Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Populer Internasional: Ledakan di Apartemen Iran - 5 WNI Selamatkan Lansia Terjatuh di Parit

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya ledakan di Bandar Abbas, Iran menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang,

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
  • Ledakan di Bandar Abbas, Iran menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang, pihak berwenang menyebut kebocoran gas sebagai penyebabnya dan membantah adanya serangan terhadap komandan IRGC.
  • Di China, 11 anggota keluarga mafia Ming yang terlibat dalam penipuan dan kejahatan terorganisasi dieksekusi mati
  • Di Jepang, lima pekerja migran Indonesia mendapat pujian setelah menolong seorang lansia yang terjatuh ke parit pada malam bersuhu dingin di Kumamoto.


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia dalam 24 jam terakhir.

Ledakan di Bandar Abbas, Iran menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang.

Tasnim News Agency menyebut penyebabnya kebocoran gas dan membantah adanya serangan terhadap komandan IRGC.

Sementara itu, lima pekerja migran Indonesia di Kumamoto, Jepang, menunjukkan kepedulian dengan menolong seorang lansia Jepang yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin. 

Berikut berita selengkapnya.

1. Ledakan di Iran Tewaskan 1 Orang, Media Berafiliasi IRGC Bantah Ada Serangan

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gedung apartemen di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran, menewaskan seorang gadis berusia 4 tahun.

Mengutip The Canadian Press, ledakan itu terjadi pada Sabtu (31/1/2026), sehari sebelum latihan angkatan laut yang direncanakan Iran di Selat Hormuz.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak 14 orang lainnya dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengutip pernyataan pihak pemadam kebakaran yang menyebut ledakan itu disebabkan oleh kebocoran gas.

Kantor berita tersebut membantah klaim bahwa seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi menjadi sasaran.

Mereka menyatakan rumor tersebut sepenuhnya salah dan merupakan bagian dari operasi psikologis kelompok-kelompok anti-Iran.

LEDAKAN DI IRAN - Tangkap layar YouTube DNAIndiaNews 31 Januari 2026, memperlihatkan sebuah ledakan di Iran. Ledakan di Bandar Abbas menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang, diduga disebabkan oleh kebocoran gas.
LEDAKAN DI IRAN - Tangkap layar YouTube DNAIndiaNews 31 Januari 2026, memperlihatkan sebuah ledakan di Iran. Ledakan di Bandar Abbas menewaskan seorang anak dan melukai 14 orang, diduga disebabkan oleh kebocoran gas. (tangkapan layar)

Secara terpisah, empat orang juga dilaporkan tewas dalam ledakan gas lainnya di sebuah gedung perumahan di kota Ahvaz, barat daya Iran.

Protes berskala besar yang terjadi sejak akhir Desember 2025 telah menyebabkan banyak korban jiwa di Iran.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menekan Iran agar melakukan negosiasi mengenai program nuklirnya.

Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (31/1/2026), pejabat keamanan tertinggi Iran mengatakan ada kemajuan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun kepala militer Republik Islam memperingatkan AS agar tidak melancarkan serangan militer.

Donald Trump mengonfirmasi bahwa kedua pihak sedang berdialog, sambil tetap memprioritaskan ancaman serangan.

“Iran sedang berbicara dengan kami, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi. Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana,” katanya kepada Fox News.

“Mereka sedang bernegosiasi.”

Amerika Serikat telah mengerahkan kapal perang yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln di lepas pantai Iran, setelah Trump mengancam akan campur tangan terhadap aksi protes di negara tersebut.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. Cerita di Balik Klan Ming: 11 Anggota Keluarga Mafia yang Dieksekusi Mati di China

 Sebelas anggota geng kriminal keluarga Ming, yang menjalankan pusat-pusat penipuan bergaya mafia di Myanmar, telah dieksekusi di China, menurut laporan media pemerintah pada Kamis (29/1/2026).

