Bentrok Senjata Thailand dan Kamboja Semakin Panas, Phnom Penh Sebut 10 Warganya Tewas
Kamboja menyebut Thailand sengaja menyasar pemukiman warga dalam serangan roket terbaru. Sebut 10 warga Kamboja tewas.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Konflik antara Thailand dengan Kamboja semakin memanas.
- Memasuki hari keempat, Kamboja menuduh Thailand sengaja menyasar pemukiman warga saat menembakkan peluru artileri ke berbagai lokasi.
- Pemerintah Kamboja melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 60 lainnya terluka dalam serangan terbaru Thailand.
TRIBUNNEWS.COM - Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas.
Pemerintah Kamboja melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 60 lainnya terluka dalam putaran terbaru bentrokan di wilayah perbatasan kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, korban tewas meliputi 10 warga sipil, termasuk seorang bayi, dan 60 lainnya luka-luka.
Laporan korban jiwa ini disampaikan Socheata dalam konferensi pers pada Kamis (11/12/2025).
Menurut Socheata, konflik perbatasan Kamboja-Thailand kembali pecah pada Minggu sore dan masih berlangsung hingga Kamis pagi.
Kamboja menuduh Angkatan Darat Thailand telah menembakkan peluru artileri ke berbagai lokasi di wilayah Kamboja.
"Korban jiwa termasuk 10 warga sipil, di antaranya satu bayi, dan 60 warga sipil menderita luka-luka," tegas Socheata, dikutip dari CGTN.
Eskalasi pertempuran ini telah memicu krisis pengungsian besar-besaran.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Rabu malam, disebutkan bahwa lebih dari 56.000 keluarga, atau sekitar 190.000 warga sipil, terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat perlindungan yang aman.
Kamboja menuduh tentara Thailand melanggar hukum humaniter internasional dengan menembaki warga sipil di Desa Prey Chan.
Lebih lanjut, serangan artileri Thailand dituduh menghantam area Candi Khnar serta wilayah O'Smach, merusak rumah, sekolah, jalan, pagoda, dan candi kuno.
Baca juga: Mengulik Armada Peluncur Roket D11A Thailand: Karya Kolaborasi Israel dengan Jarak Tembak 450 Km
"Tindakan agresi brutal militer Thailand ini secara membabi buta menargetkan area sipil, khususnya sekolah, dan menghancurkan Candi Ta Krabey serta Candi Preah Vihear, yang merupakan situs warisan budaya dunia yang sangat sakral bagi Kamboja," tulis Kementerian Pertahanan Kamboja.
Kamboja mendesak Thailand untuk segera menghentikan semua aktivitas permusuhan, menarik pasukannya, dan menghindari tindakan agresi yang mengancam perdamaian dan stabilitas regional.
Thailand Tuduh Balik Kamboja
Menanggapi tuduhan tersebut, Thailand balik menuduh Kamboja "sengaja" menggunakan situs bersejarah sebagai "basis operasi militer", sehingga dianggap bersalah karena melanggar hukum internasional.
"Kamboja dengan sengaja menggunakan situs kuno untuk operasi militer, sebagai pangkalan untuk menyerang Thailand, dan dengan sengaja merusak perlindungan situs kuno."
"Thailand membalas sebagai respons yang diperlukan," jelas pihak militer Thailand, dikutip dari Al Jazeera.
Bentrokan yang bermula pada hari Senin ini telah meluas ke lebih dari selusin lokasi dan kini mencakup lima provinsi di sepanjang perbatasan.
Eskalasi pertempuran ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memimpin penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara kedua negara tetangga Asia Tenggara tersebut pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Gencatan senjata itu juga dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Menyikapi konflik yang kembali berkobar, Presiden Trump menyatakan optimismenya untuk mengamankan kesepakatan damai lain.
"Saya pikir saya bisa membuat mereka berhenti berkelahi," ujar Trump kepada wartawan.
Trump menambahkan bahwa ia dijadwalkan berbicara dengan para pemimpin kedua negara melalui telepon pada hari Kamis.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Thailand sempat menyatakan kepada Al Jazeera bahwa Kamboja "belum siap" untuk negosiasi damai.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.