Zelenskyy Berharap Bisa Negosiasi Langsung dengan Putin
Presiden Ukraina Zelenskyy berharap pertemuan trilateral dapat mendorong terjadinya negosiasi langsung di tingkat pimpinan dengan Putin.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Zelenskyy berharap pertemuan trilateral antara pejabat AS, Rusia, dan Ukraina dapat membawa pertemuan pada tingkat pemimpin.
- Zelenskyy sebelumnya menyerukan pertemuan langsung dengan Putin untuk membahas isu yang belum terselesaikan.
- Delegasi AS, Rusia, dan Ukraina akan melanjutkan pertemuan trilateral pada awal Maret mendatang.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.464 pada Kamis (26/2/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu (25/2/2026).
Keduanya membahas isu-isu dalam agenda pertemuan dan persiapan untuk putaran diskusi trilateral berikutnya dengan Rusia yang diperkirakan akan berlangsung pada awal Maret.
“Kami berharap pertemuan ini akan menciptakan peluang untuk membawa pembicaraan ke tingkat para pemimpin,” kata Zelenskyy.
"Itu akan menjadi satu-satunya cara untuk menyelesaikan semua masalah yang kompleks dan sensitif serta akhirnya mengakhiri perang," tambahnya.
Zelenskyy sebelumnya menyerukan pertemuan langsung dengan Putin untuk membahas isu-isu yang belum terselesaikan dalam negosiasi.
Sebelum melakukan pertemuan trilateral, kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov akan bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Jenewa pada hari Kamis ini.
Zelenskyy mengatakan pertemuan itu akan membahas rincian rencana pemulihan pasca-perang untuk Ukraina dan persiapan untuk pertemuan trilateral pada bulan Maret, dikutip dari Al Jazeera.
Berita Terbaru Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina pecah secara terbuka pada 24 Februari 2022. Saat itu, Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina. Ledakan artileri dan masuknya pasukan darat menandai eskalasi konflik yang sebenarnya sudah lama memanas.
Baca juga: AS Abstain, Majelis Umum PBB Dukung Resolusi soal Integritas Teritorial Ukraina
Akar ketegangan dapat ditarik ke runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an. Setelah merdeka, Ukraina semakin mendekat ke negara-negara Barat dengan mempererat hubungan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kebijakan ini dipandang Rusia sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan bekas Soviet.
Situasi kian memanas pada 2014 ketika terjadi demonstrasi besar di Kyiv yang dikenal sebagai Revolusi Maidan. Pergantian pemerintahan yang lebih condong ke Barat memicu reaksi cepat dari Moskow. Rusia kemudian mencaplok Krimea, sementara konflik bersenjata meletus di wilayah Donbas antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia.
Upaya diplomasi sempat dilakukan, tetapi tidak mampu menghadirkan perdamaian jangka panjang. Hingga akhirnya, pada Februari 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer skala penuh terhadap Ukraina.
Rusia menyatakan langkah tersebut untuk melindungi warga berbahasa Rusia di Donbas serta membendung perluasan NATO. Namun, serangan itu memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Amerika Serikat dan negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Moskow serta meningkatkan bantuan militer dan dukungan finansial kepada Ukraina.
Di tengah perang yang masih berlangsung, berbagai upaya perundingan terus dilakukan, dengan AS sebagai penengah yang mendorong Rusia-Ukraina untuk kembali ke meja perundingan.
Berikut perkembangan perang Rusia-Ukraina pada hari ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
-
Ukraina akan Mempercepat Pemasangan Jaring Anti-Drone
Ukraina akan mempercepat pemasangan jaring anti-drone di jalan-jalan di daerah garis depan, dengan target mencakup 4.000 km jalan pada akhir tahun ini, kata menteri pertahanan.
Sejumlah jaring telah dipasang selama setahun terakhir, tetapi lebih banyak lagi yang dibutuhkan, kata Mykhailo Fedorov, menambahkan bahwa tambahan 1,6 miliar hryvnia (37 juta dolar AS) telah dialokasikan dari anggaran untuk memperkuat langkah-langkah perlindungan dan melawan drone Rusia.
Moskow telah menargetkan rute pasokan militer dan pangkalan belakang semakin jauh ke Ukraina dengan pesawat tanpa awak dan drone juga telah menyerang rumah sakit, infrastruktur, dan lalu lintas sipil.
Jaring dapat menjerat baling-baling dan mencegah drone mencapai targetnya.
“Hanya dalam satu bulan, kami meningkatkan kecepatan (cakupan) dari 5 km per hari pada bulan Januari menjadi 12 km pada bulan Februari,” kata Fedorov di Telegram pada hari Rabu (25/2/2026).
“Ini secara signifikan meningkatkan keamanan pergerakan militer dan memastikan fungsi stabil komunitas garis depan. Pada bulan Maret, kami berencana untuk menutup 20 km jalan per hari," lanjutnya, dikutip dari The Guardian.
-
Delegasi Ukraina akan Bertemu Trump
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan delegasi Ukraina akan bertemu dengan utusan Donald Trump pada hari Kamis menjelang putaran pembicaraan trilateral berikutnya dengan Rusia.
Rustem Umerov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Steve Witkoff dan Jared Kushner di Jenewa.
"Pertemuan hari Kamis akan mencakup pembahasan detail rencana pemulihan pascaperang yang mungkin untuk Ukraina," kata Zelenskyy pada hari Rabu, menambahkan bahwa ia juga telah menugaskan Umerov untuk membahas kemungkinan pertukaran tahanan.
"Ukraina mengharapkan pembicaraan yang dimediasi AS dengan Rusia akan berlangsung minggu depan," kata Zelenskyy.
Sementara itu, utusan urusan ekonomi Kremlin, Kirill Dmitriev, berencana untuk melakukan perjalanan ke Jenewa pada hari Kamis untuk bertemu dengan negosiator AS untuk pembicaraan, lapor kantor berita negara Rusia Tass.
Dorongan AS untuk perdamaian telah membawa Rusia dan Ukraina ke meja perundingan di Abu Dhabi dan Jenewa tahun ini, tetapi pembicaraan tersebut tidak menghasilkan terobosan karena perang memasuki tahun kelima.
-
Zelenskyy: Renovasi Jalur Pipa Druzhba Tak Bisa Kilat
Perbaikan jalur pipa Druzhba yang mengangkut minyak Rusia ke Eropa Timur tidak dapat diselesaikan dengan cepat meskipun ada permintaan dari Uni Eropa dan protes dari Hongaria, kata Zelenskyy pada hari Rabu.
“Pertama, ini tidak secepat itu,” katanya kepada wartawan, menambahkan bahwa serangan Rusia telah menghancurkan jalur pipa yang menghubungkan pelabuhan Laut Hitam Odesa dengan Druzhba.
“Ini bukan serangan pertama mereka, dan mereka terus menyerang sektor energi," lanjutnya.
Pengiriman minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia telah terputus sejak 27 Januari lalu, ketika Kyiv mengatakan serangan Rusia menghantam peralatan jalur pipa di Ukraina barat, dan Slovakia serta Hongaria mengatakan Ukraina yang harus disalahkan atas pemadaman yang berkepanjangan.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengatakan selama kunjungan ke Kyiv pada hari Selasa untuk memperingati ulang tahun keempat perang bahwa Uni Eropa meminta Ukraina untuk mempercepat perbaikan.
“Mereka menyarankan kami untuk memperbaikinya, tetapi mereka tahu bahwa sudah ada serangan di Druzhba. Orang-orang kami terluka agar jalur pipa itu tetap berfungsi," tambahnya Zelenskyy.
-
Pabrik Drone Pertama Ukraina Mulai Beroperasi di Inggris
Duta besar Ukraina untuk Inggris, Valerii Zaluzhnyi mengatakan pabrik produksi drone pertama Ukraina telah memulai operasinya di Inggris.
Valerii Zaluzhnyi, mantan komandan angkatan bersenjata Ukraina, mengatakan produsen tersebut, Ukrspecsystems, yang didirikan pada tahun 2014, telah membuktikan efisiensi drone-nya di garis depan.
“Ukraina sedang berperang di tengah serangan rudal yang terus-menerus, penghancuran infrastruktur, dan ancaman terhadap fasilitas produksi,” katanya di Telegram pada hari Rabu.
“Oleh karena itu, peluncuran produksi di Inggris memiliki logika strategis yang mendalam," tambahnya.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.