Ada Nama Putra Erdogan, Israel Masukkan Nama 29 Tokoh Terkemuka Turki ke Daftar Hitam
Langkah Tel Aviv ini mencerminkan eskalasi politik yang jelas dalam hubungan Turki-Israel. Anak Erdogan dimasukkan dalam daftar hitam Israel.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Ada Nama Putra Erdogan, Israel Masukkan Nama 29 Tokoh Terkemuka Turki ke Daftar Hitam
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme Israel mengumumkan penambahan 29 tokoh Turki ke dalam apa yang disebutnya sebagai "daftar hitam,".
Masuk dalam penambahan nama-nama tokoh Turki itu adalah Bilal Erdoğan, putra Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.
"Keputusan tersebut mencakup larangan bagi individu-individu ini untuk memasuki wilayah yang dikuasai Israel, termasuk wilayah Palestina yang diduduki, dan nama-nama mereka telah diserahkan kepada Otoritas Kependudukan (Israel) dan Imigrasi untuk penegakan hukum di perbatasan," tulis laporan Khaberni, dikutip, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Spesifikasi F-35 Senjata Siluman Buatan AS yang Buat Israel Ketar-ketir Jika Dimiliki Turki
Daftar tersebut berisi nama tokoh-tokoh agama, amal, media, dan akademisi, terutama Fahmi Bulent Yildirim, kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH, yang terkait dengan kapal Mavi Marmara, dan mantan kepala urusan agama Turki, Ali Erbas.
Otoritas Israel mengklaim bahwa tokoh-tokoh ini terlibat dalam:
- Penghasutan terhadap Israel
- Seruan untuk memboikot Israel
- Mendiskreditkan Israel
- Anti-Semitisme terutama dalam konteks posisi mereka terhadap perang di Gaza.
Turki Negara Musuh Bagi Israel
Menteri Urusan Diaspora Israel, Amichai Shekli, menggambarkan Turki sebagai "negara musuh" dan bagian dari "poros kejahatan,".
Dia juga bersumpah untuk terus menargetkan mereka yang mempromosikan boikot atau mengkritik Israel di tingkat internasional.
Langkah ini mencerminkan eskalasi politik yang jelas dalam hubungan Turki-Israel.
Ini juga menggambarkan berubahnya kritik dari Ankara terhadap perang di Gaza menjadi isu yang menjadi dasar tindakan Israel melakukan "hukuman" terhadap para pribadi.
Pihak berwenang Israel merahasiakan daftar nama lengkap tersebut.
Hanya, diduga mereka membocorkannya secara bertahap yang memberi Israel ruang untuk tekanan politik dan media.
Kebocoran isi daftar nama ini juga digunakan Israel sebagai pesan pencegahan kepada elite Turki yang aktif dalam boikot Israel dan dukungan terhadap Gaza.
(oln/khbrn/*)
Baca tanpa iklan