Kepolisian Tokyo Selidiki Dua Perampokan Besar, Dugaan Keterlibatan Yakuza Mencuat
Perampokan Rp40 M di Tokyo & Bandara Haneda, uang raib, Yakuza diduga terlibat. Polisi tingkatkan pengamanan & buru pelaku
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Kepolisian Tokyo menyelidiki perampokan besar di Distrik Taito dan Bandara Haneda, dengan total uang tunai lebih dari 610 juta yen raib
- Dua insiden itu diduga terkait upaya membawa uang ke Hong Kong, dengan kemungkinan keterlibatan Yakuza dan yami baito
- Aparat meningkatkan pengamanan dan memburu para pelaku yang masih buron.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kepolisian Metropolitan Tokyo tengah menyelidiki serangkaian perampokan besar yang terjadi dalam waktu singkat, melibatkan total uang tunai miliaran yen.
Insiden pertama terjadi pada 29 Januari 2026 di Distrik Higashi-Ueno, Taito-ku, Tokyo, saat lima orang menjadi korban perampokan uang tunai sekitar 420 juta yen.
Para korban diduga sedang membawa uang tersebut menuju Hong Kong melalui Bandara Haneda.
Saat insiden berlangsung, dilaporkan juga terjadi tabrak lari di sekitar lokasi, yang kini sedang diselidiki untuk mengetahui keterkaitannya dengan perampokan.
Kasus kedua terjadi dini hari 30 Januari 2026, sekitar pukul 00.01, di area parkir Terminal 3 Bandara Haneda.
Seorang pria berusia 50 tahun diserang oleh tiga orang menggunakan semprotan gas air mata saat berada di luar kendaraannya yang membawa uang tunai sekitar 190 juta yen.
Baca juga: Pekerja Asing di Jepang Tembus Rekor 2,57 Juta Orang, Indonesia Naik 34,6 Persen
Kepolisian Tokyo kini menelusuri kemungkinan keterkaitan antara perampokan di Taito, insiden tabrak lari, dan serangan di Bandara Haneda.
Aparat juga meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan di titik-titik strategis di ibu kota Jepang.
Sumber kepolisian menyebutkan, kedua perampokan diduga terkait dengan usaha membawa uang ke Hong Kong.
Ada dugaan keterlibatan Yakuza, yang memberdayakan orang melalui yami baito (kerja paruh waktu ilegal), untuk mengeksekusi aksi tersebut.
“Dua perampokan terkait uang yang akan dibawa ke Hong Kong. Jadi ada kemungkinan bocoran ke Yakuza yang mengerahkan orang melalui yami baito,” ungkap sumber.
Sumber Tribunnews.com menambahkan, organisasi kejahatan Yakuza diduga memberdayakan orang lain melalui yami baito (kerja paruh waktu ilegal).
Diskusi mengenai beasiswa di Jepang dapat diikuti secara gratis oleh anggota Pencinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung, kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan