Lebih 200 Warga Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS, Garda Revolusi: Balasan Terkuat Segera Datang
Serangan ofensif terkuat IRGC ini menyusul pengumuman kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Lebih 200 Warga Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS, Garda Revolusi: Balasan Terkuat Segera Datang
TRIBUNNEWS.COM - Unit militer khusus Angkatan Bersenjata Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC), Minggu (1/3/2026) mengumumkan kalau mereka akan segera melancarkan operasi ofensif paling keras terhadap Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut.
Serangan ofensif terkuat ini menyusul pengumuman kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Baca juga: Profil 7 Komandan Tinggi Militer Iran yang Tewas dalam Decoy Operation AS-Israel
Korban Ratusan Jiwa
Palang Merah Iran mengumumkan pada Sabtu malam kalau jumlah korban tewas akibat serangan Israel dan AS terhadap Republik Islam telah mencapai 201 orang, dengan 747 orang terluka, dalam penghitungan awal.
Palang Merah menyatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita ISNA bahwa 24 dari 31 provinsi Iran telah "dibom,".
Mereka menegaskan bahwa mereka "dalam keadaan siaga tinggi."
Ini adalah penghitungan resmi pertama dari semua serangan yang diluncurkan pada Sabtu pagi.
Pangkalan AS dan Israel Target Sah
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada Sabtu bahwa semua lokasi yang terlibat dalam serangan Israel dan AS di negaranya dianggap sebagai "target yang sah" bagi pasukan Iran.
Araghchi menambahkan dalam sebuah pernyataan kepada televisi Iran, "Angkatan bersenjata Iran menganggap lokasi peluncuran operasi Amerika dan Zionis Israel, serta semua lokasi tempat tindakan terhadap operasi pertahanan Iran dilakukan, sebagai sasaran yang sah."
Televisi pemerintah mengutip seorang komandan di Garda Revolusi Iran yang mengatakan kalau Teheran sejauh ini hanya meluncurkan "rudal rongsokan" dan akan segera mengungkap senjata yang tak terduga.
Israel mengatakan pihaknya melakukan serangan "pencegahan" terhadap Iran pada hari Sabtu, memperbarui konfrontasi militer di Timur Tengah dan melemahkan peluang solusi diplomatik untuk perselisihan bertahun-tahun dengan Barat mengenai program nuklir Teheran, sementara kantor berita Fars Iran melaporkan tiga ledakan di pusat kota Teheran.
Serangan ini, yang terjadi setelah perang udara selama 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni, muncul setelah peringatan berulang kali dari Amerika Serikat dan Israel bahwa mereka akan melancarkan serangan lain jika Iran melanjutkan program nuklir dan rudal balistiknya.
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz mengatakan, "Israel melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk melawan ancaman yang dihadapinya."
Media Iran melaporkan mendengar ledakan di Teheran pada Sabtu.
Belakangan diketahui, AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi yang mengecoh Iran, menewaskan sejumlah petinggi militer Iran termasuk Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei
(oln/khbrn/*)
Baca tanpa iklan