Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapal USS Abraham Lincoln Tiba dalam Beberapa Jam: Pengerahan Pasukan AS Capai Level Tertinggi 

USS Abraham Lincoln beserta Carrier Strike Group saat ini berada di Samudra Hindia dan tiba dalam beberapa jam di wilayah USCENTCOM

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kapal USS Abraham Lincoln Tiba dalam Beberapa Jam: Pengerahan Pasukan AS Capai Level Tertinggi 
For Serambinews.com
SEGERA TIBA di TELUK - Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Kapal induk beserta grup serang ini dilaporkan segera tiba di kawasan Teluk, Sabtu (24/1/2026) di tengah ketegangan AS dan Iran. 

USS Abraham Lincoln Tiba dalam Beberapa Jam, Pengerahan Pasukan AS di Timur Tengah Capai Level Tertinggi

TRIBUNNEWS.COM - Media berbahasa ibrani, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan kalau jumlah pengerahan pasukan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah mencapai level tertinggi pekan ini sejak delapan bulan terakhir.

Waktu itu, AS juga mengerahkan banyak pasukan dan aset militernya saat Israel melancarkan "Operasi Rising Lion" melawan Iran pada Juni tahun lalu.

Tidak disebutkan jumlah persis personel militer AS yang dikerahkan, 

Baca juga: Perang Habis-habisan, Iran Dapat Suplai Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika

Laporan dari stasiun radio tersebut merujuk pada informasi kalau Kapal Induk AS, USS Abraham Lincoln beserta unit penyerangnya (Carrier Strike Group) saat ini berada di Samudra Hindia dan akan tiba dalam beberapa jam ke depan di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM).

Untuk diketahui,  cakupan wilayah CENTCOM adalah:

  • Negara-negara Timur Tengah: Bahrain, Mesir (satu-satunya negara Afrika yang masuk CENTCOM), Iran, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman.
  • Asia Tengah dan Selatan: Afghanistan, Kazakhstan, Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
  • Jalur Perairan Strategis: Wilayah ini juga mencakup jalur perairan krusial, termasuk Teluk Persia, Laut Merah, Teluk Oman, dan sebagian Samudra Hindia. 

Stasiun radio tersebut mencatat kalau tiga skuadron pesawat F-15 telah dikerahkan di daerah tersebut, dan beberapa sorti pesawat angkut dan pengisian bahan bakar KC-135 dan C-17 telah terlihat di daerah tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Stasiun radio tersebut merujuk pada laporan yang menyebutkan pengerahan sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD di wilayah tersebut.

Baca juga: AS-Iran di Pintu Perang, Maskapai Besar Eropa Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah Termasuk Israel

Kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln (CVN-72) sedang berjalan di Samudra Atlantik selama latihan transit selat pada 30 Januari 2019.
Kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln (CVN-72) sedang berjalan di Samudra Atlantik selama latihan transit selat pada 30 Januari 2019. (US Navy)

AS-Iran di Ambang Perang

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa kapal perang Angkatan Laut AS saat ini sedang menuju Iran untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.

Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, presiden AS menambahkan:

"Seperti yang Anda ketahui, kami memiliki banyak kapal yang menuju ke sana, untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat. Kami memiliki armada besar yang menuju ke sana, dan kita akan lihat apa yang terjadi. Kami memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran. Saya lebih suka tidak terjadi apa-apa, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat."

Beberapa hari lalu, Trump mengatakan Amerika Serikat akan "menghapus Iran dari muka bumi" jika nyawanya terancam, dalam peningkatan retorika yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Teheran.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah meningkat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dipicu oleh pertukaran ancaman langsung.

Para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang dan akan memicu respons yang besar dan luas.

 

(oln/khbrn/*)

 

 

 

 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas