Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kedubes Iran: 200 Anak Perempuan Tewas Akibat Serangan Israel dan Amerika Serikat

Kedubes Iran di Jakarta melalui pernyataan resmi mereka menyikapi serangan brutal yang dilakukan militer Israel dan AS.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Kedubes Iran: 200 Anak Perempuan Tewas Akibat Serangan Israel dan Amerika Serikat
Tangkap layar video Viory
SERANGAN KE IRAN - Kepulan asap tebal terlihat menjulang di atas Iran pada hari Minggu (1/3/2026), hari kedua operasi tempur 'berskala besar' AS dan Israel. 
Ringkasan Berita:
  • Kedubes Iran di Jakarta menyatakan hampir 200 anak perempuan tewas setelah sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab dihantam rudal dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). 
  • Serangan disebut juga menyasar lokasi sipil lain, termasuk rumah dan fasilitas umum saat Ramadan.
  • Dalam pernyataan resminya, pihak Iran menyebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei turut tewas dalam serangan tersebut. 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan bahwa 200 anak perempuan tercatat tewas akibat serangan yang dilakukan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.

Adapun hal itu diungkapkan Kedubes Iran di Jakarta melalui pernyataan resmi mereka menyikapi serangan brutal yang dilakukan militer Israel dan AS ke negara mereka sejak Sabtu kemarin.

"Pada jam-jam pertama beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim zionis. Dalam serangan brutal tersebut sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan," demikian pernyataan resmi Kedubes Iran, Minggu (1/3/2026).

Tak hanya itu Kedubes Iran juga mengatakan, bahwa serangan yang dilancarkan Zionis Israel dan AS juga menyasar lokasi sipil termasuk sekolah serta menargetkan warga sipil yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan.

"Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran mencapai kesyahidan di kantor beliau," ucap pihak Iran.

Sindir Klaim Amerika dan Israel

Tak hanya itu, Kedubes Iran juga menyoroti pernyataan negeri Paman Sam dan Israel yang mengklaim telah membantu rakyat Iran melalui agresi militer tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut mereka klaim itu sama seperti yang dilakukan pada saat aksi unjuk rasa berujung kekerasan yang terjadi di Iran pada Januari 2026 lalu.

"Kini terlihat bagaimana mereka (AS dan Israel) "membantu" rakyat Iran dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk dan lainnya terlebih lagi di bulan suci Ramadan,"  ujarnya.

Kemudian pihak Kedubes Iran juga mencatat bahwa pernyataan serupa juga pernah dilontarkan Amerika yang mengiming-imingi memberi perlindungan terhadap rakyat Iraq pada Ramadan tahun 2003.

Namun alih-alih membantu, justru sejak saat itu justru yang didapat rakyat Iraq tidak lain hanyalah kematian, kehancuran dan penderitaan.

"(Juga terhadap) Rakyat Libya dan Afganistan pun telah merasakan "bantuan" Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apapun selain kematian dan kehancuran," ucap mereka.

Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Baca juga: Putin: Pembunuhan Khamenei Merupakan Pelanggaran Keji terhadap Semua Norma Moralitas Manusia

Akibatnya, Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun gugur dalam serangan yang dilancarkan kedua negara bersekutu tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas