Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eskalasi Timur Tengah Buat Zelensky Cemas, Takut Ukraina Ditinggal Sendiri Hadapi Rusia

Zelensky khawatir perhatian dunia, terutama Amerika Serikat dan sekutu NATO, teralihkan sepenuhnya untuk membela Israel melawan Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Eskalasi Timur Tengah Buat Zelensky Cemas, Takut Ukraina Ditinggal Sendiri Hadapi Rusia
Facebook Zelensky
ZELENSKYY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada Jumat, 26 September 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Zelensky khawatir perhatian dunia, terutama Amerika Serikat dan sekutu NATO, teralihkan sepenuhnya untuk membela Israel melawan Iran
  • Dia menilai situasi tersebut secara otomatis menjadikan Ukraina bukan lagi prioritas untuk mendapatkan bantuan militer
  • Kekhawatiran Zelensky, yakni Ukraina akan dipaksa menerima kesepakatan damai yang merugikan dengan Rusia

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, cemas mengenai masa depan negaranya seiring eskalasi konfik di Timur Tengah.

Zelensky khawatir perhatian dunia, terutama Amerika Serikat dan sekutu NATO, teralihkan sepenuhnya untuk membela Israel melawan Iran

Situasi tersebut secara otomatis menjadikan Ukraina bukan lagi prioritas untuk mendapatkan bantuan militer.

Eskalasi di Timur Tengah dinilai menguntungkan Rusia untuk memenangkan perang jangka panjang melalui pengurasan sumber daya Barat.

RUDAL IRAN - Seorang petugas menyisir lokasi jatuhnya rudal Iran di wilayah Galilea, yang diduduki Israel. Iran melancarkan skala besar dan bergelombang sejak Jumat (13/3/2026) dini hari.
RUDAL IRAN - Seorang petugas menyisir lokasi jatuhnya rudal Iran di wilayah Galilea, yang diduduki Israel. Iran melancarkan skala besar dan bergelombang sejak Jumat (13/3/2026) dini hari. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Dalam wawancara eksklusif bersama BBC, Zelensky memaparkan data yang mencemaskan terkait stok rudal pertahanan udara, khususnya sistem Patriot.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kapasitas produksi Amerika Serikat hanya mencapai 60–65 rudal per bulan atau sekira 800 per tahun.

Namun, di hari pertama pecahnya perang di Timur Tengah saja, sebanyak 803 rudal telah ditembakkan.

"Bagi Putin, perang panjang di Iran adalah nilai plus. Selain membuat harga energi melambung, hal ini berarti pengurasan cadangan AS dan produsen pertahanan udara. Kami (Ukraina) kini mengalami defisit sumber daya," ujar Zelensky.

Zelensky juga menyoroti peran Donald Trump yang dinilai enggan memihak Ukraina dalam konflik melawan Rusia.

Trump disebut lebih memilih posisi sebagai negosiator yang sangat berhati-hati dalam negosiasi dengan Putin.

Strategi Trump dan tim penasihatnya yang mengedepankan dialog tertutup dengan Kremlin memicu kekhawatiran, bahwa Ukraina akan dipaksa menerima kesepakatan damai yang merugikan, sementara bantuan militer AS terus mengalir deras ke Israel untuk menghadapi Iran.

Kecemasan Zelensky beralasan, karena biaya perang yang melibatkan Amerika Serikat-Israel melawan Iran per Maret 2026 tembus lebih dari US$ 11,3 miliar atau Rp 190 triliun hanya dalam enam hari pertama.

Dengan kata lain, agresi militer ini menghabiskan biaya sekira Rp 15,1 triliun per hari.

Jika rata-rata biaya perang per hari Rp 15,1 triliun, maka selama enam pekan jalannya perang, AS akan menghabiskan Rp 634.2 triliun atau sekira US$ 37 miliar.

Sementara menurut Kiel Institute, lembaga berbasis di Jerman, yang memantau dukungan internasional bagi Ukraina, AS telah menghabiskan total $130,6 miliar untuk tiga tahun, antara 24 Januari 2022 dan 31 Agustus 2025.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas