Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Selamatkan WNI dari Iran, 20 Orang Tiba di Jakarta Sore Ini, 14 Lainnya Menyusul Besok

Alhamdulillah! Gelombang kedua evakuasi WNI dari Iran tiba di Bandara Soetta hari ini. Puluhan warga dipulangkan menyusul eskalasi konflik di kawasan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Selamatkan WNI dari Iran, 20 Orang Tiba di Jakarta Sore Ini, 14 Lainnya Menyusul Besok
Tribunnews/Jeprima
EVAKUASI WNI - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada gelombang pertama pemulangan, Selasa (10/3/2026). Terkini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali mengevakuasi 34 WNI gelombang kedua yang dijadwalkan mendarat secara bertahap mulai sore ini di tengah memanasnya situasi keamanan di wilayah Iran. 
Ringkasan Berita:
  • Misi Penyelamatan! Pemerintah RI berhasil memulangkan gelombang kedua WNI dari Iran di tengah situasi keamanan yang dinamis.
  • Jadwal Tiba! 20 WNI mendarat di Bandara Soetta hari ini, Jumat (13/3) pukul 18.00 WIB; sisanya tiba Sabtu esok.
  • Terus Bergerak! Kemlu dan KBRI Tehran lakukan asesmen keamanan untuk rencana evakuasi tahap berikutnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Upaya penyelamatan warga negara Indonesia (WNI) di Iran oleh pemerintah Indonesia terus dilakukan secara bertahap seiring memanasnya situasi di Timur Tengah

Kabar terbaru, gelombang kedua proses evakuasi yang membawa puluhan WNI dipastikan mulai menginjakkan kaki di tanah air sore ini.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa gelombang kedua ini diikuti oleh total 34 orang.

"Gelombang kedua insyaallah akan tiba hari ini pukul 18.00 WIB sebanyak 20 orang. Kemudian besok, 14 orang lainnya juga akan tiba di Jakarta dengan jadwal yang sama," ujar Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dampak Eskalasi Konflik di Kawasan

EVAKUASI WNI – Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, memberikan keterangan pers terkait ketibaan gelombang kedua evakuasi WNI dari Iran di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Terkini, sebanyak 34 WNI dijadwalkan tiba secara bertahap di tanah air menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
EVAKUASI WNI – Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, memberikan keterangan pers terkait ketibaan gelombang kedua evakuasi WNI dari Iran di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Terkini, sebanyak 34 WNI dijadwalkan tiba secara bertahap di tanah air menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Langkah evakuasi ini merupakan respons cepat pemerintah menyusul memburuknya stabilitas keamanan di Iran.

Secara kontekstual, situasi di wilayah tersebut kian tidak menentu dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Iran akibat serangan udara yang melibatkan kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel.

Kondisi inilah yang mendasari Pemerintah RI melalui KBRI Tehran untuk terus melanjutkan asesmen keamanan serta memantau kondisi para WNI yang masih bertahan.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan untuk evakuasi berikutnya akan sangat bergantung pada dinamika terakhir di lapangan.

"Kami juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana. KBRI akan terus menjalin komunikasi intensif untuk mendapatkan informasi situasi mereka di lokasi masing-masing," tambah Heni.

Baca juga: Iran Ngamuk, Ancam Hancurkan Aset Minyak AS usai Pulau Kharg Dibom

Total 66 WNI Berhasil Dipulangkan

Keberhasilan gelombang kedua ini menambah daftar panjang WNI yang telah berhasil diselamatkan.

Sebelumnya, pada gelombang pertama yang berlangsung 10-11 Maret 2026, pemerintah telah lebih dulu mengevakuasi 32 WNI hingga tiba dengan selamat di Indonesia.

Dengan tambahan 34 orang dari gelombang kedua ini, total akumulasi WNI yang berhasil dipulangkan dalam sepekan terakhir telah mencapai 66 orang.

Pemerintah memastikan akan terus memprioritaskan keselamatan warga negara di tengah ancaman perluasan konflik bersenjata di kawasan tersebut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas