Trump Sindir Macron Pakai Kaca Mata Hitam Saat Pidato di Dalam Ruangan
Trump menyindir kacamata hitam yang dipakai Presiden Prancis Emmanuel Macron
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Presiden Prancis memakai kaca mata hitam saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir ulah Macron
- Macron tampaknya mengalami pendarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah di matanya
TRIBUNNEWS.COM, DAVOS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyindir Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada Rabu (21/1/2026).
Trump menyindir kaca mata hitam yang dipakai Macron di dalam ruangan saat berpidato di forum yang sama.
Saat berpidato, Macron memakai kaca mata hitam aviator biru reflektif.
"Saya melihatnya kemarin dengan kaca mata hitam yang indah itu," kata Trump.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Trump.
Trump tidak menjelaskan lebih lanjut tentang isi pidato Macron, tetapi ia mengatakan kepada wartawan bahwa tidak akan pergi ke Paris untuk pertemuan darurat G7 yang diusulkan karena ragu akan masa depan politik Macron.
"Dia orang yang baik. Saya suka Macron, tapi dia tidak akan bertahan lama di sana," kata Trump.
Mengapa Emmanuel Macron mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan di Davos?
Emmanuel Macron menarik perhatian karena kecaman kerasnya terhadap ancaman pemimpin AS Donald Trump untuk mengenakan tarif pada delapan negara Eropa yang menentang usulan pengambilalihan Greenland.
Namun aspek lain dari pidato Macron juga meninggalkan kesan yakni pilihan kaca mata yang dikenakannya.
Pemimpin Prancis itu mengenakan kaca mata hitam aviator biru reflektif yang mencolok di dalam ruangan saat berpidato di hadapan para pemimpin dunia di Forum Ekonomi Dunia.
Meskipun Macron tidak menjelaskan alasan penggunaan aksesori tersebut selama pidatonya, laporan media Prancis menyebutkan bahwa hal itu terkait dengan kondisi medis yang sedang dialaminya.
Minggu lalu Macron muncul di sebuah acara militer di Prancis selatan dengan mata merah dan saat itu dia juga mengenakan kacamata hitam serupa.
Saat berpidato di hadapan pasukan, ia meremehkan kondisinya dan mengatakan bahwa itu "sama sekali tidak berbahaya" dan "tidak signifikan".
"Mohon maaf atas penampilan mata saya yang kurang menarik."
Macron bahkan bercanda tentang hal itu.
Dia menyebutnya "l'oeil du tigre" atau "mata harimau", merujuk pada lagu band rock Survivor yang digunakan dalam film tinju Rocky III tahun 1982.
"Bagi mereka yang memahami referensi tersebut, itu adalah tanda tekad," katanya.
Apa yang diderita Macron?
Laporan dari Prancis menyebutkan bahwa Macron tampaknya mengalami pendarahan subkonjungtiva, yaitu pecahnya pembuluh darah di matanya.
Kondisi ini tidak berbahaya, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak memengaruhi penglihatan.
Selain itu, kondisi ini juga tidak menyebabkan cedera permanen pada mata karena biasanya akan sembuh dalam waktu dua minggu.
Kondisi ini terkadang terjadi ketika seseorang bersin atau batuk dengan keras, atau kerap menggosok mata mereka.
Penderita diabetes dan tekanan darah tinggi lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Meskipun kaca mata hitam tidak diperlukan untuk melindungi penglihatan, mereka yang memiliki kondisi tersebut mungkin memilih untuk memakai kacamata agar tidak menarik perhatian.
Macron memilih gaya ini karena alasan estetika karena dia adalah figur publik," kata dokter dan komentator media Jimmy Mohamed kepada stasiun televisi Prancis RTL.
"Beberapa orang mungkin mengira dia sakit, jadi untuk menghindari difoto dalam keadaan seperti itu, dia memutuskan untuk memakai kaca mata hitam. Kaca mata itu melindungi citranya, tetapi tidak benar-benar melindungi matanya."
Sumber: BBC/Reuters
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.