Blunder OpenAI Buat Saham Chip Global Kompak Ambrol, Hype AI Segera Usai?
Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM komputer akan kembali turun dari level tertingginya
Penulis:
Bobby W
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Saham produsen Chip seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron anjlok hingga 20 persen akibat kontroversi proyek "Stargate" OpenAI
- Demi prioritaskan pesanan dari Sam Altman, produsen seperti Micron mengorbankan pasar konsumen dengan penutupan produsen memori Crucial
- Strategi ini jadi blunder setelah permintaan perangkat keras diprediksi menurun akibat terobosan TurboQuant Google:
- TurboQuant, diklaim mampu memangkas kebutuhan memori AI hingga 6 kali lipat memicu kekhawatiran terjadinya stok memori berlebih
TRIBUNNEWS.COM – Sektor saham cip komputer global tengah berada dalam tekanan hebat pada pekan ini setelah sejumlah perusahaan raksasa produsen memori dunia seperti Samsung Electronics, SK Hynix, hingga Micron Technology pada Selasa (31/3/2026) melaporkan penurunan harga saham yang tajam.
Anjloknya saham-saham produsen ini dipicu oleh dua faktor utama.
Pertama adalah kontroversi kesepakatan infrastruktur AI milik CEO OpenAI, Sam Altman.
Kedua, munculnya teknologi efisiensi Artificial Intelligence (AI) terbaru dari Google yang berpotensi memangkas kebutuhan perangkat keras seperti memori RAM secara drastis.
OpenAI Jadi Biang Kerok
Rontoknya saham--saham produsen memori dan chip pada pekan ini sendiri berakar dari Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani oleh CEO OpenAI, Sam Altman dengan Samsung dan SK Hynix pada Oktober 2025 lalu.
LOI sendiri adalah surat pernyataan minat atau kesepakatan awal yang belum bersifat mengikat secara hukum, namun menunjukkan komitmen serius antarperusahaan untuk bekerja sama.
Saat itu, kedua perusahaan Korea Selatan tersebut sepakat memasok hingga 900.000 wafer DRAM per bulan untuk proyek ambisius OpenAI bernama 'Stargate'.
Wafer DRAM merupakan piringan silikon tipis yang menjadi bahan baku utama pembuatan cip memori komputer.
Satu unit wafer biasanya dipotong menjadi ratusan keping cip memori yang digunakan pada HP, laptop, hingga peladen (server) AI.
Adapun pemesanan 900.000 wafer DRAM dari OpenAI tersebut setara dengan 40 persen dari total pasokan atau produksi memori cip secara global.
Baca juga: Kesalahan Sistem, Fitur AI Apple Muncul di China Lebih Awal
Meski kesepakatan tersebut, belum bersifat mengikat (non-binding), pasar justru bereaksi berlebihan.
Akibat deal OpenAI ini, harga kontrak penjualan DRAM melonjak hingga 171 persen karena kekhawatiran kelangkaan pasokan global.
Melansir dari Reuters, rencana ini bahkan mendorong rancangan pembangunan pusat data raksasa di Korea Selatan secara mendadak.
Euforia ini membuat produsen memori chip seperti Micron Technology rela mengorbankan pasar konsumen biasa.
Pada Desember 2025, Micron mengumumkan penghentian bertahap merek konsumen mereka, Crucial, demi memprioritaskan pelanggan besar di sektor pusat data AI yang dianggap lebih menguntungkan.
Kini, strategi Micron tersebut menjadi sebuah blunder besar setelah munculnya teknologi AI terbaru yang dikembangkan Google
Google Jadi Mimpi Buruk Produsen Chip
Kesepakatan OpenAI yang awalnya terlihat sebagai mimpi yang indah ini pun secara mendadak berubah menjadi kengerian akibat pengumuman terbaru dari Google.
Pada 25 Maret 2026, Google mengumumkan terobosan algoritma kompresi untuk AI bernama TurboQuant.
Dikutip dari Bloomberg, algoritma ini mampu mengurangi kebutuhan memori untuk model AI hingga enam kali lipat tanpa mengurangi akurasi.
Artinya, perusahaan AI tidak lagi membutuhkan perangkat keras (DRAM) sebanyak yang diperkirakan sebelumnya.
Pengumuman ini langsung memicu kekhawatiran terjadinya stok berlebih (overcapacity) di pasar global.
Akibat pengumuman ini, euforia para produsen cip ini tiba-tiba terhenti dan nilai saham mereka mendadak rontok di pasar.
Saham Raksasa Chip Kompak Ambrol
Baca juga: iPhone Bakal Punya Dua Aplikasi Baru, Fokus ke Bisnis dan AI
Pengumuman Google ini langsung berdampak secara menyakitkan bagi investor sektor memori chip di bursa saham.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix dilaporkan anjlok masing-masing 5 persen dan 6 persen segera setelah pengumuman Google.
Melansir data dari KED Global, jika dihitung dari level tertingginya, kedua saham raksasa Korea ini telah merosot sekitar 20 persen.
Nasib serupa menimpa Micron Technology (MU) di bursa Amerika Serikat.
Perusahaan yang nekat menutup produsen RAM Crucial ini langsung terkoreksi sekitar 20 persen hanya dalam waktu satu minggu terakhir.
Kini, investor mulai menyadari risiko besar di balik narasi AI yang ternyata terlalu muluk-muluk.
Inovasi perangkat lunak seperti TurboQuant membuktikan bahwa efisiensi sistem bisa mengurangi permintaan perangkat keras secara mendadak.
Harga RAM Komputer segera Kembali Normal?
Rontoknya saham produsen memori chip ini pun memicu harapan bahwa harga RAM akan kembali turun dari level tertingginya sepanjang sejarah.
Sebelumnya, sejumlah produsen perangkat elektronik tersebut sudah kompak menaikkan nilai jual barangnya setelah harga cip memori melonjak tajam.
Kenaikan ini berujung pada penurunan tajam angka penjualan.
Sebagai upaya menekan biaya, para produsen juga tengah mempertimbangkan untuk menyematkan kapasitas memori yang lebih kecil pada perangkat baru, yang berisiko membuat perangkat menjadi lebih lambat dan kurang andal.
Kini setelah sentimen pasar berubah 180 derajat, penurunan harga barang elektronik pun dinilai akan segera terjadi.
Setiap penurunan harga akan menjadi kabar baik bagi konsumen, mengingat krisis pasokan diperkirakan akan berdampak buruk pada perangkat seperti ponsel pintar, komputer, dan konsol gim yang juga bergantung pada cip memori.
IDC selaku lembaga riset pasar, konsultan, dan penyedia data global yang fokus pada industri teknologi informasi (IT), telekomunikasi, dan teknologi konsumen pun buka suara terkait peluang tersebut.
Melansir dari Daily Telegraph pada Rabu (1/4/2026), IDC memperkirakan imbas rontoknya saham produsen memori ini tidak akan langsung dirasakan.
Baca juga: Lestari Moerdijat: Pemanfaatan AI Harus Mampu Perkuat Proses Berpikir Kritis Peserta Didik
Menurut IDC, hal ini terjadi mengingat sejumlah produsen barang elektronik yang menggunakan memori cip sudah menaikkan harga produk mereka, seperti ponsel, hingga 8 persen tahun ini.
Francisco Jeronimo, seorang analis di lembaga riset teknologi IDC, memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan apakah penurunan harga cip memori ini akan berlangsung secara berkelanjutan.
Namun, ia menambahkan bahwa masih ada harapan penurunan harga akan berlangsung sesegera mungkin.
“Jika kontrak-kontrak tersebut tidak terpenuhi, atau jika mereka memangkas investasi yang sedang berjalan, maka harga memori dipastikan akan mereda dan hal itu akan berdampak positif bagi industri elektronik konsumen.” pungkas Jeronimo.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.