Iran Gelar Latihan Militer dengan Tembakan Langsung, AS Peringatkan Jangan Mendekat ke Kapal Mereka
Bila Iran terbang di atas kapal, mendekat dengan kecepatan tinggi, dan bahkan mengarahkan senjata akan dianggap AS sebagai ancaman
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Iran Gelar Latihan Militer dengan Tembakan Langsung, AS Peringatkan Jangan Mendekat ke Kapal Mereka
TRIBUNNEWSCOM - Iran mengumumkan latihan tempur angkatan laut dengan tembakan langsung selama dua hari di Selat Hormuz.
Terkait itu, militer Amerika Serikat (AS) memperingatkan kalau mereka tidak akan mentolerir tindakan yang tidak aman atau provokatif dari militer Iran.
Latihan tersebut dijadwalkan dimulai pada Minggu (1/2/2026), setelah AS mengerahkan kapal induk Abraham Lincoln dan sejumlah aset militer lainnya di Timur Tengah.
Latihan militer dengan tembakan langsung artinya latihan ini mensimulasikan pertempuran asli dengan menggunakan sejumlah amunisi.
Baca juga: Aktifkan Seribu Drone Strategis, Militer Iran: Banyak Pangkalan Amerika dalam Jangkauan Rudal Kami
Komando Pusat AS (CENTCOM) telah mengeluarkan peringatan keras kepada Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menjelang latihan tembakan langsung selama dua hari yang direncanakan, kalau mereka tidak akan mentolerir tindakan yang mereka nilai tidak aman bagi aset-asetnya.
Terbang di atas kapal, mendekat dengan kecepatan tinggi, dan bahkan mengarahkan senjata ke kapal, akan dianggap AS sebagai ancaman dan mereka menegaskan akan merespons secara cepat.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang tidak aman dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), termasuk terbang di atas kapal militer AS yang terlibat dalam operasi penerbangan, terbang rendah atau bersenjata di atas aset militer AS ketika niatnya tidak jelas, pendekatan perahu berkecepatan tinggi yang mengarah ke tabrakan dengan kapal militer AS, atau senjata yang diarahkan ke pasukan AS,” kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat.
Negosiasi AS-Iran
Pernyataan itu selanjutnya menambahkan bahwa AS mengakui hak Iran untuk beroperasi di perairan teritorial dan wilayah udara internasionalnya, tetapi perilaku yang tidak aman di dekat pasukan AS, kapal komersial, atau mitra regional akan berisiko meningkatkan ketegangan dan destabilisasi.
Selat Hormuz adalah koridor pelayaran paling penting di dunia dan hampir 20 persen minyak global melewati koridor ini, setiap konfrontasi atau gangguan akan berdampak luas pada keamanan energi, khususnya Asia Timur dan Tenggara.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat, antara Washington dan Teheran:
AS menggunakan dalih macam isu-isu seperti program nuklir, penindakan brutal Iran terhadap para demonstran yang menewaskan ribuan orang, yang oleh banyak orang disebut sebagai revolusi warna, hingga penentangan Iran terhadap rezim dolar untuk menyerang Iran.
AS menyatakan, mau bernegosiasi dengan pemerintah Iran namun tetap menyertakan opsi serangan militer.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Jumat bahwa Iran siap untuk negosiasi yang "adil dan jujur", tetapi menolak tuntutan seputar strategi pertahanan dan sistem rudal, yang menurutnya tidak akan pernah menjadi subjek negosiasi.