksamana Muda Surasant.

Puluhan ribu warga mengungsi

Perang Thailan dengan Kamboja menyebabkan ribuan warga yang tinggal di perbatasan dua negara memilih mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Warga Kamboja di perbatasan mengungsi ke  provinsi Siem Reap.

Pasukan Thailand terus melepaskan tembakan melintasi perbatasan, menggunakan berbagai jenis amunisi berat, yang memicu kekhawatiran di kalangan penduduk dan otoritas yang memantau situasi.

Media Khmer Times menangkap gambar evakuasi massal penduduk yang mencari perlindungan di provinsi Siem Reap.

Tak hanya itu sejumlah video di media sosial memperlihatkan seorang ibu bersembunyi dengan  bayinya di dalam selokan  di provinsi Preah Vihear.

Mereka berlindung dari serangan militer Thailand.

Demikian pula sebaliknya, warga Thailand di perbatasan berbondong bondong mengungsi menyelamatkan diri dari artileri tentara Kamboja.

Sempat didamaikan Trump

Thailand dan Kamboja sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada 29 Juli 2025 setelah lima hari pertempuran di perbatasan.

Pertempuran lima hari di perbatasan dua negara itu mengakibatkan sedikitnya 33 orang​ tewas dan  puluhan ribu warga mengungsi​.

28 Juli 2025,  dua negara dimediasi  di Putrajaya, Malaysia, oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim ASEAN. selaku Ketua ASEAN.

Presiden AS Donald Trump juga telah memediasi kedua belah pihak dan sepakat hentikan perang.

Namun sejak kemarin  8 Desember 2025, militer Thailand melancarkan serangan udara ke sasaran militer Kamboja di perbatasan setelah menuduh Kamboja lebih dulu menembak.

Sumber: Bangkok Post/Khmer Times

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas