Cerita Jemaah Umrah Indonesia di Mekkah Disaat Perang Iran vs AS-Israel: Ibadah Berjalan Normal
dr. Ardi Santoso, SpA, M.Kes, salah satu jemaah umrah asal Indonesia menceritakan kondisi di Mekkah setelah terjadinya konflik Iran vs AS-Israel.
Penulis:
Faryyanida Putwiliani
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- dr. Ardi Santoso, SpA, M.Kes, salah satu jemaah umrah asal Indonesia menceritakan kondisi di Mekkah setelah terjadinya konflik Iran vs AS-Israel.
- dr Ardi mengaku, perjalanannya ke Mekkah berjalan dengan lancar. Saat itu tidak ada penutupan wilayah udara atau penundaan penerbangan.
- Untuk kondisi di Mekkah, dr Ardi mengungkap suasana ibadah umrah disana masih berjalan dengan normal. Masjidil Haram juga masih ramai oleh umat muslim yang ingin melaksanakan umrah di bulan suci ramadan ini.
TRIBUNNEWS.COM - dr. Ardi Santoso, SpA, M.Kes menjadi satu di antara jemaah umrah asal Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah di tanah suci Mekkah, saat terjadinya konflik Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati Solo ini diketahui berangkat ibadah umrah pada Sabtu, 28 Februari 2026 kemarin, menggunakan maskapai Oman Air.
dr Ardi mengaku, perjalanannya ke Mekkah berjalan dengan lancar. Saat itu tidak ada penutupan wilayah udara atau penundaan penerbangan.
Meskipun pada 28 Februari kemarin merupakan awal pecahnya konflik Iran vs AS-Israel, dr Ardi mengaku tidak mengalami kendala teknis terkait perjalanannya ke Tanah Suci.
"Alhamdulillah perjalanan berjalan lancar. Tidak ada penutupan wilayah udara, tidak ada penundaan penerbangan, dan proses transit juga normal."
"Sejauh yang saya alami langsung, tidak ada kendala teknis akibat konflik Iran vs AS–Israel dalam rute perjalanan saya."
"Sebagai dokter dan juga warga negara, tentu saya memantau situasi global. Tapi secara operasional, perjalanan saya tetap berjalan aman dan tertib," kata dr Ardi dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan rencana ibadahnya, dr Ardi menyebut ia akan melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci selama satu minggu. Yakni sejak 28 Februari-5 Maret 2026.
Tiket kepulangannya ke Indonesia juga sudah terjadwal dan hingga kini belum ada perubahan jadwal penerbangan.
Ibadah Umrah Berjalan Normal
Untuk kondisi di Mekkah, dr Ardi mengungkap suasana ibadah umrah disana masih berjalan dengan normal.
Masjidil Haram juga masih ramai oleh umat muslim yang ingin melaksanakan umrah di bulan suci ramadan ini.
Baca juga: Penundaan Keberangkatan Jemaah Umrah Disebut sebagai Bentuk Kehati-hatian Pemerintah Lindungi WNI
"Di Mekkah, suasana ibadah berjalan normal. Masjidil Haram tetap ramai, tertib, dan penuh kekhusyukan," ungkap dr Ardi.
Meski saat ini tengah terjadi konflik Iran vs AS–Israel, dr Ardi menyebut hal itu tak mengganggu pelaksanaan ibadah umrah di Mekkah.
Karena para jemaah umrah, tak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara lainnya masih bisa menjalankan ibadah seperti biasa.
"Konflik geopolitik tentu menjadi perhatian dunia, tetapi secara langsung di Mekkah saya tidak melihat adanya gangguan terhadap pelaksanaan ibadah umrah."