Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Seruan Pemakzulan Trump Menguat - Proyek Ambisius China

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Trump memicu kecaman internasional karena ambisi menguasai Greenland dan ancaman terhadap Eropa.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Populer Internasional: Seruan Pemakzulan Trump Menguat - Proyek Ambisius China
Kolase Tribunnews (The White House/X @khamenei_ir)
BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dari Gedung Putih pada 18 Desember 2025 (kiri) dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, bertemu dengan sejumlah pimpinan dan fakultas Universitas Shahid Motahari di Teheran pada 3 Juli 2024 (kanan). Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Trump memicu kecaman internasional karena ambisi menguasai Greenland dan ancaman terhadap Eropa. 
Ringkasan Berita:
  • Trump memicu kecaman internasional karena ambisi menguasai Greenland dan ancaman terhadap Eropa.
  • Iran memperingatkan serangan Amerika akan dianggap sebagai perang habis-habisan.
  • China merencanakan proyek kapal induk terbang raksasa seberat 120.000 ton.


TRIBUNNEWS.COM
- Sejumlah peristiwa mewarnai dunia internasional dalam 24 jam terakhir.

Ambisi Trump menguasai Greenland, disertai ancaman militer dan tarif terhadap Eropa, memicu kecaman dan menguatkan seruan pemakzulan di dalam negeri AS.

Sementara itu, China dikabarkan akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.

Berikut berita selengkapnya.

1. Seruan Pemakzulan Trump Menguat, Amandemen Ke-25 Jadi Senjata Terakhir, Ini Prosesnya

Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland memicu gelombang kontroversi politik serius di Washington dan kalangan sekutu Barat.

Pernyataan Trump dinilai mengancam, ditambah penolakannya untuk menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer terhadap wilayah Kerajaan Denmark.

Ketegangan meningkat setelah Trump, saat ditanya seberapa jauh ia akan bertindak demi mendapatkan Greenland, menjawab singkat, tetapi bernada intimidatif, “Anda akan mengetahuinya.”

Rekomendasi Untuk Anda

Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Gedung Putih tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer, serta ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa jika Denmark menolak menjual Greenland ke AS.

Sikap tersebut sontak memicu kemarahan internasional dan kritik tajam, membuka kembali perdebatan lama: Apakah seorang Presiden AS bisa dicopot dari jabatannya tanpa melalui proses pemakzulan (impeachment).

Bahkan, anggota DPR Don Bacon dari Nebraska secara terbuka menyatakan bahwa dirinya cenderung mendukung pemakzulan jika AS benar-benar menyerang wilayah sekutu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Perang Habis-habisan, Iran Dapat Suplai Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin menampakkan niatnya untuk menyerang Iran, baik dengan dalil atau tanpa alasan.

Pada Kamis (22/1/2026), Trump kembali mengancam Iran dengan mengatakan kalau "kekuatan besar" tengah menuju ke kawasan Teluk, merujuk pada armada kapal induk berikut unit-unit serang pendukungnya.

Trump mengatakan kalau Washington mengawasi Iran secara cermat meski Teheran telah menangguhkan eksekusi yang direncanakan terhadap para demonstran di tengah tindakan keras pemerintahnya.

Awalnya, Trump mengancam Iran karena alasan itu, saat para demonstrans anti-rezim Iran saat ini, ditindak secara represif, mengakibatkan setidaknya lima ribu jiwa, termasuk aparat keamanan, kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang berlangsung lebih dari sepekan tersebut.

Trump kini berganti alasan untuk membenarkan rencana AS menyerang Iran dengan mengatakan, "Saatnya Iran berganti rezim", menegaskan kalau dia ingin melengserkan pemimpin tertinggi Iran saat ini, Ayatollah Khamenei.

Perang Habis-habisan

Sebaliknya, Iran merespons ancaman Trump itu dengan memperingatkan bahwa negara itu akan menganggap setiap serangan "sebagai perang habis-habisan melawan kami".
 
"Pengerahan militer ini - kami harap ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata - tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran," kata seorang pejabat Iran kepada kantor berita Reuters dengan syarat anonim.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Intel China Menyamar Jadi Wartawan Ditangkap di Praha

"Seorang wartawan China (Tiongkok) ditangkap di Praha karena dicurigai mengumpulkan informasi intelijen untuk negaranya," kata pihak berwenang Ceko pada Kamis (22/1/2026).

Penangkapan ini dilakukan menyusul serangkaian operasi spionase China yang diduga terjadi di seluruh Eropa.

Dikutip dari Newsweek, intel China ini menargetkan politisi, industri strategis, dan para pembangkang China di daratan Eropa.

Pemerintah di Eropa  juga telah menyuarakan kekhawatiran terkait jaringan peretasan yang terkait dengan badan intelijen dan keamanan Tiongkok, memperkuat kekhawatiran tentang skala dan keberlanjutan kemampuan Beijing untuk memperoleh informasi sensitif dan mengganggu infrastruktur penting.

Yang Perlu Diketahui

Penangkapan itu merupakan bagian dari operasi terkoordinasi dengan unit Pusat Nasional Anti Terorisme, Ekstremisme, dan Kejahatan Siber kepolisian Ceko, demikian diumumkan oleh badan kontra intelijen Ceko, BIS, di X.

Jaksa menuntut pria tersebut dengan tuduhan melakukan aktivitas tanpa izin untuk negara asing, yang menandai penggunaan pertama pelanggaran tersebut sejak diperkenalkan pada Februari 2025.

Media Ceko, Seznam Zprávy, mengutip sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut  mengidentifikasi tersangka bernama Yang Yiming.

Dia seorang koresponden atau jurnalis yang terakreditasi untuk Guangming Daily yang dikelola oleh Partai Komunis Tiongkok .

Selama di Ceko, Yang secara sistematis berupaya membangun jaringan di antara tokoh-tokoh politik dan pembentuk opini yang dianggap lebih menerima posisi Beijing daripada arus utama Eropa yang lebih luas, tulis kantor berita tersebut.

Yang juga membina hubungan dengan para politisi di negara tetangga Slovakia, seperti yang dilaporkan oleh The Slovak Spectator, termasuk Ketua Parlemen Richard Raši.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Iran Diminta Waspada, Dubes AS Sebut Ancaman Trump Nyata dan Tak Main-Main

Duta Besar Amerika Serikat (AS) Mike Huckabee memperingatkan Iran agar tidak meremehkan ancaman Presiden AS Donald Trump, menyusul meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Mike Huckabee menegaskan bahwa Iran telah berulang kali menyaksikan bagaimana Trump menindaklanjuti peringatan kerasnya dengan tindakan nyata.

Oleh karena itu, dalam wawancara eksklusif dengan program Counterpoints pada Jumat (923/1/2026) Huckabee memperingatkan Iran agar tidak meremehkan ancaman Trump.

Adapun dalam beberapa hari terakhir armada militer AS sedang bergerak menuju kawasan Timur Tengah.

Meski enggan merinci langkah lanjutan yang mungkin diambil Washington, Huckabee menekankan bahwa pesan kepada Iran sudah disampaikan dengan sangat jelas.

“Iran akan tahu kapan saatnya mereka tahu,” ujar Huckabee, seraya menambahkan bahwa Presiden Trump telah membuktikan pada musim panas lalu bahwa ancamannya bukan sekadar retorika politik.

Dalam kesempatan itu Huckabee juga mengingatkan bahwa Iran pernah merasakan konsekuensi langsung dari sikap keras Trump.

Ia menyebut bahwa kepemimpinan Teheran sebelumnya mengabaikan peringatan AS, hingga akhirnya Washington benar-benar bertindak.

“Anda mendapat pukulan keras musim panas lalu, dan Presiden Trump melakukan persis seperti yang dia katakan akan dia lakukan,” kata Huckabee kepada presenter Al Arabiya English.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Proyek Ambisius China: Kapal Induk Terbang 120.000 Ton Bisa Angkut 88 Pesawat

China tidak main-main.

Entah realistis atau sekadar propaganda militer namun negara itu konon akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.

Bayangkan sebuah pesawat raksasa seluas satu RT terbang di atas kepala anda.

Perbandingannya, berat pesawat Airbus A380-800 yang saat ini disebut sebagai pesawat terbang berpenumpang terbesar beratnya 'cuma' 510 hingga 575 ton.

Rencana China terbongkar

Rencana proyek ambisius itu dipublikasikan di Lijian, sebuah acara mingguan dari saluran militer stasiun televisi pemerintah China CCTV.

Informasi itu dipublikasikan pada 10 Januari 2026 lalu yang menjabarkan soal rencana  China yang diistilahkan Nantianmen (Gerbang Surgawi) akan menjadi kenyataan.

Stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, mengungkap Zihuo, peralatan kunci dari Rencana Nantianmen.

China menunjukkan ambisinya untuk mendominasi ruang angkasa dengan mewujudkan rencana "Perang Bintang China".

Program persenjataan China ini menguraikan sistem senjata kedirgantaraan generasi berikutnya.

Kapal induk terbang itu merupakan kunci dari rencana ‘Nantianmen’ yang diusulkan pada tahun 2017 oleh AVIC (China Aerospace Industry Corporation).

Sebuah konsep kekuatan masa depan yang mencakup "sistem pertahanan udara dan pertahanan terintegrasi".

Dengan menggunakan pesawat tempur generasi berikutnya, kendaraan udara tak berawak, dan aset lainnya di udara dan ruang angkasa.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas