Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Perawat di India Terinfeksi, WHO Soroti Penularan Virus Nipah di RS, 190 Kontak Diperiksa

Dua pasien merupakan seorang perawat perempuan dan perawat laki-laki berusia 20–30 tahun. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dua Perawat di India Terinfeksi, WHO Soroti Penularan Virus Nipah di RS, 190 Kontak Diperiksa
HO/IST/Dokumentasi Kemenkes
WASPADA - Menyusul laporan dua kasus terkonfirmasi di India, tepatnya di Negara Bagian Benggala Barat (West Bengal) pada Januari 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditimbulkan dari virus nipah. 
Ringkasan Berita:
  • WHO mengonfirmasi dua kasus infeksi Virus Nipah (NiV) di Benggala Barat, India, melibatkan dua tenaga kesehatan di rumah sakit swasta Barasat, distrik North 24 Parganas. 
  • Infeksi dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium di Institut Virologi Nasional, Pune, menggunakan metode RT-PCR dan ELISA. 
  • Kedua pasien adalah perawat berusia 20–30 tahun yang mengalami gejala berat sejak akhir Desember 2025 dan dirawat pada awal Januari 2026.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi dua kasus infeksi Virus Nipah (NiV) di Negara Bagian Benggala Barat, India, yang melibatkan dua petugas kesehatan di rumah sakit swasta yang sama di Barasat, distrik North 24 Parganas.

Kedua kasus tersebut dilaporkan secara resmi kepada WHO pada 26 Januari 2026 oleh Koordinator International Health Regulations (IHR) Nasional India

Infeksi dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium di Institut Virologi Nasional, Pune, menggunakan metode RT-PCR dan ELISA.

Nakes Jadi Pasien, Satu Masih Kritis

Dua pasien merupakan seorang perawat perempuan dan perawat laki-laki berusia 20–30 tahun. 

Keduanya mengalami gejala berat sejak akhir Desember 2025 dan dirawat pada awal Januari 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu pasien masih membutuhkan ventilator mekanik hingga 21 Januari, sementara pasien lainnya mengalami penyakit neurologis berat namun dilaporkan telah menunjukkan perbaikan klinis.

“Infeksi NiV adalah penyakit zoonosis serius namun jarang terjadi yang ditularkan ke manusia melalui hewan yang terinfeksi, atau makanan yang terkontaminasi,"tulis WHO dilansir dari website resmi, Selasa (3/2/2026). 

190 Kontak Diperiksa, Semua Negatif

Setelah konfirmasi kasus, otoritas kesehatan India langsung melakukan pelacakan kontak secara luas. 

Lebih dari 190 orang, termasuk tenaga kesehatan dan kontak komunitas, telah diidentifikasi dan diperiksa.

Seluruh sampel dinyatakan negatif Virus Nipah, dengan dukungan laboratorium BSL-3 bergerak yang dikerahkan oleh Institut Virologi Nasional, Pune. Hingga akhir Januari 2026, tidak ditemukan kasus tambahan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional India juga menyatakan tidak ada kasus terkonfirmasi baru sejak Desember 2025.

Wabah Ketiga di Benggala Barat

Kejadian ini menandai wabah Virus Nipah ketiga yang pernah dilaporkan di Benggala Barat. Sebelumnya, wabah terjadi di Siliguri (2001) dan Distrik Nadia (2007).

WHO menegaskan bahwa penularan antarmanusia telah tercatat pada wabah-wabah sebelumnya, terutama di lingkungan layanan kesehatan dan melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien.

Belum Ada Obat dan Vaksin

Virus Nipah dikenal memiliki tingkat kematian tinggi, dengan rasio kematian kasus (CFR) 40–75 persen, tergantung pada kecepatan deteksi dan kualitas perawatan.

“Saat ini belum ada obat atau vaksin berlisensi untuk infeksi NiV, namun perawatan suportif dini dapat meningkatkan angka harapan hidup,"tulis WHO lagi. 

Penanganan pasien difokuskan pada perawatan suportif intensif, terutama untuk komplikasi pernapasan dan gangguan neurologis seperti ensefalitis.

Penilaian Risiko WHO

Berdasarkan penilaian terbaru, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat akibat Virus Nipah berada pada tingkat sedang di level sub-nasional, khususnya di Benggala Barat.

Namun, risiko dinilai rendah di tingkat nasional, regional, dan global, karena tidak adanya bukti penyebaran lintas wilayah serta kuatnya kapasitas respons kesehatan masyarakat India.

WHO juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan internasional terkait kejadian tersebut.

Penguatan IPC di Rumah Sakit Jadi Kunci

Menanggapi kasus ini, pemerintah India bersama WHO memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi (IPC) di fasilitas layanan kesehatan. 

Tenaga medis diingatkan untuk menerapkan tindakan pencegahan standar, termasuk penggunaan alat pelindung diri, isolasi pasien, serta kewaspadaan tinggi saat menangani spesimen laboratorium.

WHO terus memantau perkembangan wabah Virus Nipah di India, mengingat virus ini termasuk patogen prioritas global dalam Cetak Biru Penelitian dan Pengembangan WHO untuk kesiapsiagaan epidemi dan pandemi.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas