Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Komando Militer AS Pajang Pesawat Pembom Siluman B-2, Trump: Peradaban Iran Akan Mati Malam Ini

Foto pesawat pembom siluman B-2 AS itu disertai keterangan "Dalam persiapan untuk misi sebagai bagian dari Operasi Epic Fury" melawan Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Komando Militer AS Pajang Pesawat Pembom Siluman B-2, Trump: Peradaban Iran Akan Mati Malam Ini
Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni
OPERASI EPIC FURY - Pesawat pembom siluman B-2 milik Amerika Serikat. Pesawat ini dikabarkan akan dilibatkan dalam operasi bombardemen besar-besaran AS ke Iran yang dinamai Operasi Epic Fury, seiring berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Komando Militer AS Pajang Pesawat Pembom Siluman B-2, Trump: Peradaban Iran Akan Mati Malam Ini

TRIBUNNEWS.COM - Halaman Facebook resmi Komando Pusat Militer Amerika Serikat (AS) atau US CENTCOM memposting foto pesawat pembom siluman B-2.

Foto itu disertai keterangan "Dalam persiapan untuk misi sebagai bagian dari Operasi Epic Fury" melawan Iran.

Baca juga: Jelang Deadline Serangan Total AS ke Iran, Arab Saudi Tutup Jembatan ke Bahrain

Unggahan tersebut berbunyi: "Kepala kru Angkatan Udara AS melakukan pemeriksaan teknis akhir pada pesawat pembom siluman B-2 Spirit, dalam persiapan untuk misi sebagai bagian dari Operasi Epic Fury."

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump telah memposting pesan provokatif dan vulgar di Truth Social, menulis:

"Buka Selat Terkutuk it (Hormuz), kalian bajingan, atau kalian akan hidup di neraka".

Baca juga: Ancaman Trump Kini Berbalut Makian, Komandan Markas Besar Komando Iran: Dia Gugup dan Bodoh 

Trump juga menyiratkan kalau Rabu akan menjadi "Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan" di Iran, sebuah referensi jelas terhadap serangan militer yang diantisipasi yang menargetkan infrastruktur vital Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pejabat AS mengatakan bahwa dalam percakapan pribadi, Trump menjadi kurang optimis tentang kemungkinan Iran menyetujui kesepakatan penghentian perang.

Trump diperkirakan akan mengeluarkan perintah terakhirnya untuk serangan militer pada Selasa malam.

Trump memberi Iran waktu hingga pukul 8 malam Waktu Bagian Timur untuk mencapai kesepakatan sebelum ia mulai melaksanakan ancamannya.

Dalam ancaman terbarunya terhadap Iran, Presiden AS itu mengatakan, “Seluruh peradaban (Iran) akan mati malam ini,”.

Tenggat waktu yang Trump tetapkan untuk pembukaan kembali penuh Selat Hormuz hanya tinggal beberapa jam lagi.

IRGC Iran mengatakan akan membalas di luar kawasan dan akan merampas pasokan minyak dan gas dari AS dan sekutunya "selama bertahun-tahun" jika AS melanggar "garis merah" dan menyerang fasilitas sipil.

 

 

(oln/aja/khbrn/*)

 

 
 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas