Menlu Sugiono Tegaskan Sikap Presiden Prabowo Ingin Palestina dan Israel Hidup Berdampingan
Solusi dua negara, di mana bangsa Palestina dan Israel hidup berdampingan, menjadi sikap yang ditegaskan Presiden Prabowo.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Menlu Sugiono Tegaskan Sikap Presiden Prabowo Ingin Palestina dan Israel Hidup Berdampingan
Igman Ibrahim/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan yang menginginkan solusi damai atas konflik Palestina–Israel melalui skema solusi dua negara, di mana keduanya hidup berdampingan.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono seusai pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh nasional, mantan menteri luar negeri, akademisi, dan praktisi hubungan internasional untuk membahas arah politik luar negeri Indonesia.
Baca juga: Board of Peace Disebut jadi Instrumen PBB Dorong Perdamaian Gaza, Indonesia Ambil Peran Aktif
“Bahwa kita ingin satu solusi di mana dua negara ini hidup berdampingan dalam damai,” ujar Sugiono kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.
Ia mengatakan, dalam diskusi tersebut juga dibahas situasi geopolitik global yang memanas, termasuk konflik di Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak luas terhadap stabilitas dunia.
“Diskusi bagaimana menghentikan kekerasan, bagaimana meredam ketegangan. Karena bukan saja wilayah di Timur Tengah itu (saja yang) juga (kena) pengaruh,” katanya.
Sugiono menekankan, dalam menjalankan kebijakan luar negeri, Indonesia tetap berpegang konsistensi politik bebas aktif dengan menekankan pada penghormatan pada kemerdekaan sebuah bangsa.
Arah konsistensi sikap Indonesia ini, pada kasus Gaza, adalah memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Sikap tersebut, lanjut dia, menjadi dasar konsistensi Indonesia dalam mendukung perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi serta penghormatan terhadap hukum internasional.
"Kita jalan dengan berpedoman, berpatokan pada satu titik kompas. Khususnya saya berbicara mengenai konteks kemerdekaan Palestina," jelasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan dan 'ranjau' geopolitik di depan.
Namun, Indonesia memilih tetap melangkah dengan prinsip dan orientasi yang jelas.
“Kita itu kalau melangkah untuk melakukan sebuah upaya jangan kemudian takut sama bayangan. Kesulitan pasti ada. Yang namanya hidup saja tuh tidak mulus-mulus terus jalannya. Ada naik ada turun. Ranjau di depan, eeh kita juga pasti hadapi,” tandasnya.