Rusia Marah, Putin Didoakan Lekas Binasa: Zelensky Dinilai Tak Waras, Pidato Natal yang Tidak Sopan
Rusia menilai pidato Natal Presiden Ukraina itu sebagai hal yang "tidak sopan" dan "pahit,".
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Rusia Marah, Putin Didoakan Lekas Binasa: Kecam Pidato Natal Volodymyr Zelensky yang Dianggap 'Tidak Sopan'
TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (25/12/2025) mengkritik pidato Natal Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Rusia menilai pidato Natal Presiden Ukraina itu sebagai hal yang "tidak sopan" dan "pahit,".
Kecaman Rusia atas pidato itu terlontar dengan mengatakan kalau pidato tersebut justru menimbulkan pertanyaan soal kemampuan Zelensky untuk terlibat dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Putin Nyatakan Rudal Oreshnik Siap Digunakan di Medan Perang Ukraina pada Akhir Tahun Ini
Memang apa isi pidato Natal Zelensky ?
Dalam pidato Malam Natal, Zelensky mengatakan kalau rakyat Ukraina “semuanya memiliki satu mimpi, dan kita semua memiliki satu harapan: Semoga dia binasa,”.
"Semoga Dia Binasa" diyakini sebagai sebuah pernyataan yang secara luas dipahami menjadi sindiran terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Peskov: Zelensky Seperti Orang yang Tak Waras
Berbicara kepada wartawan dalam sebuah pengarahan harian, Peskov menggambarkan pesan tersebut sebagai "benar-benar aneh."
“Itu kasar, pahit, dan [Zelensky] tampak seperti orang yang tidak waras,” kata Peskov.
“Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah dia mampu membuat keputusan yang masuk akal dalam menyelesaikan masalah politik melalui diplomasi.”
Komentar tersebut muncul ketika pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Presiden Donald Trump berupaya menengahi kesepakatan perdamaian antara Moskow dan Kyiv.
Pada Rabu kemarin, Zelensky mengungkapkan rincian proposal terbaru yang didukung AS untuk mengakhiri perang, yang menurut Peskov sedang "dianalisis" oleh para pejabat Kremlin.
Pada tahun 2023, Zelensky memindahkan hari libur resmi Hari Natal Ukraina dari tanggal tradisional Ortodoks 7 Januari ke 25 Desember, sebuah perubahan yang oleh Kyiv dianggap sebagai bagian dari upayanya untuk melepaskan diri dari tradisi keagamaan dan budaya Rusia.
Gereja Ortodoks Ukraina juga telah mengadopsi kalender Julian yang telah direvisi, yang saat ini selaras dengan kalender Gregorian yang digunakan oleh umat Katolik Roma.
Baca tanpa iklan