Penembakan Massal di Universitas Brown AS: 2 Orang Tewas, 8 Luka-luka
Penembakan massal terjadi di Universitas Brown, AS, pada Sabtu sore. Akibatnya, dua orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Penembakan massal terjadi di Universitas Brown, AS, pada Sabtu (14/12/2025) sore waktu setempat.
- Akibatnya, dua orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka berat.
- Polisi belum menangkap pelaku penembakan. Namun, ciri-ciri pelaku mengenakan pakaian serba hitam.
- Insiden penembakan ini turut diatensi oleh Presiden AS, Donald Trump, dan menyebut telah memberi arahan terhadap kepolisian dan FBI.
- Sementara, penembakan terjadi saat mahasiswa tengah menghadapi ujian akhir.
TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal terjadi di Universitas Brown, Rhode Island, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (13/12/2025) sore waktu setempat.
Dikutip dari ABC News, penembakan mengakibatkan dua orang tewas dan delapan orang mengalami luka kritis.
Polisi menyebut insiden ini berawal ketika polisi menerima panggilan darurat dari Universitas Brown pada pukul 16.05 waktu setempat.
Adapun panggilan darurat itu terkait penembakan di Gedung Teknik dan Fisika Universitas Brown.
"Ada penembak aktif di dekat Barus dan Holley Engineering. Kunci pintu, matikan telepon dan tetap bersembunyi hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi laporan itu.
Baca juga: Penembakan Massal saat Acara Keluarga di California: 4 Orang Tewas, 10 Luka-luka
Polisi mengungkapkan pihaknya belum mengetahui pelaku bisa masuk ke area kampus. Namun, menurut saksi, pelaku terlihat melarikan diri setelah melakukan penembakan keluar kampus.
Sementara, Wakil Rektor Universitas Brown, Francis J Doyle III, mengatakan insiden penembakan terjadi saat para mahasiswa tengah menjalani ujian akhir.
"Kami mengetahui bahwa ujian akhir sedang berlangsung di gedung tersebut antara pukul 2 hingga 5 sore," katanya.
Ciri-ciri Pelaku: Berpakaian Serba Hitam
Wakil Kepala Kepolisian Rhode Island, Tim O'Hara, mengungkapkan pelaku penembakan memiliki ciri-ciri berpakaian serba hitam.
Kini, dia sudah ditetapkan menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Kami menggunaka semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan tersangka ini. Jangan datang ke area tersebut," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu malam.
Namun, meski sudah ditetapkan tersangka, polisi mengaku belum memiliki sketsa wajah dari pelaku.
Jadi Atensi Donald Trump
Insiden penembakan ini menjadi atensi dari Presiden AS, Donald Trump.
Dikutip dari NBC, Trump menyebut telah memberikan arahan langsung terhadap kepolisian dan FBI terkait penyelidikan penembakan tersebut.
"Saya telah mendapat penjelasan lengkap mengenai situasi di Universitas Brown," kata Trump di Gedung Putih.
"Betapa mengerikan kejadian ini, dan yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa untuk korban dan mereka yang terluka parah," sambungnya.
Di sisi lain, Trump turut menyampaikan duka cita mendalam bagi korban tewas maupun luka akibat penembakan tersebut.
"Ini sungguh menyedihkan. Saya hanya bisa mengucapkan duka cita mendalam," ucapnya.
Kata Saksi
Seorang mahasiswa doktoral teknik Universitas Brown, Chiangheng Chien, mengatakan dirinya dan tiga rekannya tengah berada di ruang laboratorium saat menerima informasi via pesan teks dari pihak kampus terkait adanya insiden penembakan.
Dia mengungkapkan langsung mematikan lampu, menutup pintu, dan bersembunyi di bawah meja.
Pada momen yang sama, petugas keamanan kampus turut melakukan penguncian pintu ruangan.
Baca juga: Anak Deputi Sheriff Lakukan Penembakan Massal di Universitas Florida, 2 Orang Tewas, 6 Terluka
Setelah polisi datang, barulah Chien membuka pintu ruangan laboratorium tersebut.
"Kami memutuskan untuk membuka pintu dan membiarkan polisi masuk untuk memeriksa kami dan labortaorium, lalu kami diperintahkan untuk segera keluar dari gedung tersebut," jelasnya, dikutip dari CNN.
Usai dievakuasi, Chien mengaku belum mengetahui kronologi pasti terkait penembakan yang terjadi.
Dia hanya berpikir untuk mencari tempat aman lantaran ada laporan bahwa pelaku masih berkeliaran di sekitar kampus.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi sekarang dan ke mana saya harus pergi. Mungkin saya akan pergi bersama teman-teman ke rumahnya yang berada di sekitar lokasi kampus," tuturnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.