Kesebelas individu tersebut dijatuhi hukuman mati pada September lalu, setelah dinyatakan bersalah atas berbagai kejahatan, termasuk penahanan ilegal, pembunuhan, dan penipuan, menurut Proyek Pelaporan Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi.

Siapa Keluarga Ming?

SINDIKAT PENIPUAN MYANMAR - Tangkap layar YouTube South China Morning Post memperlihatkan anggota keluarga Ming menghadiri persidangan pada September 2025, di mana mereka dijatuhi vonis hukuman mati. Sebelas anggota keluarga Ming telah dieksekusi di China setelah terbukti melakukan penipuan, pembunuhan, dan perdagangan manusia.
SINDIKAT PENIPUAN MYANMAR - Tangkap layar YouTube South China Morning Post memperlihatkan anggota keluarga Ming menghadiri persidangan pada September 2025, di mana mereka dijatuhi vonis hukuman mati. Sebelas anggota keluarga Ming telah dieksekusi di China setelah terbukti melakukan penipuan, pembunuhan, dan perdagangan manusia. (SCMP)

Klan Ming adalah satu dari empat keluarga yang berkuasa di Myanmar, di samping Bau, Wei, dan Liu.

Mereka telah mendominasi kota perbatasan terpencil Laukkaing di negara bagian Shan yang miskin di Myanmar sejak 2009.

Mengutip BBC, mereka berjaya setelah Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin kudeta Myanmar saat ini, memimpin operasi militer untuk mengusir MNDAA, tentara pemberontak etnis yang telah menguasai Laukkaing dan daerah sekitarnya sejak 1980-an.

Keempat keluarga tersebut mengambil alih kekuasaan dan mulai beralih dari ketergantungan lama pada produksi opium dan metamfetamin ke ekonomi baru berbasis kasino dan penipuan online.

Mereka tetap menjalin hubungan dekat dengan militer Myanmar.

Pada Desember 2021, setelah merebut kekuasaan lewat kudeta, Min Aung Hlaing menjamu Liu Zhengxiang, kepala keluarga Liu, di ibu kota Nay Pyi Taw dan menganugerahinya gelar kehormatan atas kontribusi luar biasa terhadap pembangunan negara.

Konglomerat Fully Light milik Liu Zhengxiang memiliki bisnis yang menguntungkan di seluruh Myanmar.

Anggota lain dari keempat keluarga tersebut merupakan kandidat dari partai yang didukung militer, USDP.

Mengutip NDTV, keluarga Ming dituduh menjalankan ratusan kompleks yang terlibat dalam prostitusi, penipuan internet, dan produksi narkoba.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Foto Satelit Ungkap Kapal Induk USS Abraham Lincoln Tinggalkan Laut Oman, Amerika Batal Serang Iran?

 Amerika Serikat batal menyerang Iran? Spekulasi ini menyeruak setelah munculnya beberapa info terbaru dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah pegiat media sosial tentang isu-isu militer dan pertahanan, mengunggah gambar pencitraan satelit baru (Sentinel-2) tentang pergerakan gugus tugas Kapal Induk USS Abraham Lincoln.

Citra satelit terbaru dari beberapa jam yang lalu menunjukkan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln meninggalkan wilayah Laut Oman/Teluk Oman dan kembali menuju Samudra Hindia.

Memang masih banyak aset militer AS masih berada di wilayah Timur Tengah, tetapi pergerakan ini telah memicu spekulasi besar: Mungkinkah kesepakatan di balik layar telah tercapai untuk meredakan ketegangan? 

Belum ada konfirmasi resmi mengenai kesepakatan apa pun — pembicaraan masih berlangsung, Trump optimis tentang negosiasi, dan Iran telah memberi sinyal beberapa kemajuan menuju dialog.

Trump Klaim Ada Perundingan

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak sedang berbicara, sambil tetap menempatkan ancaman serangan di garis depan. 

Trump mengancam akan melakukan intervensi menyusul tindakan keras Teheran terhadap protes anti-pemerintah.

“(Iran) sedang berbicara dengan kita, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu, jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi… Kami memiliki armada besar yang sedang menuju ke sana,” katanya kepada Fox News.

“Mereka sedang bernegosiasi,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan perdana menterinya, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri, mengadakan pembicaraan di Teheran dengan Larijani pada hari Sabtu untuk mencoba “meredakan ketegangan di kawasan.”

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Rusia Bantu Modernisasi Militer China, Kini Justru Jadi Pesaing Global

Rusia telah membantu mempersenjatai militer China selama beberapa dekade.

Bahkan hingga saat ini, banyak desain persenjataan China menunjukkan garis keturunan teknologi Rusia.

Kini, seiring meningkatnya kekuatan China, menurunnya kekuatan Rusia, serta kembalinya persaingan kekuatan besar, muncul pertanyaan, "Apakah Rusia menciptakan pesaingnya sendiri di masa depan?".

Harrison Kass, seorang mantan trainee pilot Angkatan Udara AS sekaligus editor senior bidang pertahanan di 19FortyFive, memberikan analisisnya.
Sejarah Kerja Sama Rusia dan China

Pada 1990-an dan awal 2000-an, Rusia membutuhkan mata uang asing dan pembeli yang stabil.

Sementara itu, China membutuhkan modernisasi cepat untuk menutup kesenjangan kemampuan dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Taiwan.

Rusia dan China memiliki kepentingan bersama dalam menyeimbangkan kekuatan Amerika Serikat.

Kerja sama tersebut masuk akal pada masa itu.

Rusia menjual berbagai pesawat tempur kepada China.

Pesawat Su-27 versi dasar dijual ke China dengan lisensi dan hak perakitan.

Hal ini menghasilkan pesawat tempur turunan buatan China sendiri, yakni keluarga J-11.

BACA SELENGKAPNYA >>>

5. Sosok 5 Pekerja Migran Indonesia Selamatkan Lansia Terjatuh ke Parit, Dipuji Polisi Jepang

Kepedulian dan keberanian kembali ditunjukkan para pekerja migran Indonesia di Jepang.

Pada 15 Januari 2026 sekitar pukul 20.30 waktu setempat, lima warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sektor pertanian JA di wilayah Minami-ku, Kumamoto, menolong seorang perempuan lansia Jepang berusia sekitar 80 tahun yang terjatuh ke parit di tengah suhu dingin 10–11 derajat Celsius.

Kelima WNI tersebut adalah Pujiatun (Cilacap), Widyawati Firda Saputri (Cilacap), Novita Rohmah Danti (Banyumas), Nira Nur Marisa (Purwakarta), dan Elly Widyawati (Ponorogo).

 Saat kejadian, Puji, Widya, dan Novita menjadi yang pertama melihat sang nenek dalam kondisi berdiri lama di dalam parit, tanpa sarung tangan dan tanpa penutup kepala, tampak kesulitan dan kedinginan.

"Sang nenek terdengar minta tolong - tasukete tasukete - lalu kita berhenti saat bersepeda, dan langsung membantu sang nenek," papar Novita kepada Tribunnews.com.

Menyadari kondisi darurat, mereka segera mencari bantuan. Pertama memanggil Nira dan Elly yang keduanya bisa bahasa Jepang.

Kemudian lokasi koban (pos polisi kecil) berjarak sekitar 10 menit dikunjungi Nira dan Elly.

"Di Koban tak ada polisi hanya catatan tolong telepon ke nomor 110," papar Nira juga kepada Tribunnews.com.

Para WNI kemudian menghubungi polisi, menjelaskan bahwa ada seorang nenek jatuh ke parit.

Sekitar 30 menit kemudian, dua petugas polisi tiba di lokasi mengendarai mobil polisi.

"Karena sang nenek tidak mengetahui nomor telepon keluarganya dan alamat rumahnya maka polisi meminta sang nenek menuliskan namanya dalam kanji," tambah Nira.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas