Rusia Rilis Video Puing Drone yang 'Serang' Rumah Putin, Ukraina Membantah
Kementerian Pertahanan Rusia merilis video puing drone yang diduga menargetkan rumah Putin, Ukraina membantah klaim Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman puing drone yang diduga menargetkan kediaman Putin di Valdai, Novgorod, pada malam 28-29 Desember 2025.
- Militer Rusia merinci detail serangan itu, menyebut sebagian serangan drone ditembak jatuh ratusan kilometer dari kediaman Putin.
- Militer Rusia tidak menjelaskan bagaimana memastikan konvoi drone itu menuju rumah Putin.
- Ukraina dan Eropa membantah klaim Rusia, menuding Moskow hanya ingin menggagalkan proses perdamaian dan mengakhiri perang.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Rusia merilis video puing-puing drone yang disebut menargetkan kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin di Valdai, Novgorod barat laut, pada malam tanggal 28-29 Desember 2025.
Kementerian tersebut juga menjelaskan rincian serangan pesawat tak berawak yang diduga diluncurkan oleh militer Ukraina.
"Ukraina melakukan serangan drone di sepanjang beberapa rute menuju kediaman presiden Rusia, melewati wilayah Bryansk, Smolensk, Tver, dan Novgorod," kata Mayor Jenderal Alexander Romanenkov, yang memimpin pasukan rudal pertahanan udara Angkatan Udara Rusia, Rabu (31/12/2025).
Menurut pernyataannya, 50 dari 91 drone yang digunakan dalam serangan itu dicegat di wilayah Bryansk dan Smolensk, wilayah perbatasan Rusia yang terletak ratusan kilometer dari kediaman Putin di Valdai.
Bryansk dan Smolensk telah secara rutin menghadapi serangan drone dari Ukraina sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada 2022.
Peta yang diperlihatkan selama pengarahan Romanenkov pada pertemuan Kementerian Pertahanan menunjukkan bahwa pusat penyadapan di Bryansk dan Smolensk berada sekitar 520 kilometer di selatan Valdai.
Romanenkov tidak menjelaskan bagaimana militer menentukan bahwa 50 drone Ukraina tersebut sedang menuju Valdai.
Ia hanya mengatakan bahwa 41 pesawat tak berawak lainnya ditembak jatuh di wilayah Novgorod.
Kementerian Pertahanan sebelumnya melaporkan mereka menembak jatuh 18 drone Ukraina di wilayah tersebut antara hari Minggu (28/12/2025) dan Senin (29/12/2025).
“Konfigurasi serangan, jumlah aset serangan udara yang terlibat… dengan jelas menunjukkan bahwa serangan teroris oleh rezim Kyiv itu disengaja, direncanakan dengan cermat, dan dilakukan secara berlapis,” kata Romanenkov, lapor The Moscow Times.
Baca juga: Keanehan Klaim Rusia Soal Serangan Drone Ukraina ke Kediaman Putin
Rusia Rilis Rekaman Puing Drone
Bersamaan dengan pernyataan sang jenderal, Kementerian Pertahanan merilis sebuah video yang menurut mereka menunjukkan sebuah drone Ukraina yang jatuh di hutan bersalju pada malam hari.
Kementerian itu mengklaim drone tersebut adalah salah satu dari puluhan drone yang digunakan dalam serangan terhadap Valdai.
Video tersebut, yang difilmkan di daerah berhutan yang tertutup salju di Rusia, menunjukkan seorang prajurit Rusia berdiri di atas puing-puing yang menurut Moskow merupakan bagian dari drone Chaklun-V buatan Ukraina.
Rekaman tersebut tidak menyertakan detail yang memungkinkan verifikasi independen tentang kapan atau di mana rekaman itu diambil.
Pihak militer juga merilis kesaksian video dari seorang pria yang diidentifikasi sebagai Igor Bolshakov, yang digambarkan sebagai penduduk Valdai, yang mengklaim mendengar ledakan pada saat dugaan serangan terhadap kediaman Putin.
Sementara itu, pihak berwenang di Moskow mengklaim Ukraina melancarkan operasi drone skala besar yang menargetkan rumah Putin dalam serangan itu, lapor Pravda.
Ukraina Membantah Tuduhan Rusia
Ukraina menolak tuduhan tersebut sebagai upaya untuk mengganggu pembicaraan yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang.
"Kebohongan lain dari Rusia. Jelas, kemarin kami mengadakan pertemuan dengan Trump, dan jelas bagi Rusia, jika tidak ada perselisihan antara Amerika dan kami, dan sebaliknya kami mencapai kemajuan, maka itu adalah kegagalan bagi mereka," kata Zelenskyy, Senin (29/12/2025).
"Mereka tidak ingin mengakhiri perang ini. Mereka hanya mampu mengakhirinya di bawah tekanan. Dan karena itu, saya yakin, mereka mencari alasan… dan mereka terus melangkah lebih jauh," lanjutnya, seperti diberitakan Pravda.
Zelenskyy menuduh Rusia mungkin sedang merencanakan serangan terhadap ibu kotanya, Kyiv, setelah Rusia menuduh Ukraina menargetkan kediaman Putin.
Sementara itu, para pejabat Eropa mendukung pernyataan Ukraina yang menolak tuduhan Rusia.
Wakil Presiden Komisi Eropa, Kaja Kallas menyebut Rusia sengaja mengalihkan perhatian untuk menggagalkan proses perdamaian dan mengakhiri perang.
"Tidak seorang pun boleh menerima klaim tak berdasar dari agresor yang telah secara membabi buta menargetkan infrastruktur dan warga sipil Ukraina," tulis Kaja Kallas di media sosial, Rabu (31/12/2025).
Pada hari Senin, Menteri Luar Rusia Sergei Lavrov mengklaim Ukraina melakukan serangan drone ke kediaman Putin pada malam tanggal 28-29 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa Rusia mungkin akan mempertimbangkan kembali posisinya dalam negosiasi karena serangan itu dan juga sedang mempersiapkan serangan balasan.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.