Israel Bombardir Lebanon, 12 Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di wilayah timur dan selatan Lebanon. LEMBAH BEKAA
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di wilayah Bekaa dan kamp pengungsi Ein el-Hilweh.
- Israel mengklaim serangan menargetkan pusat komando Hizbullah dan Hamas.
- Serangan ini disebut sebagai pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata 2024 antara Israel dan Hizbullah.
TRIBUNNEWS.COM - Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di wilayah timur dan selatan Lebanon, Al Jazeera melaporkan pada Jumat (20/2/2026).
Serangan tersebut menjadi pelanggaran terbaru terhadap kesepakatan gencatan senjata tahun 2024 antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan udara di Lembah Bekaa, Lebanon timur, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai lebih dari 25 orang.
Jumlah korban kemudian diperbarui menjadi lebih dari 10 orang tewas dengan sedikitnya 30 orang terluka setelah sebuah bangunan di kota Riyaq, provinsi Bekaa, menjadi sasaran serangan.
Tim penyelamat masih melakukan operasi pencarian korban di lokasi kejadian.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan pusat komando Hizbullah di wilayah Baalbek.
Sumber dari Hizbullah mengatakan kepada AFP bahwa seorang pemimpin militer kelompok tersebut termasuk di antara korban yang tewas.
Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan drone Israel di kamp pengungsi Palestina Ein el-Hilweh di pinggiran kota Sidon, Lebanon selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan tersebut juga menyebabkan sejumlah warga sipil terluka.
Menurut laporan media pemerintah Lebanon, drone Israel menargetkan lingkungan Hittin di dalam kamp pengungsi tersebut.
Militer Israel mengatakan serangan itu diarahkan ke pusat komando Hamas yang diduga digunakan untuk operasi kelompok tersebut.
Baca juga: Lebanon Targetkan Pelucutan Senjata Hizbullah Tahap Kedua Selesai dalam 4 Bulan
Israel mengklaim serangan dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Namun Hamas mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang menyebabkan korban di kalangan warga sipil.
Laporan media Lebanon menyebut serangan tersebut merusak sebuah bangunan yang sebelumnya digunakan oleh pasukan keamanan Palestina di kamp itu.
Bangunan tersebut saat ini digunakan sebagai dapur umum untuk mendistribusikan bantuan makanan kepada warga.
Ein el-Hilweh merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon dan menjadi tempat tinggal puluhan ribu orang.
Pada November tahun lalu, serangan Israel di kamp yang sama menewaskan 13 orang, termasuk 11 anak-anak, menurut kantor hak asasi manusia PBB.
Israel mengatakan serangan saat itu menargetkan Hamas, namun kelompok tersebut membantah memiliki fasilitas militer di kamp pengungsi Lebanon.
Meski gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah telah disepakati pada November 2024, serangan Israel ke Lebanon masih terus terjadi.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut militer Israel telah melancarkan lebih dari 10.000 serangan udara dan darat dalam setahun sejak gencatan senjata berlaku.
Kantor hak asasi manusia PBB juga mencatat sedikitnya 108 warga sipil tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan tersebut, termasuk perempuan dan anak-anak.
Pemerintah Lebanon sebelumnya mengajukan pengaduan kepada Dewan Keamanan PBB terkait pelanggaran berulang yang dilakukan Israel.
Baca juga: Media Ibrani: Hujan Rudal Iran dari Lebanon, Irak, dan Yaman Kepung Israel Jika AS Serang Teheran
Beirut mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan serangan dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.
Israel hingga kini masih menduduki lima wilayah di Lebanon selatan, yang menghambat upaya rekonstruksi desa-desa perbatasan serta menghalangi puluhan ribu warga kembali ke rumah mereka.
Serangan terbaru ini dikhawatirkan semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan perbatasan Lebanon-Israel.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.