Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Uni Eropa Gertak Trump, Ancam Lepas Sanksi Mematikan Lawan Tarif AS

UE bersiap melepas “bazooka” perdagangan setelah tarif Trump melonjak. Ancaman perang dagang menguat, hubungan sekutu AS–Eropa di ujung eskalasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Uni Eropa Gertak Trump, Ancam Lepas Sanksi Mematikan Lawan Tarif AS
Facebook The White House
TRUMP DI IOWA - Gambar diambil dari Facebook The White House pada Jumat (4/7/2025), memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungannya ke Iowa pada Kamis (3/7/2025). UE bersiap melepas “bazooka” perdagangan setelah tarif Trump melonjak. Ancaman perang dagang menguat, hubungan sekutu AS–Eropa di ujung eskalasi. 
Ringkasan Berita:
  • UE membuka opsi menggunakan Instrumen Anti-Koersi, senjata dagang paling keras untuk melawan tarif AS yang dinilai sebagai tekanan politik, bukan kebijakan ekonomi murni.
  • Kenaikan tarif impor hingga 25 persen oleh Trump terhadap negara NATO terkait isu Greenland dianggap melanggar prinsip perdagangan adil dan mengancam stabilitas ekonomi Eropa.
  • Jika “bazooka” diterapkan, konflik dagang UE–AS berpotensi meningkat tajam, mengganggu perdagangan lintas Atlantik, menambah ketidakpastian ekonomi dunia

TRIBUNNEWS.COM - Uni Eropa meningkatkan kewaspadaan menghadapi kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan membuka opsi penggunaan apa yang disebut sebagai “bazooka” perdagangan.

Istilah “Bazooka” perdagangan merujuk pada Instrumen Anti-Koersi Uni Eropa (EU Anti-Coercion Instrument atau ACI), yaitu perangkat hukum paling keras yang dimiliki Uni Eropa untuk melawan tekanan atau paksaan ekonomi dari negara lain.

Julukan “bazooka” digunakan karena instrumen ini memberi UE kewenangan luas dan berdampak besar, layaknya senjata pamungkas dalam perang dagang.

“Bazooka” perdagangan memungkinkan Uni Eropa menjatuhkan tindakan balasan non-konvensional terhadap negara yang menggunakan kebijakan ekonomi, tarif, atau ancaman perdagangan sebagai alat tekanan politik.

Bentuk tindakannya bisa berupa pembatasan atau pelarangan investasi dari negara tersebut, penutupan akses perusahaan asing ke proyek pengadaan publik Uni Eropa, pembatasan ekspor dan impor tertentu, hingga penangguhan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Berbeda dengan tarif balasan biasa, instrumen ini dirancang untuk memberikan tekanan sistemik yang langsung menyasar kepentingan strategis negara lawan.

Memungkinkan Uni Eropa membatasi investasi asing, menutup akses perusahaan luar ke pengadaan publik, serta menerapkan pembatasan ekonomi lain yang berdampak langsung pada kepentingan strategis negara sasaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, Uni Eropa menegaskan bahwa “bazooka” perdagangan belum tentu langsung digunakan.

Opsi tersebut diposisikan sebagai langkah terakhir jika upaya diplomasi dan negosiasi gagal mereda lantaran Amerika Serikat menolak kembali ke meja perundingan, sebagaimana dikutip dari Politico.

Balas Tekanan Tarif Amerika Serikat

Baca juga: Eropa dan Donald Trump Pecah karena Greenland, Pejabat UE: China dan Rusia-lah yang Diuntungkan

Adapun ancaman ini dilontarkan Uni Eropa usai Trump menaikkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap negara-negara NATO yang menolak pengambilalihan Greenland oleh Washington.

"Tarif awal akan dipatok 10 persen mulai 1 Februari, lalu melonjak menjadi 25 persen pada 1 Juni," tulis Trump.

Trump mengungkap kenaikan tarif diberlakukan sebagai alat tekanan politik dan negosiasi strategis, bukan semata kebijakan ekonomi.

Namun Uni Eropa memandang penggunaan tarif untuk menekan keputusan politik dan klaim teritorial sebagai tindakan yang melanggar prinsip dasar hubungan internasional dan kerja sama ekonomi global.

Selain itu, ancaman tarif yang bersifat sepihak dinilai merugikan stabilitas ekonomi Uni Eropa. Kenaikan bea masuk berpotensi menekan ekspor, mengganggu rantai pasok industri, serta menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha di kedua sisi Atlantik.

Dalam kondisi seperti ini, Uni Eropa merasa perlu menunjukkan bahwa blok tersebut memiliki kapasitas dan kemauan untuk melindungi kepentingan ekonominya.

Alasan itu yang mendorong Uni Eropa memberlakukan “bazooka” perdagangan, mencerminkan perubahan sikap Uni Eropa yang selama ini cenderung mengedepankan dialog dan kompromi.

Eskalasi tarif dan tekanan politik dari Washington membuat banyak pemimpin Eropa menilai pendekatan lunak tidak lagi efektif.

Dengan mengangkat opsi Instrumen Anti-Koersi ke permukaan, Uni Eropa ingin mengirim sinyal tegas bahwa perdagangan tidak boleh dijadikan alat intimidasi.

Picu Dampak Luas

Jika Uni Eropa benar-benar memberlakukan “bazooka” perdagangan atau Instrumen Anti-Koersi, dampaknya akan luas dan signifikan, tidak hanya bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi Uni Eropa dan tatanan perdagangan global.

Secara ekonomi internal Uni Eropa, langkah ini bisa memberikan perlindungan jangka pendek bagi industri Eropa yang tertekan oleh tarif AS.

Namun di saat yang sama, pembatasan investasi, pengadaan publik, atau hak kekayaan intelektual terhadap perusahaan AS juga berisiko menimbulkan dampak balik.

Perusahaan Eropa yang bergantung pada pasar, teknologi, atau modal Amerika dapat ikut terdampak, sementara konsumen berpotensi menghadapi kenaikan harga dan berkurangnya pilihan produk.

Dampaknya berpotensi meluas, memicu perang dagang baru, mengguncang hubungan sekutu, dan menambah ketidakpastian dalam ekonomi global

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas