Pertama Kalinya, Jepang Longgarkan Akses Pil Kontrasepsi Darurat
Jepang resmi menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep dokter. NorLevo kini bisa dibeli di apotek dengan aturan pembelian ketat
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Jepang untuk pertama kalinya menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep dokter melalui apotek dan drugstore tertentu.
- Produk NorLevo seharga 7.480 yen diklaim mampu mencegah kehamilan hingga sekitar 80 persen bila diminum dalam 72 jam setelah berhubungan seksual, dengan proses pembelian diawasi apoteker terlatih.
- Kebijakan ini menandai era baru akses kesehatan reproduksi di Jepang, meski tetap disertai pengawasan ketat pascakonsumsi.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Jepang untuk pertama kalinya menjual pil kontrasepsi darurat tanpa resep dokter di apotek dan drugstore.
Minum obat ini 80 persen tidak akan hamil setelah berhubungan seksual.
Produk yang dipasarkan adalah pil kontrasepsi darurat NorLevo produksi Aska Pharmaceutical, dengan harga eceran 7.480 yen (termasuk pajak) per tablet.
Pil ini diklaim dapat mencegah kehamilan hingga sekitar 80 persen bila diminum dalam 72 jam setelah hubungan seksual.
Sebelumnya, obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.
Baca juga: Isu Orang Asing Menguat dalam Perebutan Kursi DPR Jepang
Penjualan NorLevo tidak mensyaratkan batas usia dan tidak memerlukan persetujuan orang tua.
Namun, ada ketentuan ketat dalam proses pembelian yaitu obat harus dijual langsung oleh apoteker yang telah mengikuti pelatihan khusus, dan dikonsumsi di hadapan apoteker pada saat pembelian.
Selain itu, pembeli diwajibkan melakukan konfirmasi kehamilan sekitar tiga minggu setelah konsumsi, baik dengan tes kehamilan maupun kunjungan ke fasilitas medis.
Harga Lebih Terjangkau
Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan uji coba penjualan terbatas yang telah berlangsung sejak November 2023 di sejumlah apotek, dengan kisaran harga saat itu antara 7.000 hingga 9.000 yen.
Pihak Daiichi Sankyo Healthcare, yang bertanggung jawab atas distribusi, menyatakan harga ditetapkan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Ministry of Health, Labour and Welfare of Japan mengumumkan akan mempublikasikan daftar apotek yang dapat menjual pil kontrasepsi darurat di situs resminya.
Masyarakat disarankan menghubungi apotek terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan stok dan jadwal apoteker yang berwenang.
Baca juga: Polisi Jepang Amankan 23 Warga Asing di Kamisu, 19 Di antaranya WNI
Respons atas Kebutuhan Mendesak
Pil kontrasepsi darurat dinilai paling efektif bila dikonsumsi sesegera mungkin setelah hubungan seksual.
Selama bertahun-tahun, berbagai kalangan mendesak agar obat ini dapat dibeli tanpa resep demi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan secara cepat dan aman.
Dengan kebijakan ini, Jepang resmi memasuki era baru dalam akses kesehatan reproduksi, sekaligus menjadi pertama kalinya pil kontrasepsi darurat dipasarkan secara bebas di dalam negeri.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com