5 Populer Internasional: Kecelakaan Pesawat Pribadi dari Indonesia di Jepang - Banjir di Washington
Kompilasi berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya kecelakaan pesawat pribadi di Jepang.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kompilasi berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya kecelakaan pesawat pribadi di Bandara New Chitose di Sapporo, Jepang
- Sementara itu, negara bagian Washington AS dilanda banjir besar
- Banjir juga menerjang wilayah Gaza dan membuat warga yang mengungsi kesulitan
TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman berita populer internasional dimulai dari kecelakaan pesawat jet pribadi asal Indonesia di Hokkaido, Jepang.
Sementara itu, Washington Amerika Serikat dilanda banjir parah, memaksa warga mengungsi.
Selengkapnya, berikut 5 berita internasional terpopuler dalam 24 jam terakhir.
1. Pesawat Jet Pribadi dari Indonesia Kecelakaan di Bandara Sapporo Hokkaido Jepang
Jet pribadi dari Indonesia di Bandara New Chitose Sapporo Hokkaido kecelakaan kemarin malam (12/12/2025) jam 18.30 waktu Jepang.
Pesawat menyimpang dari landasan pacu dan berhenti sambil mengeluarkan asap.
Sebanyak 9 penumpang dan kru tidak terluka, tidak ada kerusakan pada pesawat yang dikonfirmasi. Landasan pacu B ditutup.
"Sekitar pukul 18:30 pada 12 Desember di Bandara New Chitose di Hokkaido, sebuah pesawat kecil memasuki landasan pacu dan berhenti di bagian salju, menyimpang berada di sebelah landasan pacu kemarin malam," ungkap sumber Tribunnews.com Sabtu (13/12/2025).
Jet pribadi berhenti di ujung landasan pacu B, dan berakibat landasan pacu B ditutup sekitar pukul 18:30.
Sejumlah truk pemadam kebakaran segera dikirimk ke sekitar pesawat.
Pesawat itu tampaknya merupakan jet pribadi maskapai Singapura yang berangkat dari Indonesia, dan menurut pemadam kebakaran, ada 6 penumpang WNI dan 3 awak kapal di dalamnya, tetapi tidak ada yang terluka.
Selain itu, tidak ada kerusakan seperti kebocoran bahan bakar yang dikonfirmasi pada pesawat.
Baca juga: 10 Stasiun Kereta Api Tersibuk di Dunia: Dipimpin Stasiun Shinjuku, Terbanyak Berasal dari Jepang
Bandara Chitose Baru saat ini memiliki 92 penerbangan yang dibatalkan karena dampak salju pada tanggal 12 Desember 2025.
Saat ini, sejumlah besar truk pemadam kebakaran dikirim, dan Bandara Hokkaido serta fasilitas lainnya sedang memeriksa situasi di tempat kejadian.
2. Washington AS Diterjang Banjir Dahsyat, Ratusan Rumah Terendam, Ribuan Warga Dievakuasi
Negara bagian Washington, Amerika Serikat (AS), tengah dilanda banjir hebat.
Beberapa hari terakhir, kawasan ini diguyur hujan deras akibat fenomena sungai atmosfer.
Sungai atmosfer adalah aliran panjang dan sempit uap air di atmosfer yang membawa banyak air dari daerah tropis ke daratan.
Saat uap ini bertemu pegunungan atau udara dingin, ia turun sebagai hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir.
Hujan ekstrem memaksa ribuan warga mengungsi.
Ratusan rumah terendam, sementara infrastruktur seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, lapor NBC News.
Air banjir mulai surut pada Jumat (12/12/2025).
Meski begitu, pejabat setempat memperingatkan gelombang banjir baru diperkirakan akan melanda wilayah paling parah minggu depan.
“Situasi ini belum berakhir dan tidak akan berakhir dalam beberapa hari ke depan,” kata Robert Ezelle, Direktur Divisi Manajemen Darurat Washington.
Ahli meteorologi memperingatkan aliran atmosfer baru diperkirakan akan melintasi Pasifik Barat Laut pada Minggu malam, membawa hujan tambahan 2–3 inci dan berpotensi memperpanjang atau memicu banjir baru.
“Beberapa sungai mungkin kembali mencapai ambang banjir pada Selasa atau Rabu,” kata Jeff Michalski dari National Weather Service di Seattle, dikutip dari FOX Weather.
Baca juga: Militer Kerajaan Thailand Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata
Perubahan iklim disebut berperan dalam intensitas hujan ekstrem ini, meskipun sulit mengaitkan satu peristiwa langsung dengan perubahan iklim.
Di Mount Vernon, tanggul Sungai Skagit berhasil menahan debit air tertinggi yang pernah tercatat, namun kota tetap rawan banjir lebih lanjut.
3. Hamil 4 Bulan, Tentara Wanita Kamboja Tewas di Medan Perang Lawan Thailand
Seorang tentara wanita Kamboja bernama Mut Saveun tewas saat ikut berperang melawan militer Thailand di wilayah perbatasan dua negara.
Mut Saveun sedang hamil 4 bulan saat peluru tentara Thailand menewaskannya pada pada 10 Desember 2025.
Saat itu dia bertugas di garis depan di wilayah Boeung Trakuon, Kamboja.
Sehari setelah kejadian, Kementerian Urusan Perempuan Kamboja mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan belasungkawa atas kehilangan perwira pemberani tersebut.
Keberanian Mut Saveun dipuji atas pengorbanan tertingginya dalam membela integritas wilayah Kamboja.
Saveun, 43 tahun, bertugas di Wilayah Militer 5 Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja.
Dia ditempatkan di Boeung Trakuon distrik Thma Puok, provinsi Banteay Meanchey.
Kematiannya secara luas digambarkan sebagai kehilangan yang memilukan bukan hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi seluruh bangsa Kamboja.
Sosok Saveun
Lahir dalam keluarga militer, Saveun mengabdikan hidupnya untuk dinas militer di perbatasan selama ini.
Dia rela meninggalkan seorang putri, yang saat ini sedang menempuh tahun kedua studinya di bidang sastra Inggris, demi ikut membela negaranya.
Menurut pihak berwenang setempat dan lembaga akademis, jenazah Saveun disemayamkan di kediaman keluarga di komune Chheu Teal, distrik Banan, provinsi Battambang.
Di sini juga dia akan dimakamkan.
4. Gaza Dicekik Cuaca Ekstrem, Badai Byron Hancurkan Tenda Pengungsi dan Tewaskan 16 Warga Palestina
Gaza yang dilanda perang kini kembali terkepung bencana alam akibat cuaca ekstrem Badai Byron.
Sejak pertengahan pekan ini, badai musim dingin tersebut memporak-porandakan wilayah Jalur Gaza dengan hujan lebat, angin kencang, dan suhu dingin ekstrem.
Sedikitnya 16 warga Palestina, termasuk anak-anak dan bayi, dilaporkan tewas akibat dampak langsung cuaca ekstrem tersebut.
Sejumlah korban meninggal akibat hipotermia.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza menyatakan badai musim dingin tersebut juga membuat sejumlah bangunan runtuh.
Tenda-tenda pengungsian terendam banjir.
Kondisi ini terjadi di tengah situasi kemanusiaan yang sudah rapuh akibat perang berkepanjangan.
Bangunan Runtuh di Malam Hari
Al Jazeera melaporkan enam orang tewas ketika sebuah rumah yang menampung warga sipil runtuh di kawasan Bir al-Naaja, Gaza utara.
Peristiwa itu terjadi saat badai melanda pada malam hari.
Dua orang lainnya meninggal setelah tembok besar roboh.
5. Turki Kecam Serangan Rusia ke Pelabuhan Ukraina, 3 Kapalnya Rusak, Tidak Ada Korban Jiwa
Pemerintah Turki mengecam serangan Rusia terhadap dua pelabuhan Ukraina.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada tiga kapal milik perusahaan Turki di kawasan Laut Hitam.
Ankara menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Kendati demikian, Turki menilai serangan tersebut mengancam keselamatan navigasi dan stabilitas regional.
Pelabuhan Chornomorsk dan Odesa Jadi Sasaran
Reuters melaporkan, serangan Rusia pada Jumat (12/12/2025) menargetkan pelabuhan Chornomorsk dan Odesa.
Kedua pelabuhan itu berada di wilayah Odesa, Ukraina barat daya.
Seorang juru bicara angkatan laut Ukraina menyebut tiga kapal yang rusak seluruhnya milik perusahaan Turki.
Salah satu kapal diketahui membawa pasokan makanan.
Baca juga: Viral PM Pakistan Dinarasikan Menerobos Masuk Ruang Pertemuan Putin dan Erdogan, Video Kini Dihapus
Kapal Cenk T Terbakar
Kementerian Luar Negeri Turki mengonfirmasi salah satu kapal yang terdampak adalah feri kargo Cenk T.
Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan pelayaran Cenk Shipping.
Cenk T dilaporkan terkena serangan udara tak lama setelah berlabuh sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
(Tribunnews.com)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.