Ini Profil Kartel Matahari yang Disebut AS Sebagai Teroris Narkoba, Terkait dengan Presiden Maduro
Trump sebut operasi penangkapan dilakukan karena Maduro telah dicap sebagai penjahat narkoba. Maduro dianggap oleh AS terkait dengan Kartel Matahari..
Editor:
willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan operasi militer di Caracas, Venezuela guna melakukan penangkapan terhadap Presiden Nicolas Maduro. Operasi militer yang dilakukan AS di Venezuela tersebut kemudian berhasil menangkap sang Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Keduanya kemudian dibawa ke New York, AS untuk diadili.
Baca juga: Mengenal Operasi Absolute Resolve: Misi Paling Berbahaya AS Usai Pembunuhan Bin Laden di Pakistan
Trump berdalih operasi penangkapan dilakukan lantaran Nicolás Maduro telah dicap sebagai penjahat narkoba.
Pada bulan Agustus 2025 lalu, sebuah tim rahasia yang terdiri dari petugas CIA menyusup ke Venezuela dengan rencana untuk mengumpulkan informasi tentang Nicolás Maduro.
Maduro dianggap oleh AS terkait langsung dengan Kartel Matahari alias 'Cartel De Los Soles'.
Departemen Luar Negeri AS, melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, menuduh Cartel de los Soles, yang diduga terdiri dari perwira militer berpangkat tinggi, bertanggung jawab atas penyelundupan obat-obatan terlarang dalam jumlah besar ke AS.
Diketahui dinamakan Kartel Matahari karena merujuk kepada simbol matahari pada seragam jenderal militer di Venezuela. Istilah 'Cartel de Los Soles' mulai digunakan di Venezuela sejak tahun 1990-an guna merujuk kepada perwira militer berpangkat tinggi yang diduga terlibat perdagangan narkoba.
Namun, penggunaan istilah tersebut meluas saat rezim Presiden Hugo Chávez dan kemudian Maduro, menjadi istilah payung bagi korupsi yang melibatkan pejabat politik dan militer.
Pada Juli 2025, Departemen Keuangan AS telah lebih dulu menetapkan Kartel Matahari sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus" (Specially Designated Global Terrorist/SDGT).
Penetapan ini merupakan bagian dari kebijakan agresif pemerintahan Trump. Sebelumnya, Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan Departemen Luar Negeri AS untuk menetapkan kartel narkoba di Belahan Barat sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO) dan SDGT.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil menolak mentah-mentah manuver dari Trump tersebut. Ia bahkan menyebut 'Cartel de Los Soles' tidak ada di Venezuela. Yvan menganggap propaganda yang diembuskan Trump tersebut sebagai upaya kebohongan keji yang digunakan untuk mengubah rezim yang berkuasa di Venezuela dengan cara khas yang dilakukan AS di banyak negara.
"Kartel Matahari yang dituduhkan itu tidak ada, dan tuduhan AS itu adalah fitnah," ujar Menlu Venezuela.
Rute perdagangan narkoba Kartel Matahari menggunakan Venezuela sebagai titik transit utama untuk kokain yang diproduksi di Kolombia, dengan tujuan akhir Amerika Serikat dan Eropa.
Baca juga: Kombinasi Drone Canggih Plus Orang Dalam CIA, Cara AS Culik Presiden Venezuela
Jeremy McDermott, salah satu direktur InsightCrime mengatakan kepada CNN bahwa kartel tersebut bukanlah organisasi perdagangan narkoba tradisional yang terorganisir secara vertikal. Kartel ini adalah serangkaian sel yang biasanya terpisah dan tertanam dalam militer Venezuela.
Namun, Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) tidak pernah menyebut Cartel de los Soles sebagai organisasi perdagangan narkoba dalam Penilaian Ancaman Narkoba Nasional tahunannya, begitu pula Laporan Narkoba Dunia (World Drug Report) oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC). (CNN)
Baca juga: Reaksi Para Pemimpin Dunia Atas Penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS