PAN Kecam Keras Aksi Militer Israel, Desak Dunia Internasional Bertindak
Slamet Ariyadi mengecam keras operasi militer yang dilakukan Israel yang telah menimbulkan korban sipil serta memperburuk kondisi kemanusiaan.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Anggota DPR Slamet Ariyadi mengecam keras operasi militer yang dilakukan oleh Israel.
- Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi kekerasan dalam beberapa waktu terakhir.
- Menurut Slamet, tindakan militer yang menyasar wilayah sipil berpotensi melanggar hukum internasional.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Slamet Ariyadi, mengecam keras operasi militer yang dilakukan oleh Israel yang dinilai telah menimbulkan korban sipil serta memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya eskalasi kekerasan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Iran Ancam Akan Luncurkan Serangan Lebih Kuat dan Merusak ke AS-Israel: Kemampuan Kami Sangat Besar
Menurut Slamet, tindakan militer yang menyasar wilayah sipil berpotensi melanggar hukum internasional, terutama terkait perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata.
"Ini bukan sekadar konflik biasa, tetapi sudah menyentuh aspek kemanusiaan yang sangat serius. Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil," kata Slamet, kepada Tribunnews.com, Jumat (3/4/2026).
Fraksi PAN, kata Slamet, juga menilai bahwa komunitas global tidak boleh bersikap pasif dalam menghadapi situasi tersebut.
Dia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan investigasi independen dan transparan terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.
Hasil dari investigasi tersebut, diharapkan dapat menjadi dasar dalam penegakan hukum internasional terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Selain itu, PAN mendorong pemerintah Indonesia untuk terus memainkan peran aktif dalam diplomasi global, khususnya dalam upaya mendorong terciptanya perdamaian serta menjamin perlindungan hak-hak masyarakat sipil yang terdampak konflik.
“Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong penyelesaian damai. Kami berharap pemerintah terus bersuara lantang di forum internasional,” ujarnya.
Hingga kini, kondisi di wilayah konflik masih memanas dan terus menjadi perhatian dunia internasional, dengan berbagai pihak menyerukan penghentian kekerasan serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan bagi warga sipil terdampak.
Baca tanpa iklan