Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Harga BBM di Israel Akan Melonjak 14,7 Persen, Disebut Mulai 1 April 2026

Konflik Iran memicu lonjakan harga minyak dunia, mendorong harga bensin di Israel naik tajam ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Harga BBM di Israel Akan Melonjak 14,7 Persen, Disebut Mulai 1 April 2026
YouTube Associated Press
TEL AVIV - Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube Associated Press, Selasa (17/6/2025), pemandangan langit Tel Aviv setelah misil menyerang Israel. Konflik Iran memicu lonjakan harga minyak dunia, mendorong harga bensin di Israel naik tajam ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Harga bensin di Israel naik 14,7 persen menjadi 8,05 shekel per liter akibat lonjakan harga minyak global.
  • Pemerintah Israel terpecah soal solusi, dengan usulan pemotongan pajak ditolak Kementerian Keuangan.
  • Gangguan di Selat Hormuz memperparah krisis energi global dan menekan pasokan minyak ke berbagai kawasan dunia.

TRIBUNNEWS.COM - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Israel dipastikan naik tajam dari harga normal biasanya.

Hal ini seiring dampak konflik yang terus berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap pasar energi global.

Kementerian Energi Israel mengumumkan bahwa harga bensin 95 oktan akan meningkat menjadi 8,05 shekel per liter mulai Rabu (1/4/2026), naik dari sebelumnya 7,02 shekel.

Kenaikan ini setara dengan lonjakan sebesar 14,7 persen.

Menurut kementerian, lonjakan tersebut dipicu oleh kenaikan hampir 50 persen harga bahan bakar di kawasan Mediterania.

Hal ini berkaitan langsung dengan melonjaknya harga minyak global akibat perang. 

Rekomendasi Untuk Anda

Harga baru ini juga menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga setengah tahun, mendekati rekor 8,08 shekel per liter yang terjadi pada Juli 2022.

Kenaikan harga BBM ini mencerminkan dampak ekonomi yang semakin meluas dari konflik, yang telah mengganggu aliran energi global dan meningkatkan volatilitas pasar minyak internasional, mengutip Al Mayadeen, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Ribuan Pasukan Elit AS Tiba di Timur Tengah, Sinyal Perang Besar ke Iran Makin Nyata

Di dalam negeri, muncul perbedaan pandangan terkait langkah penanganan.

Pemerintah Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan pengurangan pajak cukai bahan bakar untuk meredam dampak kenaikan harga.

Namun, Kementerian Keuangan Israel menolak opsi tersebut dengan alasan meningkatnya kebutuhan anggaran perang dan pentingnya menjaga penerimaan negara.

Di sisi lain, tekanan terhadap pasar energi global juga meningkat akibat gangguan di Selat Hormuz, salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.

Blokade efektif di kawasan tersebut telah menyebabkan penurunan signifikan aliran minyak dari Teluk sejak pecahnya perang pada 28 Februari.

Dampaknya terasa secara global.

Asia Tenggara mencatat penurunan ekspor minyak hingga 41 persen, sementara tanda-tanda kekurangan mulai muncul di beberapa wilayah Afrika.

Eropa diperkirakan akan mengalami dampak dalam beberapa minggu ke depan, sedangkan Amerika Serikat (AS) menghadapi potensi tekanan harga yang lebih lambat namun berkelanjutan.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas