Raker di DPR, Menpar Jelaskan Strategi Jaga Target Pariwisata Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
Menpar Widiyanti memaparkan strategi pemerintah menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dampak konflik geopolitik Timur Tengah.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Menpar Widiyanti Putri Wardhana memaparkan strategi pemerintah menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dampak konflik geopolitik Timur Tengah.
- Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga kinerja sektor pariwisata nasional di tengah dampak konflik geopolitik Timur Tengah.
Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi VII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dalam paparannya, Menpar menjelaskan bahwa kawasan Timur Tengah selama ini menjadi hub strategis bagi perjalanan wisatawan mancanegara jarak jauh ke Indonesia.
Namun, ketegangan geopolitik sejak akhir Februari 2024, termasuk penutupan wilayah udara Iran, telah mengganggu konektivitas penerbangan.
“Kawasan Timur Tengah merupakan hub strategis bagi perjalanan wisatawan mancanegara jarak jauh ke Indonesia. Namun, ketegangan geopolitik yang terjadi sejak akhir Februari 2024, khususnya penutupan wilayah udara Iran, telah berdampak langsung pada pembatalan penerbangan menuju Indonesia,” kata Widiyanti.
Baca juga: Memadankan Bara Api Peperangan Timur Tengah
Widiyanti mengungkapkan, dalam periode 28 Februari hingga 28 Maret 2024, terdapat enam titik asal penerbangan yang terdampak, yakni Abu Dhabi, Doha, Dubai, Jeddah, Madinah, dan Muskat.
“Secara total, terdapat 770 penerbangan dibatalkan dengan potensi kehilangan 60.754 kunjungan wisatawan mancanegara dan 2,04 triliun rupiah devisa,” ujarnya.
Widiyanti juga mengingatkan bahwa dampak tersebut berpotensi membesar apabila situasi tidak segera membaik.
“Apabila kondisi ini berlanjut hingga akhir tahun, potensi dampak diperkirakan mencapai 1,44 hingga 1,68 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 48,3 hingga 56,5 triliun rupiah devisa,” ucapnya.
Selain gangguan penerbangan, ia menyoroti lonjakan harga minyak dunia yang turut berdampak pada biaya perjalanan wisata.
“Saat ini, harga minyak mentah meningkat sebesar 50,21 persen, dari 67,02 dolar AS per barel sebelum konflik menjadi 102,01 dolar AS per barel pada 3 Maret 2024,” katanya.
Baca juga: Pakistan Siap Fasilitasi Perundingan AS–Iran, Dorong Redam Konflik Timur Tengah
Kenaikan tersebut telah direspons oleh pelaku industri dengan penyesuaian tarif transportasi, termasuk kenaikan harga tiket feri rute Singapura–Batam serta peningkatan fuel surcharge oleh sejumlah maskapai.
“Maskapai penerbangan mulai menaikkan fuel surcharge, antara lain Air India menaikkan sebesar 50 persen, dan Cathay Pacific menaikkan hingga 115 persen,” katanya.
Di tengah tekanan tersebut, Kementerian Pariwisata tetap menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 hingga 17,5 juta pada tahun ini.
Sebab itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis.
“Di tengah tantangan ini, kami tetap berkomitmen untuk mencapai target 16 hingga 17,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa strategi yang disiapkan antara lain dengan mengalihkan fokus pasar ke kawasan yang lebih resilien.
“Kami telah menyiapkan penyesuaian strategi dengan fokus pada pergeseran target pasar, yang akan dilakukan secara bertahap seiring perkembangan situasi geopolitik global,” ucapnya.
Lebih lanjut, Widiyanti merinci sejumlah langkah yang akan dilakukan, mulai dari penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, hingga kampanye digital yang lebih masif.
“Penguatan pasar short dan medium haul, optimalisasi maskapai non-Timur Tengah, kampanye digital yang masif, penyelenggaraan cross-border event, serta penguatan promosi wisata Nusantara menjadi langkah utama kami,” ucapnya.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Pelaku Usaha Pariwisata Hadapi Dinamika Global
Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan intensitas promosi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai dan pelaku industri pariwisata.
“Relokasi aktivasi pasar dari long haul ke short dan medium haul akan meningkatkan aktivitas promosi dari 56 menjadi 69 kegiatan atau naik 23 persen,” ujarnya.
Widiyanti menambahkan, efektivitas strategi tersebut sangat bergantung pada dukungan lintas sektor, terutama dalam aspek penyediaan kapasitas transportasi.
“Efektivitas ke depan sangat ditentukan oleh dukungan lintas sektor, baik dari sisi supply maupun demand, termasuk penambahan kapasitas kursi penerbangan yang dibutuhkan sekitar 2,66 juta kursi,” ucapnya.
Program Prioritas
Widiyanti memaparkan, program prioritas Kemenpar tahun 2026 diarahkan pada penguatan pariwisata berkualitas yang aman, berkelanjutan, dan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Satu di antara fokus utama adalah peningkatan keselamatan berwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi bagi pemandu wisata, penyusunan pedoman keselamatan destinasi, hingga pemetaan kawasan wisata rawan bencana.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pengembangan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan masyarakat, sertifikasi desa wisata, serta penguatan jejaring ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Ia mengatakan, pariwisata berkualitas akan terus diperkuat dengan terus melanjutkan program Wonderful Indonesia Gastronomi, Wonderful Indonesia Wellness, Event by Indonesia dan pengembangan digitalisasi pariwisata Indonesia melalui program Torism 5.0 yang sudah dimulai sejak tahun 2025.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.