Prihatin Situasi di Iran, WHO: Fasilitas Kesehatan Bukan Target Perang
WHO menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi di Iran dan kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
- WHO prihatin atas situasi yang terjadi di Iran dan kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
- Organisasi Kesehatan Dunia ini menyerukan, fasilitas kesehatan bukan target perang.
- Sebelumnya, Jubir Kemenke Iran, Hossein Kermanpour melaporkan, sejumlah fasilitas kesehatan di Iran terdampak serangan rudal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – World Health Organization (WHO) menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi di Iran dan kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Kecam Serangan AS dan Israel, PGI Serukan Penghentian Aksi Militer di Timur Tengah dan Asia Selatan
Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, kerusakan yang dialami Rumah Sakit Gandhi menjadi suatu hal yang mengkhawatirkan.
Pihaknya menyerukan, fasilitas kesehatan bukan target perang.
“Fasilitas kesehatan dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional,” tegas Tedros dalam unggahannya di X dikutip pada Selasa (3/3).
WHO ujar dia, sedang berupaya memverifikasi insiden tersebut.
Namun ini menjadi pengingat bahwa semua upaya harus dilakukan untuk mencegah fasilitas kesehatan terkena dampak konflik yang sedang berlangsung.
“Kesehatan #BukanSasaran,” seru dia.
Ia menegaskan bahwa warga sipil berhak hidup tanpa ancaman kekerasan serta mendesak para pemimpin dunia untuk memilih jalur dialog dibandingkan kehancuran pasca konflik.
“Setiap orang berhak untuk hidup tanpa ancaman kekerasan di sekitarnya. Hari ini, kami mendesak para pemimpin untuk memilih jalan dialog yang penuh tantangan daripada jalan kehancuran yang tidak masuk akal. Dunia sedang menyaksikan dan berharap kebijaksanaan akan menang atas senjata,” harap dia.
“Perdamaian adalah obat terbaik,” lanjut dia.
WHO terus mengingatkan, perlindungan terhadap tenaga medis, pasien, dan infrastruktur layanan kesehatan harus menjadi prioritas utama di tengah konflik ini.
Rumah Sakit di Iran Kena Rudal, Pasien Berlarian
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour melaporkan, sejumlah fasilitas kesehatan di Iran terdampak serangan rudal.
Serangan termasuk terjadi Rumah Sakit Abuzar di Kota Ahvaz dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran.
Pasien panik berlarian di tengah kepulan asap, dan 21 pasien, termasuk yang ada di ICU, mereka dievakuasi menggunakan 30 ambulans.
Beberapa fasilitas lain seperti pos darurat di Sarab, Chabahar, Hamedan, serta Rumah Sakit Khatam dan Motahari juga terdampak.
Dua petugas medis mengalami luka-luka, dan total 777 orang dievakuasi, dengan 86 masih menjalani perawatan.
Puluhan lainnya terluka saat berlari menuju tempat aman.
Baca tanpa iklan