Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya

Proposal damai Rusia-Ukraina dipangkas menjadi 20 poin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan mengungkap isinya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya
Website Presiden Ukraina
ZELENSKY DI LONDON - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Selasa (9/12/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Federal Jerman Friedrich Merz di London pada Senin, 8 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Zelensky mengatakan hanya ada 20 poin dalam proposal perdamaian setelah delegasi Ukraina berdiskusi dengan AS.
  • Zelensky belum ada kesepakatan mengenai penyerahan wilayah Ukraina kepada Rusia.
  • Selain para pemimpin Inggris, Prancis dan Jerman, Zelensky menggalang lebih banyak dukungan dari pejabat Uni Eropa dan Sekjen NATO.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan optimis akan mengungkap rencana perdamaian yang direvisi dengan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (9/12/2025).

Ukraina mendapat tekanan dari AS untuk menyetujui proposal perdamaian yang didukung AS dengan tujuan mengakhiri perang Rusia-Ukraina. 

Proposal tersebut sebelumnya terdiri dari 28 poin yang dipandang lebih menguntungkan Rusia.

Setelah direvisi, kini hanya tersisa 20 poin dalam proposal tersebut.

Di antara poin tersebut, Zelensky menegaskan belum ada kesepakatan mengenai penyerahan wilayah Ukraina kepada Rusia.

"Semangat Amerika, pada prinsipnya, adalah untuk menemukan kompromi. Tentu saja, ada isu-isu kompleks terkait wilayah tersebut, dan kompromi belum ditemukan di sana," ujar Zelensky pada Senin (8/12/2025).

Presiden berusia 47 tahun itu berulang kali menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan Zelensky muncul setelah ia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz di London pada Senin.

"Mereka menekankan perlunya perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina, yang mencakup jaminan keamanan yang kuat," kata juru bicara perdana menteri Inggris mengenai pertemuan itu.

Mereka kemudian menelepon para pemimpin lainnya di Eropa dan memberi tahu hasil pertemuan dengan Zelensky. 

Semua sepakat untuk meningkatkan dukungan bagi Ukraina dan memperkuat tekanan ekonomi terhadap Putin.

Baca juga: Kunjungi Moscow, Menperin Agus Gumiwang Pacu Kolaborasi Teknologi dan Manufaktur dengan Rusia

Macron mengatakan di platform media sosial X bahwa Ukraina dapat mengandalkan dukungan Eropa untuk perdamaian yang adil dan abadi, menyoroti sanksi baru Eropa dan AS terhadap Rusia, lapor Anadolu Agency.

Pertemuan dadakan tersebut terjadi tak lama setelah delegasi Ukraina berunding dengan AS di Florida.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin Eropa menegaskan dukungannya untuk Ukraina dan memperkuat posisinya. 

Zelensky Temui Sekjen NATO dan Pejabat Uni Eropa

Setelah bertemu para pemimpin Eropa, Zelensky terbang ke Brussels untuk menemui para pejabat Uni Eropa dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. 

Ia menggambarkan pertemuan itu berjalan baik dan produktif.

"Kami bertindak secara terkoordinasi dan konstruktif," kata Zelensky menjelaskan tentang pertemuan itu, Senin.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga mengungkapkan hal yang sama.

"Uni Eropa tetap teguh dalam dukungannya terhadap Ukraina," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di platform X, Senin.

"Keamanan Ukraina harus dijamin, dalam jangka panjang, sebagai garis pertahanan pertama bagi Uni kita," tambahnya, merujuk pada desakan Ukraina untuk memberikan pencegahan yang kuat terhadap serangan Rusia kembali.

Para pendukung Ukraina di Uni Eropa, termasuk Estonia, Finlandia, Irlandia, Latvia, Lithuania, Polandia, dan Swedia mendesak lembaga tersebut agar melanjutkan upaya menggunakan aset Rusia yang disita.

Mereka mendukung penggunaan aset Rusia untuk mendanai Ukraina dalam perang melawan Rusia, lapor Sky News.

Setelah pertemuan dengan Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menguraikan proposal pinjaman reparasi Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan guna menutupi kerusakan perang.

"Jadi, semakin lama (Presiden Rusia Vladimir) Putin mengobarkan perang, menumpahkan darah, merenggut nyawa, dan menghancurkan infrastruktur Ukraina, semakin tinggi pula kerugian yang harus ditanggung Rusia," tulis von der Leyen di platform X, Senin.

Rangkaian pertemuan Zelensky dengan para pemimpin Eropa terjadi saat Presiden AS Donald Trump tampak semakin bersemangat untuk mendorong kesepakatan damai dengan proposal awal.

Delegasi AS bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow minggu lalu, tapi tidak ada kemajuan apapun.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas