Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang AS dan Iran Segera Berakhir, Kini Trump Umumkan Pembukaan Selat Hormuz

Para negosiator AS dan Iran dilaporkan telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan mengakhiri perang. Donald Trump juga telah membuka Selat Hormuz.

Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  • Sebuah laporan menyebutkan bahwa para negosiator AS dan Iran telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang antara keduanya.
  • Keduanya telah berupaya menjembatani kesenjangan yang tersisa dan mencapai kesepakatan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026 mendatang.
  • Babak baru pembicaraan langsung tatap muka kemungkinan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang sebelum gencatan senjata berakhir.

TRIBUNNEWS.COM - Para negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Kedua pihak yang bertikai — dengan bantuan mediator dari Pakistan, Mesir, dan Turki — telah berupaya menjembatani kesenjangan yang tersisa dan mencapai kesepakatan sebelum gencatan senjata berakhir pada 21 April 2026.

Delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Komandan Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir tiba di Teheran pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan pembicaraan langsung dengan para pejabat Teheran.

Namun menurut laporan Axios, para pejabat AS dan sumber-sumber yang mengetahui proses mediasi memperingatkan bahwa kesepakatan tidak dijamin.

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa terdapat perbedaan substansial antara kedua belah pihak.

"Mari kita tunggu dan lihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan. Kami berharap dan berusaha untuk mendorong kedua belah pihak," kata seorang pejabat Pakistan.

Seorang pejabat AS mengatakan tim negosiasi Presiden Donald Trump terus melakukan panggilan dan bertukar draf proposal dengan pihak Iran pada hari Selasa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka saling menghubungi melalui telepon dan jalur komunikasi rahasia dengan semua negara, dan mereka semakin mendekat," kata pejabat AS tersebut.

Sementara seorang pejabat AS kedua mengkonfirmasi bahwa kemajuan telah dicapai pada hari Selasa.

"Kami ingin membuat kesepakatan. Dan sebagian dari pemerintah mereka juga ingin membuat kesepakatan."

"Sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat seluruh pemerintah di sana menyetujui kesepakatan tersebut," kata seorang pejabat AS ketiga.

Baca juga: Intel Bocor! Iran Gunakan Satelit China untuk Lacak dan Kunci Target Serangan ke Pangkalan AS

Babak baru pembicaraan langsung tatap muka kemungkinan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang sebelum gencatan senjata berakhir.

Meski begitu, tanggal pasti untuk pertemuan antara AS dengan Iran belum ditetapkan.

Wapres AS, JD Vance merasa optimis bahwa kesepakatan damai dengan Iran akan segera tercapai.

"Saya pikir orang-orang yang duduk di hadapan kita ingin membuat kesepakatan. Saya merasa sangat optimis dengan posisi kita saat ini," tegasnya.

Komentar Vance sangat penting karena wakil presiden tersebut tidak bernegosiasi langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Jika kesepakatan kerangka kerja tercapai, gencatan senjata perlu diperpanjang untuk menegosiasikan rincian kesepakatan komprehensif.

"Detailnya rumit — Anda tidak bisa melakukannya dalam dua hari," ucap seorang pejabat AS.

"AS belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Upaya untuk mencapai kesepakatan terus berlanjut antara AS dan Iran," lanjutnya.

Trump Buka Selat Hormuz

Kabar perdamaian AS dengan Iran ini diperkuat dengan keputusan Trump yang mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen pada Rabu (15/4/2026).

Langkah ini praktis mengakhiri blokade Angkatan Laut AS yang sempat membuat harga minyak dunia bergejolak.

Baca juga: Aset Iran Dibekukan Capai 100 Miliar Dolar AS, Di Mana Disimpan dan Mengapa Sulit Dicairkan?

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa keputusan besar ini diambil setelah adanya "kesepakatan maut" antara AS dan China.

Kabarnya, Beijing telah berjanji untuk menyetop total seluruh pasokan senjata ke Iran.

"Kita bekerja sama dengan sangat cerdas," ujar Trump memuji hubungannya dengan Presiden Xi Jinping, mengutip WANA News Agency.

Trump bahkan sudah menjadwalkan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dalam waktu dekat dan mengaku menantikan sambutan meriah di sana.

Meski terlihat mulai melunak demi stabilitas ekonomi global, bukan Trump namanya jika tidak memberikan gertakan.

Di akhir pernyataannya, ia tetap memberikan peringatan keras kepada lawan-lawannya.

"Militer Amerika adalah yang terkuat di dunia. Kami siap tempur kapan saja jika memang diperlukan," tegasnya.

Pencabutan blokade ini diharapkan menjadi angin segar bagi pasar global yang sempat tercekik akibat terganggunya jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah tersebut.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas