Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei, Siap Menjalankan Perintah
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mendukung Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Malvyandie Haryadi
Ringkasan Berita:
- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan dukungan penuh kepada Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran, setelah penunjukan resmi oleh Majelis Pakar.
- Sesaat setelah Mojtaba terpilih, IRGC menegaskan kesiapan mereka untuk mematuhi perintahnya dan menjaga nilai-nilai Revolusi Islam.
- Majelis Pakar sebelumnya menunjuk Mojtaba Khamenei menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang wafat pada 28 Februari 2026 setelah memimpin Iran selama 37 tahun.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mendukung Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga Iran oleh Majelis Pakar.
Dilansir dari Kantor Berita Tasnim, sesaat setelah Mojtaba terpilih, IRGC menyatakan mereka sepenuhnya siap untuk mematuhi perintahnya dan melindungi nilai-nilai Revolusi Islam.
IRGC menyatakan pemilihan Pemimpin baru akan membuat kepergian mendiang Ayatollah Seyed Ali Khamenei dapat diterima oleh bangsa Iran.
Majelis Pakar Iran sebelumnya menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Revolusi Islam ketiga menyusul kematian Ayatollah Seyed Ali Khamenei yang telah memimpin Iran selama 37 tahun pada 28 Februari 2026 lalu, sejak wafatnya Imam Khomeini pada tahun 1989 silam.
Majelis Pakar menyampaikan belasungkawa atas kemartiran Imam Khamenei dan lainnya dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 dan mengutuk agresi brutal AS-Israel terhadap Iran dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (8/3/2026) malam.
Majelis Pakar menyatakan memilih dan memperkenalkan Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga setelah peninjauan yang tepat dan menyeluruh, dan berdasarkan kewajiban agamanya.
Mojtaba dipilih dalam pertemuan Majelis Pakar pada Minggu (8/3/2026) dengan suara mayoritas dari para anggota.
Garda Revolusi Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau Sepah-e Pasdaran adalah kekuatan militer dan politik paling dominan di Iran yang didirikan pasca-Revolusi 1979.
Berbeda dengan militer reguler yang fokus pada pertahanan perbatasan, IRGC dibentuk khusus untuk menjaga stabilitas sistem teokrasi dan ideologi revolusi di bawah komando langsung Pemimpin Agung (Supreme Leader).
Keberadaannya menciptakan struktur kekuasaan ganda di Iran, di mana IRGC sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar daripada pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan strategis negara.
Selain kekuatan senjata, IRGC telah bertransformasi menjadi kekaisaran ekonomi raksasa yang menguasai sektor-sektor krusial mulai dari konstruksi, perminyakan, hingga perbankan.
Melalui unit elitnya, Pasukan Quds, IRGC juga menjadi pemain kunci dalam geopolitik Timur Tengah dengan membangun jaringan aliansi bersenjata di berbagai negara.
Hal ini membuat peran Garda Revolusi tidak hanya terbatas pada keamanan dalam negeri, tetapi juga sebagai instrumen utama proyeksi kekuatan luar negeri Iran yang sangat diperhitungkan oleh dunia internasional.
- Ideologi dan Kesetiaan: Berfungsi sebagai perisai ideologi revolusi yang hanya tunduk kepada Pemimpin Agung, bukan kepada Presiden Iran.
- Struktur Militer Mandiri: Memiliki angkatan darat, laut, dan udara sendiri, serta membawahi milisi Basij untuk pengamanan domestik.
- Pasukan Quds: Unit elit spesialis operasi luar negeri yang bertanggung jawab atas intelijen dan dukungan terhadap kelompok perlawanan di kawasan.
- Dominasi Ekonomi: Mengendalikan porsi besar ekonomi nasional Iran melalui konsorsium industri yang mendanai operasional mereka secara mandiri.
Baca tanpa iklan