6 Tanda-tanda Perang AS Vs Iran Sudah Dekat
AS telah mengerahkan armada perang kapal induk serta puluhan jet tempur ke Teluk Persia, dekat Iran.
Editor:
Hasanudin Aco
Bukan hanya serangan presisi, seperti yang diluncurkan Trump terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu,
Bahasa seperti itu mempersiapkan publik Amerika untuk konflik yang berkepanjangan dan memberi sinyal kepada Iran bahwa Washington serius.
Namun, hal itu juga dapat meningkatkan kemungkinan eskalasi.
3. Perundingan Mencapai Batas Merah
Kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar dalam perundingan.
Negosiasi tidak langsung di Jenewa, yang dimediasi oleh Oman, menunjukkan kemajuan yang terbatas.
Wakil Presiden JD Vance mengatakan diskusi minggu ini berjalan baik "dalam beberapa hal," tetapi menegaskan bahwa Trump telah menetapkan "garis merah yang belum bersedia diakui dan diupayakan oleh Iran."
Kendala terbesar adalah pengayaan uranium dan program rudal Iran.
Teheran bersikeras bahwa mereka berhak untuk memperkaya uranium di wilayahnya sendiri dan telah menolak seruan untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen, tepat di bawah tingkat yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.
4. Iran Memperkuat Fasilitas-Fasilitas Utama
Citra satelit terbaru, yang diterbitkan pada hari Rabu (18/2/2026) oleh Reuters, menunjukkan bahwa Iran diam-diam telah memperbaiki dan memperkuat fasilitas-fasilitas penting, yang mengindikasikan bahwa Teheran sedang mempersiapkan diri untuk konflik bahkan ketika diplomasi terus berlanjut.
Para analis yang memeriksa foto satelit Planet Labs dan satelit komersial lainnya telah mengamati atap baru dan struktur penutup yang dibangun di atas bangunan yang rusak di lokasi nuklir utama seperti Natanz dan Isfahan.
Diduga untuk menyembunyikan aktivitas dari pengamat internasional dan menilai apakah peralatan berharga atau uranium yang diperkaya selamat dari serangan tahun lalu.
Beberapa pintu masuk terowongan tampak diperkuat, dan pangkalan rudal yang terkena dampak konflik telah diperbaiki.
5. Kerusuhan di Iran Mengguncang Kepemimpinan
Kepemimpinan Iran juga menghadapi tekanan yang meningkat di dalam negeri.
Sanksi selama bertahun-tahun, kesulitan ekonomi yang semakin parah, ketidakstabilan mata uang, dan gelombang kerusuhan publik yang berulang telah membebani sistem politik dan mengikis kepercayaan publik. Inflasi tetap tinggi, daya beli telah menurun, dan frustrasi telah meluap ke jalanan, yang menyebabkan pihak berwenang melancarkan tindakan keras yang brutal.
Ketegangan domestik tersebut membentuk sikap eksternal Teheran.