Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Kecam Langkah Inggris dan Kanada Dekati Xi Jinping

Manuver Inggris dan Kanada yang mendekati China mendapatkan peringatan keras dari Trump pada hari Kamis

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Langkah Inggris dan Kanada yang mulai menjalin hubungan dekat dengan China belakangan ini membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump merasa geram.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada hari Rabu lalu (28/1/2025) mendarat di Beijing untuk memulai gelaran empat hari kunjungan di China dalam rangka memulihkan hubungan di antara kedua negara.

Tak hanya Inggris, sebelumnya pada 16 Januari 2026, langkah serupa juga dilakukan oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney yang juga mengelar pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping.

Manuver Inggris dan Kanada ke negeri tirai bambu ini pun mendapatkan peringatan keras dari Trump pada hari Kamis waktu setempat (29/1/2025).

Kecaman ini disampaikan oleh Trump saat ditanya oleh wartawan di Kennedy Center menjelang pemutaran perdana film "Melania,".

Trump memberikan komentar singkat namun tajam terutama pada Keir Starmer yang menggelar pertemuan dengan Xi Jinping pada Kamis.

Di pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Starmer diketahui membahas isu terkait peningkatan akses pasar, penurunan tarif, dan kesepakatan investasi dengan Presiden Xi Jinping.

Rekomendasi Untuk Anda

Melihat langkah Starmer yang mendekati Xi Jinping ini, Trump menyebut kerja sama bisnis yang akan dijalin Inggris dengan China merupakan langkah yang  dinilainya amat "berbahaya," 

"Sangat berbahaya bagi mereka (Inggris) untuk melakukan hal itu," ujar Trump tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Selain menyentil Inggris, Donald Trump juga meningkatkan tekanan terhadap Kanada.

Di waktu yang berbeda pada hari Kamis, Trump mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 50 persen untuk semua pesawat buatan Kanada.

Ancaman tersebut dibagikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social.

Baca juga: Ingin Mesra, PM Keir Starmer Ajak Xi Jinping Perkuat Hubungan Inggris dan China

Trump menyatakan akan "mencabut sertifikasi" jet bisnis Bombardier Global Express dan memberlakukan tarif besar-besaran.

Bila ingin menghindari sanksi tersebut, Kanada dituntut untuk segera mensertifikasi sejumlah pesawat buatan AS yakni Gulfstream.

"Jika situasi ini tidak segera diperbaiki, saya akan membebankan tarif 50 persen kepada Kanada atas setiap dan semua pesawat yang dijual ke Amerika Serikat," tulis Trump.

STARMER XI JINPING - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) yang menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping (kiri) pada hari Kamis (29/1/2026) bahwa ia ingin pemerintahannya membangun hubungan yang lebih
STARMER XI JINPING - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) yang menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping (kiri) pada hari Kamis (29/1/2026) bahwa ia ingin pemerintahannya membangun hubungan yang lebih "mesra" dengan Beijing. (Tangkap layar CCTV Video News Agency)

Ancaman ini muncul hanya sepekan setelah Trump memberikan peringatan keras berupa kenaikan tarif baru terhadap Kanada.

Adapun peringatan tersebut dipicu oleh langkah Mark Carney yang juga melakukan lawatan ke Beijing untuk menemui Xi Jinping pada pertengahan Januari lalu.

Starmer ingin Inggris dan China Kembali Mesra

Dalam upaya memperbaiki hubungan diplomatik yang sempat mendingin, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China, Xi Jinping, di Aula Rakyat Besar, Beijing, pada Kamis (29/1/2026).

Starmer menyatakan keinginan pemerintahannya untuk menjalin hubungan yang lebih "mesra" dan matang guna memacu pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keamanan kedua negara.

Pertemuan bilateral yang berlangsung selama 80 menit tersebut menjadi pembuka rangkaian kunjungan kerja Starmer selama empat hari di Negeri Tirai Bambu.

Setelah berdiskusi dan makan siang bersama Xi Jinping, Starmer melanjutkan agenda dengan menemui Perdana Menteri Li Qiang pada hari yang sama.

Dalam pembicaraannya, Starmer menekankan peran krusial China dalam dinamika global.

Ia berpendapat bahwa pemulihan hubungan yang lebih dewasa sangat diperlukan agar kedua negara dapat mengidentifikasi peluang kolaborasi baru.

Menurut Starmer, komunikasi yang lebih baik akan membuka jalan bagi dialog yang lebih bermakna, bahkan pada isu-isu sensitif yang selama ini belum mencapai kesepakatan.

Baca juga: Prabowo dan PM Starmer Sepakat Bangun 1.582 Kapal Nelayan, Inggris Siap Investasi Rp 90 Triliun

Senada dengan hal tersebut, Presiden Xi Jinping menyambut hangat inisiatif London.

Xi mengakui bahwa hubungan kedua negara selama ini penuh dengan "liku-liku" yang merugikan kepentingan bersama.

Dengan hadirnya Starmer di Beijing, Xi menegaskan kesiapan China untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang yang lebih kokoh dan bertahan lama. 

STARMER XI JINPING - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) yang menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping (kiri) pada hari Kamis (29/1/2026) bahwa ia ingin pemerintahannya membangun hubungan yang lebih
STARMER XI JINPING - Tangkap layar pertemuan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) yang menyampaikan kepada Presiden China Xi Jinping (kiri) pada hari Kamis (29/1/2026) bahwa ia ingin pemerintahannya membangun hubungan yang lebih "mesra" dengan Beijing. (Tangkap layar CCTV Video News Agency)

(Tribunnews.com/Bobby)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas