Serangan Drone Hantam Aramco, Kilang Minyak Ras Tanura Sempat Ditutup Sementara
Aramco diketahui kena dampak seusai Teheran lancarkan serangan di seluruh wilayah sebagai tanggapan terhadap serangan AS Israel terhadap Iran tersebut
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Aramco tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email.
- Serangan drone tersebut menambah gelombang serangan di Teluk, termasuk di Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, dan bagian komersial Duqm di Oman.
- Fasilitas energi Arab Saudi yang dijaga ketat telah menjadi sasaran sebelumnya, terutama pada September 2019 ketika serangan drone dan rudal
TRIBUNNEWS.COM, RIYADH - Perusahaan minyak raksasa negara Arab Saudi, Aramco membuka kembali kilang minyak Ras Tanura setelah serangan pesawat tak berawak, pada hari Senin(2/3/2026). Aramco diketahui kena dampak setelah Teheran melancarkan serangan di seluruh wilayah sebagai tanggapan terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran.
Kompleks Ras Tanura, di pantai Teluk kerajaan, menampung salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barel per hari (bpd) dan berfungsi sebagai terminal ekspor penting untuk minyak mentah Saudi.
"Itu ditutup sebagai tindakan pencegahan dan situasinya terkendali," kata sumber tersebut.
Aramco tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui email. Serangan drone tersebut menambah gelombang serangan di Teluk, termasuk di Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, dan bagian komersial Duqm di Oman.
Serangan tersebut telah melumpuhkan pusat-pusat pengiriman utama di Uni Emirat Arab dan Oman dan menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 10 persen pada hari Senin.
Fasilitas energi Arab Saudi yang dijaga ketat telah menjadi sasaran sebelumnya, terutama pada September 2019 ketika serangan drone dan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pabrik Abqaiq dan Khurais untuk sementara melumpuhkan lebih dari setengah produksi minyak mentah kerajaan dan mengguncang pasar global.(reuters)
Baca tanpa iklan