Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Johnny, Monyet Hitam Sulawesi Endemik Indonesia Mati di Kebun Binatang Chiba Jepang

Johnny, monyet jantan berusia 17 tahun, diketahui mati akibat gagal jantung

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Johnny, Monyet Hitam Sulawesi Endemik Indonesia Mati di Kebun Binatang Chiba Jepang
Tribunnews.com/HO/Chiba City Zoological Park
MONYET SULAWESI MATI - Monyet hitam bernama Johnny asal Sulawesi dilaporkan mati di Kebun Binatang Kota Chiba Jepang, di usia 17 tahun (Tribunnews.com/HO/Chiba City Zoological Park) 

Ringkasan Berita:
  • Johnny, monyet hitam Sulawesi endemik Indonesia, tutup usia di Kebun Binatang Kota Chiba, Jepang, pada usia 17 tahun akibat gagal jantung 
  • Satwa asal Pulau Sulawesi ini dikenal tenang dan berperan penting dalam kelompoknya, sekaligus menjadi simbol edukasi dan konservasi fauna Indonesia di luar negeri 
  • Kepergian Johnny meninggalkan duka dan mengingatkan pentingnya perlindungan satwa langka Indonesia.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, CHIBA – Kabar duka datang dari Jepang, namun terasa dekat bagi Indonesia.

Johnny, seekor monyet hitam Sulawesi (kurozaru), satwa endemik asal Pulau Sulawesi, Indonesia dilaporkan mati di Kebun Binatang Kota Chiba (Chiba City Zoological Park), Kamis (18/12/2025).

Johnny, monyet jantan berusia 17 tahun, diketahui mati akibat gagal jantung.

Pihak kebun binatang menyebutkan, Johnny sempat menunjukkan gejala mendadak pada sore hari tanggal 28 November 2025 lalu sebelum kondisinya memburuk hingga akhirnya  mati.

Bagi para perawat satwa di Jepang, Johnny bukan sekadar koleksi kebun binatang.

Baca juga: Thailand Gagalkan Penyelundupan Puluhan Monyet dan Metamfetamin, Dua Pria Ditangkap

Rekomendasi Untuk Anda

Ia dikenal sebagai sosok tenang dan berwibawa yang memegang peran penting dalam kelompoknya.

“Ia seperti pilar utama. Johnny sering terlihat merawat dan membersihkan bulu anak-anaknya, pemandangan yang sangat berkesan,” ujar salah satu petugas kebun binatang.

Monyet hitam Sulawesi merupakan satwa langka yang kini berstatus terancam punah.

Habitat alaminya berada di Pulau Sulawesi, Indonesia, dan populasinya di alam terus tertekan akibat perusakan hutan dan perburuan.

Keberadaan Johnny dan spesies sejenis di kebun binatang Jepang memiliki makna penting, tidak hanya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat internasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya konservasi satwa endemik Indonesia di luar habitat aslinya.

Saat ini, Kebun Binatang Kota Chiba masih merawat dua ekor monyet hitam Sulawesi lainnya, yakni Taiga (9 tahun) dan Togo (6 tahun), yang merupakan anak Johnny.

Kedua satwa tersebut masih dapat disaksikan pengunjung dan diharapkan dapat meneruskan peran edukasi tentang kekayaan fauna Indonesia.

Kepergian Johnny menjadi pengingat bahwa satwa endemik Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab nasional, tetapi juga perhatian dunia.

Dari Chiba, Jepang, duka atas kepergian monyet hitam Sulawesi ini turut dirasakan hingga ke Tanah Air.

 Diskusi  kebun binatang di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas