Ramadan 2026: Daftar Durasi Puasa di Seluruh Dunia, Greenland 17 Jam, Indonesia 13 Jam, Chili 11 Jam
Umat Muslim di seluruh penjuru dunia tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Ramadan 2026 diprediksi jatuh pada 19 Februari dengan variasi durasi puasa yang kontras di seluruh dunia.
- Wilayah utara seperti Greenland mengalami puasa terlama sekitar 17 jam.
- Chili menjadi yang terpendek dengan durasi 11-12 jam.
TRIBUNNEWS.COM - Umat Muslim di seluruh penjuru dunia tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Karena jatuh pada pertengahan Februari 2026 yang bertepatan dengan musim dingin di belahan bumi utara, durasi puasa tahun ini akan mengalami variasi yang kontras berdasarkan lokasi geografis masing-masing negara.
Melansir laporan dari Tribunnews, sejumlah organisasi Islam di Eropa, termasuk European Council for Fatwa and Research (ECFR) serta otoritas keagamaan Turki, telah menetapkan bahwa Kamis (19/2/2026) merupakan hari pertama Ramadan.
Keputusan ini diambil berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang menunjukkan hilal sulit terlihat pada Selasa malam, sehingga bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari.
Di sisi lain, umat Muslim di Indonesia dan sebagian besar negara Timur Tengah masih menunggu pengumuman resmi pemerintah.
Meskipun prediksi astronomi juga mengarah pada 19 Februari, metode rukyatul hilal tetap menjadi rujukan utama bagi Kementerian Agama RI dan Mahkamah Agung Arab Saudi untuk memastikan awal Ramadan.
Baca juga: Panduan Teknis Pembelajaran Pesantren selama Ramadan 1447 H, Ini Jadwal Kegiatannya
Variasi Durasi Puasa Global
Dikutip dari Al Jazeera, durasi puasa ditentukan oleh rentang waktu antara terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib).
Pada Ramadan 2026, negara-negara di belahan bumi utara akan menikmati durasi puasa yang lebih singkat karena pengaruh musim dingin.
Dikutip dari The Times of India dan Financial Express, estimasi durasi puasa di berbagai wilayah dunia menunjukkan perbedaan signifikan.
- Nuuk, Greenland diperkirakan berpuasa sekitar 16 hingga 17 jam.
- Reykjavik, Islandia sekitar 16 jam.
- Helsinki, Finlandia sekitar 15 jam.
- London, Inggris berkisar 14 hingga 15 jam.
- Paris, Prancis sekitar 14 jam.
- Mekkah, Arab Saudi sekitar 13 hingga 14 jam.
- Dubai, Uni Emirat Arab sekitar 13 jam 30 menit.
- Jakarta, Indonesia sekitar 13 jam 10 menit.
- Christchurch, Selandia Baru sekitar 12 jam.
- Santiago, Chili menjadi salah satu yang terpendek dengan durasi sekitar 11 hingga 12 jam.
Tantangan Cuaca dan Waktu Sahur-Iftar
Mengutip Deccan Herald, transisi musim menghadirkan tantangan berbeda di tiap wilayah.
Di Eropa dan Amerika Utara, tantangan utama adalah suhu dingin ekstrem sehingga disarankan mengonsumsi makanan hangat dan bernutrisi saat sahur.
Sebaliknya, di belahan bumi selatan seperti Australia dan Amerika Selatan, durasi puasa sedikit lebih panjang karena bertepatan dengan akhir musim panas.
Untuk wilayah yang sangat dekat dengan Kutub Utara dengan siklus matahari tidak normal, otoritas keagamaan biasanya mengeluarkan fatwa untuk mengikuti waktu Mekkah atau negara terdekat.
Baca juga: Awal Ramadan 2026 di Arab Saudi dan UEA Diperkirakan Jatuh Serentak pada 19 Februari 2026
Persiapan Ramadan di Indonesia
Di Indonesia, suhu udara diperkirakan relatif stabil dengan durasi puasa sekitar 13 jam.
Masyarakat tetap diimbau menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar setelah pemantauan hilal di berbagai wilayah nusantara.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan