Zelensky Tegur Penjualan Drone, Tegaskan Transaksi Harus Lewat Pemerintah
Presiden Zelensky tegur penjualan drone Ukraina, tegas transaksi harus lewat pemerintah untuk jaga keamanan dan pertahanan nasional.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1.482 pada Senin (16/3/2026).
Konflik dimulai secara terbuka pada 24 Februari 2022, ketika Rusia melancarkan serangan militer besar-besaran ke wilayah Ukraina.
Akar ketegangan muncul sejak runtuhnya Uni Soviet, ditambah langkah Ukraina mendekat ke NATO dan Uni Eropa yang dipandang Rusia sebagai ancaman.
Konflik sempat memuncak pada 2014 dengan pencaplokan Krimea dan perang di Donbas, sebelum invasi penuh Rusia pada 2022.
Amerika Serikat dan sekutu Barat mendukung Ukraina dengan bantuan militer dan keuangan, sementara Rusia menghadapi sanksi ekonomi internasional.
Hingga kini, perang terus berlangsung karena persoalan wilayah dan kepentingan strategis kedua pihak belum menemukan titik temu.
Terbaru, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menegur produsen drone Ukraina yang menjual pencegat tanpa izin pemerintah, di tengah meningkatnya minat global akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Selengkapnya, berikut ini rangkuman peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1482:
Zelensky Tegur Penjualan Drone Ukraina
Presiden Zelensky menyatakan pada Minggu (15/3/2026), negara dan perusahaan asing tidak boleh membeli drone Ukraina langsung dari produsen tanpa izin pemerintah.
Dikutip dari The Guardian, Zelensky mengatakan pemerintah sedang menyiapkan sistem baru untuk mencegah transaksi semacam itu terjadi.
Sebelumnya, Pemerintah Ukraina telah menegur salah satu produsen karena menjual pencegat tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap pertahanan nasional.
Perang AS-Israel dengan Iran memicu meningkatnya permintaan pencegat drone Ukraina.
Amerika Serikat dan sekutu Timur Tengah mencari cara untuk melawan serangan drone yang dilancarkan Iran.
Baca juga: Terhambat karena Perang AS-Iran, Zelenskyy Desak AS Lanjutkan Mediasi Rusia-Ukraina
Ukraina Tunggu Putaran Berikutnya
Ukraina sedang menunggu Washington dan Moskow untuk putaran selanjutnya dari pembicaraan perdamaian trilateral, kata Zelensky.
Presiden Ukraina mengatakan, AS telah mengusulkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan.
Namun, Rusia menolak untuk mengirim delegasi.
"Kami menunggu tanggapan dari Amerika," tambah Zelensky.
Zelensky Tanggapi Klaim Trump
Zelensky juga tampaknya menolak klaim Donald Trump bahwa AS tidak membutuhkan bantuan Ukraina dalam pertahanan drone.
AS telah menghubungi Ukraina "beberapa kali" untuk meminta bantuan bagi negara tertentu, atau dukungan bagi warga Amerika, kata Zelensky.
"Semua lembaga kami menerima permintaan ini, dan kami menanggapinya," katanya dalam sebuah pengarahan.
Zelensky tidak memberikan rincian spesifik tentang permintaan tersebut.
Trump Kritik Sekutu NATO
Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada Minggu (15/3/2026), NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu AS gagal membantu membuka Selat Hormuz.
Selat Hormuz adalah jalur transportasi minyak penting yang secara efektif ditutup oleh Iran dalam perang Timur Tengah.
Dalam wawancara singkat dengan Financial Times, Trump mengatakan bahwa karena AS telah membantu Ukraina dalam perang dengan Rusia, ia mengharapkan Eropa untuk membantu di Selat Hormuz.
Penutupan selat tersebut telah menyebabkan harga energi melonjak di seluruh dunia.
"Jika tidak ada tanggapan atau jika itu adalah tanggapan negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO," kata Trump.
Trump selama bertahun-tahun telah mengkritik aliansi tersebut karena hanya memanfaatkan kemurahan hati AS.
Mr Nobody Against Putin Menang Oscar
Film Mr Nobody Against Putin, tentang seorang guru muda Rusia yang melakukan perlawanan diam-diam terhadap perang Rusia di Ukraina, memenangkan Oscar untuk film dokumenter terbaik pada Minggu (15/3/2026).
Film ini disutradarai oleh David Borenstein dan Pavel Talankin.
Film menggunakan rekaman selama dua tahun yang diambil oleh Talankin untuk menunjukkan bagaimana negara Rusia menanamkan pesan pro-perang kepada para siswa.
Sang videografer mendokumentasikan penganiayaan dan pengasingannya sendiri dalam film tersebut.
The Hollywood Reporter menyebut film ini sebagai "kronik yang menyentuh dan intim".
Baca juga: Rusia Hujani Ukraina dengan Rudal dan Drone, Renggut Nyawa Warga dan Hancurkan Infrastruktur Energi
Moldova Siaga Lingkungan
Moldova, negara tetangga Ukraina, memberlakukan siaga lingkungan setelah tumpahan bahan bakar di Sungai Dniester, kata pemerintah pada Minggu (15/3/2026).
Pihak berwenang telah menyatakan keadaan siaga lingkungan di cekungan Sungai Dniester selama 15 hari, berlaku mulai 16 Maret 2026, kata pusat manajemen krisis pemerintah CNMC.
Tumpahan bahan bakar diduga disebabkan oleh serangan Rusia terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Air Dniester di Ukraina pada 7 Maret.
Zelensky Tolak Transit Minyak Rusia
Setelah AS mencabut sanksi terhadap minyak Rusia, Zelensky mengatakan bahwa ia menentang izin transit minyak dari Rusia melalui Ukraina melalui pipa Druzhba.
Pipa ini hingga akhir Januari mengangkut minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia.
“Mengapa kita, di satu sisi, mengatakan kepada Amerika Serikat bahwa kita menentang pencabutan sanksi, sementara di sisi lain memaksa Ukraina untuk melanjutkan transit minyak melalui Druzhba – dan dengan harga politik yang secara efektif membayar kebijakan anti-Eropa?,” tanya Zelensky.
Kisah Prajurit Kembali dari Kematian
Pada tahun 2023, apa yang diyakini sebagai jenazah Nazar Daletskyi dimakamkan di desa asalnya.
Baca juga: Ukraina Minta Uang dan Teknologi Sebagai Imbalan Bantu Negara Timur Tengah Lawan Drone Iran
Ibunya, Nataliia, mengunjungi makam tersebut setiap Minggu (15/3/2026).
Tiga tahun kemudian, ia berbicara dengannya melalui telepon.
Shaun Walker menulis kisah luar biasa tentang prajurit yang kembali dari kematian.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.